Loading...
Saturday, February 9, 2019

Lelaki Tua dan Laut, Kegigihan Seorang Santiago



Judul: Lelaki Tua dan Laut
Judul Asli: The Old Man and the Sea
Penulis: Ernest Hemingway
Penerjemah: Yuni K. Pramudhaningrat
ISBN: 978-602-290-028-3
Terbit: 1952
Penerbit: Serambi
Terbit Indonesia: Februari 2015
Jenis: Novel fiksi klasik
Genre: Petualangan
Tebal: 140 halaman


Banyak teman-teman membincangkan buku satu ini, sehingga saya pun penasaran untuk membacanya. Akhirnya kesampaian juga melahapnya meski versi ebook yang sungguh perlu kesabaran saya membacanya. Sekali lagi, lebih enak baca buku fisik. Untung tidak terlalu tebal.

Novel ini tidak terlalu tebal sih, hanya saja penyajiannya tanpa pembagian bab cukup membuat saya agak bosan. Rasanya seperti membaca cerpen yang panjang. Tapi saya bersabar menyelesaikannya, sesabar Pak Tua Santiago dalam usahanya menangkap ikan di laut.

Novel peraih Hadiah Publitzer 1953 dan Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters dan mengantarkan Ernest Hemingwayt meraih penghargaan bergengsi Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1954 ini berkisah tentang Santiago, pelaut ulung yang sedang mengalami kesialan karena sudah delapan puluh empat hari gagal menangkap ikan di tengah arus Teluk Meksiko. Sampai-sampai Manolin, seorang anak yang selama ini membantunya melaut terpaksa meninggalkannya atas desakan orangtuanya yang ingin ia pindah ikut pelaut lain yang lebih beruntung.

Pak Tua Santiago akhirnya melaut sendiri dengan kapal kecilnya. Dan petualangan dimulai saat ada seekor ikan marlin besar memakan umpannya. Ia harus berjuang agar bisa membawa ikan itu ke daratan, padahal kapalnya kalah besar dengan hasil tangkapannya. Santiago juga harus bertarung melawan hiu-hiu yang berdatangan karena bau amis darah dari ikan tangkapannya. Tenaga tua, luka demi luka, kelelahan teramat, dan bekal yang menipis, sementara ia sudah terseret jauh ke tengah lautan mengikuti gerak tangkapannya sebelum mati, mampukah ia bertahan? 

Lelaki Tua dan Laut yang judul aslinya The Old Man and the Sea buah karya Ernest Hemingway ditulisnya saat tinggal di Kuba dan tentu saja banyak terinspirasi dari realita di sekelilingnya. Kegemarannya berlayar dan memancing ikan sangat membantunya saat menuliskan suasana dermaga, laut dan kegiatan memancing Santiago. Karakter Santiago sendiri pun dipercaya oleh banyak kritikus sastra terinspirasi oleh sosok seorang nelayan Kuba bernama Gregorio Fuentes.

Pelajaran berharga dari kisah Santiago ini adalah kegigihan dan tidak berputus asa dalam meraih impian. Ikhlas dan kelapangan hati serta memaksimalkan kemampuan diri, entah apa hasilnya nanti, merupakan bentuk ikhtiar yang harus disatupadukan. Tuhan memiliki cara sendiri untuk membentuk karakter hamba-hamba-Nya.

16 komentar:

  1. sebuah bacaan untuk merenungi diri sendiri

    ReplyDelete
  2. Salah satu penulis dunia yang saya sukai nih.

    ReplyDelete
  3. Keren, kemarin pas ke perpusda lihat buku fisiknya, tp blm ngeh buat baca heheh

    ReplyDelete
  4. setelah baca ini aku jadi penasaran sama karya Ernest Hemingway lainnya..

    ReplyDelete
  5. Baca ini sekitar 15 tahun lalu 😆 harus baca lagi, karena dulu baca versi Englishnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dih keren. Kalau saya suruh baca englishnya, nyeraahh.

      Delete
  6. Keren banget, terima kasih resensinya

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP