Loading...
Sunday, February 25, 2018

Jam Tangan Couple




"Bunda, sini deh," panggilku, sambil mata tidak berpindah dari memandangi layar monitor komputer.

Bidadari dunia-akhiratku itu lekas mendekat. Mengambil duduk di kursi plastik menyisi di sampingku. "Apaan, Yah?" tanyanya. Ia mulai melihat arah pandanganku.

"Pilihlah, Bun." Tanganku memutar-mutar mouse hingga kursor di monitor ikut berputar mengelilingi daftar katalog di sebuah market place yang kubuka.

"Ayah mau beli jam tangan?"

"Buat kita berdua."

"Couple?"

Aku tersenyum. "Yo-i!"

Istriku itu ikut senyum. "Bagus-bagus, ya, Yah."

"Tentu saja."

Cukup lama mata kami menelusuri pilihan yang disajikan di halaman toko online itu, makin banyak pilihan makin bingung menentukan. "Sebagai istri yang baik, Bunda manut sama pilihan Ayah saja."

"Dih ... suruh milih juga. Bilang saja bingung. Iya, kan?"

Istriku tertawa kecil. "Sudahlah, Ayah pilihkan saja mana yang Ayah suka. Apa pun itu, Bunda pasti suka."

Dan lagi-lagi aku juga yang harus memilih di antara banyak.

"Yang murah saja, Yah," usul istriku. Hahaha ... dia memang paling tahu soal itu.

Jam tangan couple yang kuorder datang beberapa hari kemudian. Dan syukurlah, barang sesuai yang kami inginkan. Kulihat istriku memang merasa cocok dengan jam tangan barunya.

Aku sebenarnya tidak begitu suka mengenakan jam tangan, apalagi sudah ada gawai yang bisa dijadikan penunjuk waktu. Kebiasaanku dari remaja sih, selalu enjoy apa adanya, bahkan cuek dengan penampilan. Padahal jam tangan kan bisa menunjang penampilan. Kebiasaan ini membuatku sering kelupaan mengenakan jam tangan couple kami saat bepergian bersama bidadariku itu.

Suatu hari, saat kami hendak ada perlu keluar. Kami sudah di atas motor.

"Kita belum terlambat, kan, Bun?" tanyaku. "Jam berapa sekarang?"

Istriku bukan menjawab pertanyaanku dengan baik dan benar, tapi malah bertanya, "Ayah punya jam tangan sendiri, kenapa tidak dipakai?"

Aku tertawa kecil. "Lupa nggak Ayah pakai."

"Lupa kok keseringan, Yah. Jangan-jangan Ayah memang nggak suka pakai jam couple-an sama Bunda."

"Eh, kok Bunda ngomong kayak gitu? Pastilah Ayah suka couple sama istri tercinta," sahutku cepat.

"Buktinya, berapa kali Ayah pakai jam itu saat bepergian sama Bunda?"

Deg. Aku mendadak terdiam. Sebegitu berartinyakah mengenakan jam tangan itu bagi istriku? Waduh ... rupanya ada yang harus kujadikan koreksi diri dari hal yang kuanggap sepele ini.

"Itu ... penting ya, Bun?"

"Menurut Ayah?"

Aku tertawa lagi. "Ya sudah, Ayah ambil jamnya dulu."

Lekas aku turun dari motor. Mengambil kunci dan membuka pintu rumah. Berjalan menuju tempat biasa jam tangan kugeletakkan. Tapi ... celingukan sana-sini, tidak terlihat penampakan jam tangan itu. "Bun ... lihat jam Ayah nggak?" tanyaku setengah berteriak.

"Ayah yang nyimpan sendiri, kan? Bunda mana tahu."

Aku jadi agak tidak enak hati juga sama istriku. Segera kudekati dia. "Nggak ada. Ayah lupa kali naruh di mana."

Istriku memasang wajah cemberut. Lalu ia merogoh tas tangannya dan mengeluarkan sesuatu. Dih ... jam tangan itu dibawanya rupanya.

"Ih ... Bunda ngerjain Ayah nih?"

"Makanya dipakai terus."

"Iya, maafkan Ayah. Ayah akan memakainya."

Itu sekelumit kisahku dengan jam tangan couple yang kubeli untuk (seharusnya) kukenakan bersama istriku. Dan sumpah! mulai saat itu aku berusaha untuk tidak lupa mengenakannya saat keluar pergi sama si Cantik.

Semoga ada hikmah dari cerita ini, ya, terutama buat suami-suami agar mencoba mengerti tentang perasaan istrinya. Hahaha. Ini serius, jangan anggap bercanda.

Sebelum diakhiri tulisan kali ini, aku mau menutup dengan sebuah iklan promosi. Buat kamu-kamu yang ingin membeli jam tangan, kalian bisa kepoin RADA TIME, pusat jam tangan original Indonesia. Your Watch Your Personality. Selain langsung ke official website-nya, kalian bisa juga membeli barang-barang RADA TIME lewat market place Bukalapak atau juga Shopee. Sumpah! Kamu keren kalau pakai jam tangan original!


6 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP