Coretan Basayev
Performa ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) Untuk Mendukung Dunia Kepenulisan

Performa ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) Untuk Mendukung Dunia Kepenulisan

Perusahaan multinasional yang memproduksi perangkat keras komputer terbesar berbasis di Republik Tiongkok/Taiwan, ASUS, kian menunjukkan kemajuan teknologinya dengan mengeluarkan produk terkini, laptop ExpertBook B3 Flip (B3402) berlayar convertible performa kencang dengan dukungan konektivitas 4G LTE. Bakal menjadi laptop terbaik yang diimpikan semua orang!

“Teknologi membuat apa yang tadinya mustahil menjadi mungkin. Desainnya membuatnya nyata.”  – Michael Gagliano

Keberadaan produk terbaik ASUS dengan teknologinya bisa menjadi gerbang mewujudkan mimpi banyak orang di era digital ini. Dan bicara mimpi, maka saya pun memilikinya. Sebuah mimpi yang masih berusaha saya ujudkan di dunia nyata. Mimpi jadi seorang penulis!

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)

Menulis Mimpi dari Kecil


Pernah bermimpi menjadi penulis, yang penghasilan utamanya dari situ. Seiring berjalannya waktu, ternyata mimpi masihlah mimpi. Meski saya sudah belajar merangkak untuk mewujudkan impian itu.

Mimpi jadi penulis itu sebenarnya berawal dari kebiasaan saat saya kecil: membaca. Tinggal di kampung dengan keterbatasan akses perbukuan membuat saya tak memilah memilih buku apa yang mau dibaca.

“Baca, baca, baca. Baca semuanya –sampah, klasik, bagus dan jelek, dan lihat bagaimana mereka melakukannya. Sama seperti tukang kayu yang baru belajar. Baca! Anda akan menyerapnya. Kemudian tulis. Jika bagus, Anda akan mengetahuinya. Jika tidak, lempar saja keluar jendela.” − William Faulkner.

Buku yang ada saat itu menjadi santapan yang dibaca pelan-pelan agar tak keburu sampai halaman terakhir yang berarti kehabisan bacaan. Cerita silat Wiro Sableng karya Bastian Tito adalah bacaan paling saya gemari. Bersanding dengan komik petruk gareng karya Tatang S. Bukunya dibeli di tempat wisata dadakan tiap setahun sekali kala Lebaran di Gunung Taruwongso dekat rumah.

Ruang hayal saya dipenuhi keseruan dunia persilatan karenanya. Ditambah lagi tren kala itu: mendengarkan sandiwara radio. Temanya sama: dunia persilatan. Itu semua menginspirasi saya untuk menulis karya pertama di sebuah buku tulis tipis, yang saya beri judul: Siluman Lintah Putih.

Cerita itu tak murni dari pikiran saya karena masih terkontaminasi dari sandiwara radio, ketoprak, dan buku cersil. Tapi saya bisa menulisnya utuh dari pembukaan, isi cerita, sampai ending. Seingat saya, itu saya tulis saat kelas 5 SD. Dan buku tipis itu entah sekarang ada di mana.

Menulis untuk Dibaca Sendiri


Masuk usia SMP, saya menulis cerita silat berseri berjudul Iblis Rambut Panjang. Saya menulisnya di kertas HVS ukuran seperempatan. Saya jilid sendiri pakai lem kayu hingga berbentuk buku. Sampul saya gambar sendiri pakai pulpen warna. Seingat saya, sudah sampai 10 episode yang masing-masing sekitar 100 halaman.

Ketika SMA saya menulis serial silat Pendekar Belati Pelangi, juga ada sekitar 10 episode yang masing-masing tebalnya 128 halaman. Ditulis di kertas HVS ukuran seperempatan dijilid sendiri juga. Yang boleh baca hanya teman dekat dan tak boleh dipinjamkan ke orang lain.

Alasan saya melarang pinjamkan ke orang lain adalah agar guru sekolah tidak tahu saya ada bakat gambar dan mengarang. Saya takut diikutkan lomba karena saya sangat minderan. Pemalu luar biasa.

Oh, iya, tidak semua saya sembunyikan, kok! Saya juga bikin komik atau cerita bergambar dengan tema islami. Serial Alif & Alifia, yang saya fotokopi dan dijilid staples. Saya perbanyak dan saya jual ke murid-murid saya di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Ide cerita murni dari saya, dan ilustrasi yang gambar juga saya sendiri.

Alif dan Alifia
Salah satu cergam saya yang diperbanyak dengan cara difotokopi.

“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.” –JK Rowling

Menulis Cerpen Islami


Lulus SMA saya masuk dunia kerja. Pernah jaga warung kelontong. Lalu jaga lapak pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta. Mimpi jadi penulis seakan terhenti oleh kesibukan cari duit. Namun saya tetap membaca. Bacaan saat itu Majalah Sabili, Majalah Annida, dan novel-novel islami.

Di sela pekerjaan itulah saya mulai menulis cerpen-cerpen islami. Iya, masih untuk konsumsi sendiri. Sudah punya gawai symbian sehingga bisa menyimpan file cerpennya di situ. Bahkan sempat beli komputer bekas dan mencoba menulis bakal novel di situ. Tapi malang, draft yang sudah dapat beberapa bab itu lenyap bersamaan komputer saya mati total dan berakhir di tukang loak.

Sampai saya menikah pada tahun 2010, saya berhasil menulis cerpen islami sekitar 20 judul. Mulai kenal media sosial dan mencoba menuliskannya di catatan facebook. Beragam komentar pembaca yang menyatakan suka pada cerpen-cerpen saya.

Mengirim Tulisan ke Media Massa


Saya mulai mencoba mengirim ke majalah melalui email. Dua cerpen islami saya berhasil dimuat di Annida, dua cerpen islami berhasil lolos tayang di Majalah Ummi. Saya menggunakan nama pena Suden Basayev. Setelah itu berhenti menulis dengan alasan klasik: sibuk kerjaan.

Cerpen Kecelakaan
Salah satu cerpen saya di majalah

Saya merintis usaha sendiri di kampung, mendirikan sebuah konter pulsa. Saya lengkapi dengan komputer jadul. Mulailah bersentuhan lagi dengan dunia tulis-menulis. Saya pun menjajal menulis di media massa.

Opini
Salah satu opini saya di koran

Tulisan-tulisan saya berhasil dimuat di Harian Umum Solopos, Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Harian Analisa, Koran Jakarta, dan beberapa media lainnya. Berbagai genre sih. Ada cerpen, opini, resensi buku, puisi, dan cerita-cerita lucu.

“Menulis adalah suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” –Seno Gumira Ajidarma

Menuliskan Mimpi Jadi Buku


Kilas balik lagi ke masa kecil, melihat nama penulis di buku yang saya baca, maka terbersit keinginan suatu saat bakal ada buku yang di sampulnya tercantum nama saya sebagai penulisnya. 

Saya mewujudkannya dengan menerbitkan kumpulan cerpen islami saya ke sebuah penerbit self publishing. Ada 20 judul cerpen islami terbit dalam sebuah kumpulan cerpen yang saya beri judul Senyuman Bidadari. Niat saya memang hanya untuk arsip cerpen sekaligus untuk kepuasan pribadi, melihat nama di sebuah buku terbit, meski hanya terbitan mandiri.

Senyuman Bidadari
Buku solo perdana, sebuah kumpulan cerpen

Tahu, kan, self publishing? Self publishing, mengutip dari web kreativv.com, adalah proses untuk menerbitkan naskah menjadi buku cetak, di mana penulis memiliki kontrol penuh atas seluruh proses penerbitan bukunya. Mulai dari proses menulis naskah, layout buku, dan penentuan harga buku saat dipasarkan. Atau dengan kata lain, self publishing adalah menerbitkan buku secara mandiri tanpa terkait dengan penerbit mainstream.

Orang Miskin Dilarang Kawin
Buku antologi di penerbit mayor

Saya juga ikut menerbitkan buku keroyokan atau antologi. Sebagian besar memang terbit self publishing juga. Alhamdulillah ada 2 judul buku yang berhasil terbit di penerbit mayor, Quanta Elexmedia. Yakni 2 buku antologi berjudul Orang Miskin Dilarang Kawin dan Kisah Taaruf Lucu dan Berkesan.

Saya juga menerbitkan novel self publishing berjudul Samara Kasih, sebuah memoar kisah pernikahan saya dari perkenalan dengan istri, melamar, hingga dikaruniai anak pertama. Kisah sederhana sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ke-10.

Samara Kasih
Sebuah novel yang saya tulis

Memang baru sekadarnya saja dalam mewujudkan mimpi jadi penulis. Setidaknya sampai pada titik ini, saya tetap bersyukur pada Tuhan atas karunia berupa kemampuan menulis meski belum bisa memaksimalkan. Padahal menulis itu butuh konsistensi.

“Mulailah menulis, jangan pedulikan apa pun. Air tidak akan mengalir hingga keran dihidupkan.” − Louis L'Amour

Bergabung dengan Komunitas ODOP


Saya bergabung dengan komunitas kepenulisan bernama ODOP, One Day One Post. Sempat terpilih menjadi ketua umum ODOP periode tahun 2019. Di situ saya banyak mendapat ilmu tentang kepenulisan. Mata saya terbuka dengan banyaknya materi keilmuan dari kelas-kelas yang diadakan melalui grup Whatsapp.

Makin ke sini makin banyak kelas yang disampaikan tak hanya melalui Whatsapp, tapi menginjak penggunaan Zoom dan Google Meet atau live Instagram. Gawai jadul saya tak mampu mengikutinya. Apalagi komputer saya yang kemampuannya terbatas dengan memori tak memadai.

Saya membayangkan memiliki laptop yang bisa mendukung segala aktivitas saya. Baik untuk menulis, mengikuti kelas daring komunitas, hingga membantu bisnis saya di konter pulsa yang mulai merambah juga layanan PPOB (payment point online bank) dan jualan online.

Laptop Koneksi Mandiri dari ASUS yang Nyaman Dibawa Ke Manapun


Saya melirik produk terkini dari ASUS yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Alangkah indahnya memimpikan sebuah laptop yang diproduksi dengan konsep yang mengutamakan produktivitas serta mobilitas penggunanya. Iya, laptop ASUS yang saya bicarakan adalah ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)!

Laptop ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) mengajarkan kemandirian karena sudah didukung modem dengan slot SIM card dengan kemampuan konektivitas 4G LTE. Tak zaman lagi mengandalkan tethering WiFi dari perangkat lain. Jadi, hidup tak hanya soal ada tidaknya tumpangan WiFi.

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) support SIM card 4G

ASUS ExpertBook B3 Flip tampil dengan ukuran bodi yang tipis dan ringkas, ketebalannya tidak lebih dari 2 cm, dengan bobot ringan yang hanya 1,61 kg, jadi asyik saja dibawa ke mana-mana. Terbayang, bisa memanfaatkannya untuk menulis sembari menikmati hembusan bayu di tepi sawah di sore hari. Butuh referensi tulisan tinggal browsing dengan koneksi sendiri tak perlu khawatir masalah jauh dari jangkauan WiFi.

Desain Touchscreen yang Menyentuh Hati


Oh iya, laptop ASUS ini mengadopsi teknologi layar sentuh lho, ya! Jadi memungkinkan penggunanya untuk mengontrol laptop tersebut dengan menyentuh layar. Duh, betapa serunya menjalani hari bersamanya. Fitur touchscreen memudahkan mengakses fitur-fiturnya tanpa harus repot menggeser kursor. Touchscreen juga lebih intuitif dan mudah untuk digunakan, membuat pengalaman menggunakan laptop serasa memakai smartphone.

Kemudian soal layarnya yang dirancang tidak hanya sekadar tampil sebagai alat kontrol ekstra, tetapi juga mendukung penggunaan stylus, sehingga bisa berfungsi sebagai buku catatan yang dapat ditulis tangan. Begitu ada ide yang bisa dijadikan tulisan, agar tak buyar dan lekas hilang, saya akan bisa menggunakan stylus untuk membuat catatan atau corat-coret. Duh, keren memang!

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) bisa dibuka 360⁰

Yang tak kalah keren, layar ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dapat dibuka 360⁰ sehingga bisa bertranformasi menjadi layaknya tablet. Di mode tablet ini akan terasa sangat nyaman dan memberi sensasi tersendiri saat memanfaatkannya untuk membaca buku digital (e-book). Membaca dan menulis bakal kian produktif karenanya.

“Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia, menulislah.” – Armin Martajasa

Tenang, meski berlama-lama baca buku digital tetap aman, kok! Layar ASUS satu ini juga tersertifikasi TUV Rheinland, pengguna ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) terlindungi matanya dari paparan radiasi sinar biru, kemampuannya menurunkan tingkat paparan hingga 70% lebih rendah lewat fitur Eye Care.

Kemampuan Expert yang Sempurna


Soal kemampuan mendukung kinerja penggunanya, tak main-main! Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.  Meski bertenaga prosesor super canggih dan terbaru Intel® Core™, tak lantas membuat konsumsi baterai ExpertBook B3 Flip (B3402) ini menjadi boros, tapi justru sebaliknya menjadi semakin hemat, terlebih digabungkan dengan kapasitas baterai besar 50WHr.

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru
Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics

Untuk mendukung aktivitas penggunanya, ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)  dibekali memori RAM DDR4 320 MHz dengan kapasitas hingga 16GB yang masih dapat di-upgrade hingga 48 GB, serta penyimpanan berupa NVMe PCIe SSD 3.0 berkapasitas hingga 1TB.  Sangat lega dan menunjang multitasking dengan ideal.

Kesempurnaan itu didukung pula dengan bodi ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) yang dirancang kokoh. Memiliki sertifikasi uji ketahanan berstandar militer AS (MIL STD-810H), yang artinya laptop ini sudah berhasil melewati serangkaian tes uji militer yang ekstrem.  Hal itu memastikan laptop ini tahan pada getaran, guncangan, serta suhu dan kelembapan ekstrem.

Kemudian pada bagian keyboard juga mendukung fitur anti-spill, yang membuat laptop ini dapat tetap berfungsi dan terlindungi meski bagian keyboard-nya terkena tumpahan cairan hingga 300 cc dalam durasi 3 menit. Jadi aman kalau terbiasa beraktivitas membaca dan menulis sembari minum teh atau kopi. Tapi sayang juga, ya, kalau sampai ketumpahan.

Nyaman untuk Mengikuti Kelas Daring


Sebagai orang yang berkeinginan menjadi penulis yang baik, saya sangat senang belajar di kelas daring yang diadakan komunitas kepenulisan baik lewat Zoom ataupun video conference. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ExpertBook B3 Flip (B3402) telah dibekali dengan teknologi Two-Way AI Noise-Cancellation. Apa itu?

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dengan teknologi Two-Way AI Noise-Cancellation 

Teknologi Two-Way AI Noise-Cancellation ini mampu membuat suara bising dan mengganggu dari pengguna dan lawan bicaranya dapat dihilangkan secara real-time. Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini memungkinkan penggunanya melakukan video conference di tempat yang ramai sekalipun.

Sebagaimana disebutkan di atas, laptop keren ini sudah support slot SIM card dengan kemampuan konektivitas 4G LTE, maka mengikuti kelas daring pun bisa di mana saja tanpa keterbatasan jangkauan WiFi. Tinggal isi paketan internet sesuka dan seperlu kita saja. Kalau ketemu jaringan WiFi, laptop ini juga bisa memanfaatkannya.

Jadi selain bisa pakai konektivitas SIM card, juga bisa memanfaatkan keberadaan konektivitas melalui WiFi 6 (802.11ax). Bahkan ASUS membekali laptop ini dengan teknologi ASUS WiFi Master yang secara otomatis akan menghubungkan ExpertBook B3 Flip (B3402) dengan jalur konektivitas terbaik yang ada. ASUS WiFi Master ini mampu menjamin kestabilan meskipun jarak koneksi berada pada area terjauh hingga 300 meter sekalipun. Waw!

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dengan world-facing camera 

Dukungan untuk ber-Zoom ria dalam mengikuti kelas, laptop ini dibekali dengan dua kamera, satu berada di bagian sejajar dengan layar seperti laptop pada umumnya, dan satu lagi sebuah world-facing camera yang terdapat di bagian sejajar dengan keyboard. World-facing camera menggunakan sensor 13MP sangat berguna saat digunakan pada mode tablet. Jadi fungsinya sama halnya dengan kamera belakang pada smartphone.

Tak Hanya Nyaman, Tapi Juga Sehat


Sebagaimana saya singgung di atas, berlama-lama di depan layar ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) tetap aman karena adanya teknologi ASUS Eye Care. Dengan demikian, mata tetap sehat dan bakalan kuat begadang mengerjakan tulisan. Wah, betapa menyenangkannya.

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dengan Antibacterial Guard 

Untuk menjaga kesehatan penggunanya, ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) terpasang Antibacterial Guard pada keyboard, touchpad dan bantalan tangan. Lapisan anti bakteri tersebut telah memperoleh standar ISO 22196 serta JIS z 2801 bahkan telah diakui secara internasional karena kemampuannya menghambat laju pertumbuhan bakteri hingga 99 persen selama 24 jam.

Spesifikasi ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)


Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah spesifikasi ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dalam tabel. Barangkali ada yang terlewat dari pemaparan saya di atas. Sekaligus biar tidak hanya saya saja yang terpukau pada fitur-fitur yang mendukungnya.


Main Spec. ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402)
CPU Intel® Core™ i5-1135G7 Processor 0.9-2.4 GHz (8M Cache, up to 4.2 GHz)
Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 1.2-2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating System Windows 11 Home - ASUS recommends Windows 11 Pro for business
Windows 11 Pro - ASUS recommends Windows 11 Pro for business
Windows 10 Home - ASUS recommends Windows 10 Pro for business
Windows 10 Pro - ASUS recommends Windows 10 Pro for business
Free Upgrade to Windows 11¹
Memory 16GB DDR4 on board , Memory Max Up to:48GB
Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 Performance SSD
Display Touchscreen, 14.0-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, Wide view, Glossy display, LED Backlit, 250nits, NTSC: 45%, Screen-to-body ratio:80 %
Graphics Intel Iris Xᵉ Graphics (available for Intel® Core™ i5/i7/i9 with dual channel memory)
Input/Output 1x USB 2.0 Type-A
1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery
1x HDMI 2.0a
1x 3.5mm Combo Audio Jack
Camera 720p HD Web camera with privacy shutter
13MP World Facing Camera
Connectivity Wi-Fi 6 (802.11 ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2, 4G LTE
Audio Built-in array microphone with AI noise-cancelling, built-in speakers
Security Computrace ready from BIOS, Trusted Platform Module (TPM) 2.0, Kensington Lock, Fingerprint sensor integrated with Power Key
Battery 50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 32.90 x 22.39 x 1.92 ~ 1.95 cm (12.95" x 8.81" x 0.76" ~ 0.77")
Weight 1.61 kg (3.55 lbs)
Colour Black
Price Starts from Rp17.542.000
Warranty 2 tahun garansi global

Sudah terbayang, kan, betapa sempurnanya hidup ditemani ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402). Kemampuannya tak diragukan lagi untuk mendukung kinerja sehari-hari kita. Tak hanya untuk menapak dunia tulis-menulis, para pebisnis pun akan sangat dimudahkan dengan memanfaatkan produk unggulan ASUS ini.

Wah, jadi ingat mimpi saya yang lain yakni ingin merambah bisnis online. Yang saya yakin ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) pun akan dengan setia mendukung melalui jalan terjal menuju kesuksesan di bisnis digital. Menulis oke, berbisnis lancar. Mantap, kan? ASUS memang gila-gilaan dalam berinovasi!

“Jika Anda tidak melakukan sesuatu yang ‘gila’, maka Anda sedang melakukan sesuatu yang salah.” – Larry Page

Sumber foto ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dari channel.asus.com
Foto lainnya dari dokumen pribadi
Referensi: https://bit.ly/B3B7ArtikelRef
Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur

Berdalih menghindari hari libur berdekatan dengan akhir pekan, beberapa tanggal merah digeser oleh pemerintah dalam rangka meminimalisir potensi kerumunan dan pergerakan sosial masyarakat. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai salah satu antisipasi penyebaran virus Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ah Tenane Solopos
Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur

Di antara hari libur yang digeser itu adalah tanggal merah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang seharusnya jatuh pada Selasa (19/10/2021) dipindah ke Rabu (20/10/2021). Cerita saya kali ini adalah imbas dari kebijakan itu.

Sebuah cerita lucu Ah Tenane Solopos berjudul Prank Hari Libur ini saya kirim melalui email ke Redaksi Solopos pada 21 Oktober 2021 dan dimuat pada 27 Oktober 2021. Alhamdulillah, terhitung tak terlalu lama menanti.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur


Judul cerita: Prank Hari Libur
Pengirim: Wakhid Syamsudin, Weru, Sukoharjo

Pemerintah kembali menggeser hari libur. Tanggal merah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang seharusnya jatuh pada Selasa (19/10/2021) dipindah ke Rabu (20/10/2021).

Sebenarnya hal itu tidak terlalu berpengaruh bagi Jon Koplo karena toko tempatnya bekerja tidak mengenal tanggal merah. Justru pada tanggal merah banyak pembeli berdatangan.

Selasa menjelang siang, Tom Gembus, rekan kerjanya, berpamitan hendak keluar sebentar. “Plo, aku mau ambil kartu vaksin di percetakan sebentar ya,” pamit Gembus.

Gembus memang sedang punya sampingan jadi reseller cetak kartu vaksin Covid-19 menjadi seperti KTP. Ordernya lumayan banyak.

Beberapa menit berlalu, Gembus sudah kembali. “Aneh, jam segini percetakannya sudah tutup. Biasanya tutup pas jam istirahat siang. Ini masih jam 10.00 WIB,” gerutu Gembus.

“Kan ini tanggal merah, Mbus. Berarti percetakannya libur, tidak ikut kata pemerintah,” kata Koplo mengingatkan.

“Oh iya, ya, aku lupa.” Gembus menepuk jidatnya sendiri.

Ah Tenane
Tampilan di koran Solopos

Tiba-tiba gawai Koplo berdering. Kali ini, Lady Cempluk sang pemilik toko yang menelepon. “Plo, sudah nyaris sepekan ini internet di rumah enggak connect. Coba kamu komplain ke kantor penyedia layanan internetnya, ya. Besok saja enggak apa-apa, Plo,” kata Bu Cempluk.

Keesokan harinya Koplo mengurus masalah internet. “Mbus, aku pamit sebentar ya, mau komplain internet,” pamit Koplo.

Koplo bergegas menuju kantor provider internet yang tak seberapa jauh di pusat kota. Di sana, ternyata loketnya tutup. Koplo bergegas bertanya pada satpam kantor. “Iya, tutup, Mas. Kan hari ini hari libur,” kata satpam.

Badala! Koplo baru ingat hal itu. Segera ia kembali ke tempatnya bekerja. “Cepat amat, Plo,” sambut Gembus.

“Berasa kena prank!”

Prank kenapa?” tanya Gembus.

“Ini kan hari libur, loket layanannya tutup, Mbus.”

Gembus seketika tertawa. “Hahaha, kemarin aku yang kena prank di percetakan, sekarang giliranmu, Plo. Hahaha.”

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur


Cerita ini adalah cerita saya dengan teman kerja saya, Mas Santo. Kurang lebih seperti dalam cerita tersebut kejadiannya. Ternyata kebijakan geser hari libur ini ada yang menurut ada yang tidak ikut. Jadi ada yang libur Selasa ada yang libur Rabu. Apalagi di tempat usaha yang tidak terikat pemerintahan.

Cerita lucu Ah Tenane Solopos: Prank Hari Libur ini sekaligus menjadi catatan sejarah (hehe) bahwa pernah ada kebijakan geser-menggeser tanggal merah pada saat pandemi Covid-19. Demikian semoga ceritanya menghibur kita semua.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk

Bisa dibilang, saya baru bisa konsisten nulis di koran Solopos hanya pada rubrik Ah Tenane. Selain karena tulisannya ringan dan receh, honornya sangat lancar meski tak sebanyak tulisan lain yang berat-berat. Target saya juga hanya sebulan sekali dimuat. Semoga idenya selalu muncul.

Ah Tenane Solopos
Ah Tenane Solopos: Antre Duduk

Tulisan kali ini, cerita lucu Ah Tenane berjudul Antre Duduk. Dimuat di Solopos pada 24 September 2021 dan baru diarsipkan di blog ini sekarang. Cerita ini saya kirimkan ke Solopos pada tanggal 22 September 2021. Sangat cepat masa tunggu pemuatannya. Alhamdulillah.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk


Judul cerita: Antre Duduk
Pengirim: Wakhid Syamsudin, Weru, Sukoharjo

Pagi menjelang siang awal September 2021, Jon Koplo pergi ke Kantor Samsat Sukoharjo untuk membayar pajak motor tahunan. Tak disangka, di sana banyak orang mengantre. Mungkin karena pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Koplo mengambil nomor antrean dan mendaftar ke bagian registrasi pajak, lalu menunggu nomornya dipanggil. Koplo melihat sekeliling, tak ada satu pun kursi kosong, semua diduduki pengunjung lain.

Selesai di loket pendaftaran, Koplo mengantre lagi di kasir pembayaran yang juga penuh, tidak ada tempat duduk untuknya. Cukup lama baru nomor antreannya dipanggil kasir.

Koplo kembali harus mengantre untuk pemgambilan STNK. Lagi-lagi dia harus berdiri karena tak kebagian tempat duduk.

Beberapa menit kemudian, Lady Cempluk, seorang gadis yang mengantre tepat di depan loket penyerahan STNK, berdiri karena nomornya dipanggil. Secepat kilat Koplo menduduki kursi yang ditinggal Cempluk. Dia nyaris kalah cepat dari Tom Gembus, pengantre lainnya.

Baru sesaat menikmati duduk, Koplo dikejutkan gerakan Cempluk yang mendadak mundur tanpa melihat ke belakang. Ia mengira kursi yang tadi didudukinya masih kosong.

Ah Tenane Solopos
Tampilan di koran Solopos

“Aduh!” Koplo berseru kaget. Apalagi tubuh Cempluk yang cukup berat tahu-tahu ada di pangkuannya. Si gadis pun tak kalah terkejutnya.

“Duh, maaf, Mas, saya pikir kursinya belum ada yang duduk,” kata Cempluk sambil lekas berdiri. Dia malu sekali karena tahu-tahu dipangku lelaki asing.

Eng... nggak apa-apa, Mbak. Saya pikir Mbak enggak duduk lagi,” kata Koplo yang juga kikuk.

“Saya masih nunggu STNK satu lagi. Tadi pajak dua kendaraan,” kata Cempluk menjelaskan.

Koplo kemudian berdiri dan mempersilakan Cempluk duduk. “Enggak usah, Mas yang duduk saja. Paling saya sebentar lagi kok,” kata Cempluk menolak.

Koplo tetap memilih berdiri, niatnya biar Cempluk tak sungkan duduk. Agak lama kursi itu kosong. Saat itulah Gembus yang sudah capai berdiri menduduki kursi itu.

Tak lama kemudian nomor Cempluk sudah dipanggil lagi untuk penyerahan STNK kendaraan satunya. Tinggallah Koplo menunggu antrean nomornya yang masih lama.

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Antre Duduk


Cerita ini adalah sebuah kejadian yang saya lihat di kantor samsat Sukoharjo saat saya membayar pajak motor. Saat menunggu penyerahan STNK, ada yang dapat tempat duduk dan banyak yang berdiri.

Ketika salah seorang dipanggil nomornya, ia berdiri. Orang lain menduduki bekas tempatnya duduk. Yang barusan berdiri mengambil STNK berniat duduk kembali karena ternyata ia pajak 2 kendaraan.

Yang terjadi ia duduk di pangkuan orang yang sudah menduduki tempat duduk itu. Akhirnya keduanya saling sungkan dan berdiri. Kursi kosong beberapa saat itu kemudian diambil alih orang ketiga.

Ide itulah yang saya tulis ini. Tentu dengan menyesuaikan sedemikian rupa agar layak muat di Solopos. Semoga cerita sederhana ini bisa menghibur kita semua. Terima kasih.
Cerita Lucu Bahasa Jawa: Gara-Gara Futsal

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Gara-Gara Futsal

Cerita lucu berbahasa Jawa kali ini berjudul Gara-Gara Futsal. Saya pikir tidak akan dimuat di Majalah Jaya Baya. Soalnya ini pernah saya kirim ke Majalah Djaka Lodang dan tak ada kabar pemuatan. Akhirnya saya lempar ke Jaya Baya melalui email pada 8 Agustus 2021.

Ilustrasi cerita Gara-Gara Futsal
Ilustrasi cerita Gara-Gara Futsal

Dulu versi bahasa Indonesia-nya juga sempat saya buat dan kirimkan ke Solopos untuk rubrik Ah Tenane tapi tidak dimuat. Ternyata jodohnya di Majalah Jaya Baya edisi No 12 Minggu III Nopember 2021. Alhamdulillah. Dan baru sekarang sempat mengarsipkannya di blog ini.

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Gara-Gara Futsal


Irah-irahan: Gara-Gara Futsal
Dening: Wakhid Syamsudin. Sidowayah, Ngreco, Weru

SAKJANE aku ora seneng olahraga, ananging wengi iku aku kapeksa ngiyani anggone cah nom-nom ngejak futsal ing sawijining stadion futsal ing Tawangsari, Sukoharjo. Esuke, tangi turu rasane awakku kaya remuk kabeh. Aku crita marang bojoku malah digeguyu, disalahake merga ra kulina olahraga kok ndadak melu futsal barang. Pas aku makani pitik ing nglatar omah, ponakanku sing jenenge Aqib nyedhak.

“Pakdhe, apa mambengi Pakdhe melu futsal?” pitakone si Aqib kaya ora percaya. Bocah siji iki pancen cedhak karo aku, asring ngajak guyonan. Sajake dheweke ora ngandel yen aku uga bisa balbalan. Rumangsa disepelekne, banjur takjupuk bal plastik sing biasa dianggo dolanan anakku. “Sak iki jajal, Pakdhe taknendhang bal, awakmu sing jaga aja nganti kegulan. Siap, ya?”

Bal takselehke, aku siap-siap nendhang. Aqib gage pasang kudha-kudha, nggaya kaya kiper bal nasional. Aku dadi tansaya ketantang.

“Siap? Siji, loro, telu!” Kanthi tenaga penuh, sikilku taksadhukake ngener bal sing wis taksiapake iku. Tendhanganku lumayan banter, tapi jebule Aqib pancen duwe bakat dadi kiper tenanan, bal iku dicekel pas ing dekepan tangane.

Foto halaman Majalah Jaya Baya
Foto halaman Majalah Jaya Baya

Dumadakan aku sing njerit kelaran. Aqib gage nyedhaki aku. “Pakdhe, kok jempole gudras getih?”

Dasar nasib, jebul sing taktendhang ora mung bal, ananging jempol sikilku nyaruk lantai emper sing peluran semen. Rasane lara banget! Jempolku mluwek gudres gethih. Weruh aku mringis kelaran, si Aqib malah nggeguyu lan lunga ninggalake aku. Asem, asem!

Terjemahan Cerita Lucu Gara-Gara Futsal


Judul: Gara-Gara Futsal

Sebenarnya aku tidak suka olahraga, tapi malam itu aku terpaksa mengiyakan ajakan para remaja untuk bermain futsal di sebuah stadion futsal di Tawangsari, Sukoharjo. Paginya, bangun tidur rasanya badanku remuk semua. Pegal dan terasa capai. Kakiku sakit semua. Aku cerita ke istriku malah ditertawakan, disalahkan karena tak pernah olahraga kok mau-maunya ikut futsal segala. Ketika aku memberi makan ayam di halaman rumah, keponakanku yang bernama Aqib mendekat.

“Pakdhe, apa tadi malam Pakdhe ikut futsal?” pertanyaan si Aqib seperti tak percaya. Bocah satu ini memang dekat denganku, sering mengajak guyonan. Tampaknya ia tak percaya kalau aku juga bisa main bola. Merasa disepelekan, lalu kuambil bola plastik yang biasa dipakai mainan anakku. “Sekarang coba, Pakdhe menendang bola, kamu yang jaga jangan sampai gol. Siap, ya?

Kutaruh bola, aku siap-siap menendang. Aqib lekas pasang kuda-kuda, bergaya seperti kiper bola nasional. Aku semakin tertantang.

“Siap? Satu, dua, tiga!” Dengan tenaga penuh, kaki kugerakkan menendang bola yang sudah kusiapkan itu.  Tendanganku lumayan kencang, tapi ternyata Aqib memang punya bakat jadi kiper betulan, bola itu ditangkap tepat dalam genggaman tangannya.

Mendadak aku yang menjerit kesakitan. Aqib segera mendekatiku. “Pakdhe, kok jempolnya berdarah-darah?”

Dasar nasib, ternyata yang kutendang tak hanya bola, tetapi jempol kakiku juga menendang permukaan lantai yang dilapisi semen. Rasanya sakit sekali! Jempolku sobek berdarah-darah. Melihatku meringis menahan sakit, si Aqib malah tertawa dan bergegas meninggalkan aku. Sial, sial!

Ide Cerita Ana Ana Bae: Gara-Gara Futsal


Cerita ini adalah pengalaman saya sendiri. Dulu pernah suatu malam, diajak futsal sama anak-anak remaja. Mumpung ada yang mudik dan menraktir sewa stadion futsalnya. Tanggal berapanya sudah lupa saya.

Saya yang memang tak hobi olahraga hanya ikut meramaikan saja. Lebih sering istirahat daripada rebutan bola di tengah lapangan.

Paginya keponakan saya, Aqib Arsyadan, mendengar saya ikut futsal, ia tak percaya. Saat berangkat sekolah disempatkannya mampir rumah saya dan menanyakan hal itu. Kejadian selanjutnya, ya, sama seperti cerita di atas.

Majalah Jaya Baya edisi No 12 Minggu III Nopember 2021
Majalah Jaya Baya edisi No 12 Minggu III Nopember 2021

Terbayang, kan, betapa perihnya jempol kali sobek dan berdarah. Coba kalau saya tidak perlu memraktikkan menendang bola, pasti akan aman-aman saja. Tapi kalau saya tidak menendangnya, tentu tak akan ada cerita ini di Majalah Jaya Baya. Iya, kan, ya?

Demikian cerita lucu bahasa Jawa di rubrik Ana Ana Bae berjudul Gara-Gara Futsal yang bisa saya arsipkan di sini. Semoga menghibur. Semoga bisa tersenyum di atas derita saya. Hahaha.
Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong

Pagi-pagi di hari Senin, 9 Mei 2022, saya mendapat kabar baik dari Bu Noer Ima Kaltsum. Beliau memberi tahu kalau cerita lucu saya berhasil dimuat di Solopos pada rubrik Ah Tenane. Judulnya Petasan Kobong. Terima kasih senantiasa mengabarkan pemuatan di Solopos, Bu Noer. Semoga Allah membalas dengan limpahan kebaikan dan keberkahan hidup. Aamiin. 

Ah Tenane Solopos
Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong

Tulisan ini saya kirim ke Solopos melalui email tertanggal 22 April 2022. Judul yang saya buat sebenarnya adalah Petasan Terbakar. Namun, oleh editor diganti dengan Petasan Kobong. Sama saja sih artinya.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong


Judul cerita: Petasan Kobong
Pengirim: Wakhid Syamsudin, Weru, Sukoharjo

Akhir Ramadan kerap identik dengan bunyi petasan. Di Weru, Sukoharjo, beberapa warung masih menjual petasan, seperti di warung Jon Koplo.

Suatu hari Koplo sedang membakar sampah di samping rumahnya. Datanglah Tom Gembus bersama Genduk Nicole, anaknya yang berumur lima tahun untuk jajan.

“Jajan apa, Nduk? Kamu enggak puasa?” tanya Koplo melihat Nicole yang sedang memilih jajanan. Nicole hanya nyengir senyum-senyum.

Setelah Nicole memilih jajanan, Gembus membayarnya. Bapak-anak itu lekas naik motor. Melihat Nicole, Lady Cempluk, ibunda Koplo yang sedang membakar sampah, memanggil-manggil.

“Nicole enggak puasa, ya?” godanya.

“Kan Nicole masih kecil, belum puasa. Besok kalau sudah gede saja puasanya,” kata Nicole sambil membuka jajanannya.

Melihat Nicole membuka jajanan, Gembus berkata, “Makannya di rumah saja, Nduk. Malu dong puasa-puasa kok makan di jalan.”

“Enggak mau. Maunya makan sekarang,” kata Nicole ngeyel. Gembus hanya geleng-geleng kepala. Saat ia hendak menyetarter motor, tiba-tiba terdengar suara mengejutkan.

Duar! Duar! Duar!

Suara ledakan itu beberapa kali terdengar dari sampah yang dibakar Cempluk. Perempuan tua itu kaget sampai terjengkang ke belakang. “Ya Allah, ya Allah!” serunya.

Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong
Tampilan di koran Solopos

Gembus dan Nicole tak kalah kaget. Motor mereka memang dekat dengan tempat Cempluk membakar sampah. Nicole langsung menangis histeris dan jajanannya jatuh berceceran.

Koplo bergegas mendekat. Dilihatnya sumber suara. “Walah, itu petasan terbakar. Di dalam kardus itu ada beberapa petasan.”

Bu Cempluk yang membakar kardus itu jadi merasa bersalah. “Kupikir kardus kosong, wong sudah penyok begitu.”

Beberapa tetangga ikut mendekat karena suara ledakan beruntun itu memang kencang sekali. Setelah tahu apa yang terjadi, mereka tertawa. Hanya Nicole yang masih menangis di gendongan bapaknya.

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Petasan Kobong


Kisah ini sebenarnya kejadian sudah lama. Yang mengalami saya sendiri bersama putri saya, Humaira. Kejadiannya di warungnya Bude Rumisih. Yang membakar sampah adalah Mas Eko, anak Bude Rumisih yang sulung.

Kejadian yang begitu mendadak dan cepat sekali. Saya nyaris terjengkang dari motor karena tidak saya standarkan. Humaira menangis ketakutan karena kaget. Untungnya si cantik ini tidak trauma karenanya.

Demikian cerita saya tentang petasan yang terbakar di koran Solopos rubrik Ah Tenane. Semoga menghibur bagi pembaca. Semoga saya bisa lanjut terus menulis di rubrik cerita ringan ini. Aamiin.
Cerita Lucu Bahasa Jawa: Antre Wesel

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Antre Wesel

Majalah Jaya Baya adalah salah satu majalah berbahasa Jawa yang masih eksis sampai saat ini. Majalah mingguan yang terbit di Surabaya ini menerima naskah tulisan dari para penulis lepas. Honornya juga tergolong sangat lancar.

Salah satu rubrik yang bisa dikirimi karya kita adalah Ana Ana Bae. Berisi cerita lucu kejadian sehari-hari yang disajikan dengan bahasa Jawa. Ini adalah tulisan kedua saya di Majalah Jaya Baya. Sebuah cerita ringan berjudul Antre Wesel.

 

Ana Ana Bae
Ilustrasi cerita Antre Wesel

 

Adapun cerita ini saya kirimkan melalui email pada 16 Desember 2021. Alhamdulillah berhasil dimuat di Majalah Jaya Baya edisi No. 26 Minggu IV Pebruari 2022. Saya merasa ini sebuah keberuntungan. Jujur, susah menulis cerita berbahasa Jawa.

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Antre Wesel


Irah-irahan: Antre Wesel
Dening: Wakhid Syamsudin. Sidowayah, Ngreco, Weru, Sukoharjo

Dina kuwi aku menyang kantor pos kanggo ngijolake dhuwit wesel. Sawise Pak Pos nampa wesel lan KTP-ku, aku dikongkon lungguh dhisik ngenteni kanggo dicocogake identitasku.

Lagi wae lungguh, ana sakwijining ibu-ibu teka, arep mbayar listrik.

“Ajeng perlu napa, Bu?” pitakone Pak Pos.

“Ajeng bayar listrik, Pak,” semaure ibu iku. Pak Pos nyumanggake ibu kuwi diladeni dhisik.

Sakwise rampung ibu iku, Pak Pos lungguh meneh ing ngarep komputere. “Sekedhap nggih, Mas, radhi sawetawis niki,” ujare Pak Pos marang aku.

Let sedhela teka bocah wadon enom arep mbayar BPJS Kesehatan. Pak Pos gage ngladeni bocah iku. Aku wiwit curiga, kok Pak Pos bisa nglayani listrik lan BPJS, sauntara weselku durung karampungan.

“Taksih dangu, ta, Pak?” pitakonku sakwise Pak Pos rampung nglayani BPJS.


Ana Ana Bae Jaya Baya
Foto halaman Majalah Jaya Baya


“Sekedhap, Mas,” semaure Pak Pos.

Keprungu Pak Pos banjur ngobrol nganggo telepon. “Iki wesel sing nganggo kertas. Mencet F1 apa F2, Mas?” suwarane Pak Pos marang kancane sing ditelepon.

Aku wiwit isa mbadhe apa sing kedadeyan sakbenere. Jebule Pak Pos ora ngerti carane nyairake wesel lewat aplikasi pos amarga pancen suwe ora ana wong njupuk dhuwit wesel. Mungkin aplikasi pos update anyar ora gampang dipahami dening petugas lawas sing wis umur sepuh.

Akhire Pak Pos nyerah. Dhuwit weselku ditalangi nganggo dhuwit pribadhi Pak Pos sik. “Jaluk nomer ponsel jenengan, Mas, mbok menawa mengke wesele enten masalah. Kula taksih nunggu petugas teknisi mriki,” panjaluke Pak Pos banjur menehake dhuwit honorku.

Terjemahan Cerita Lucu Antre Wesel


Judul: Antre Wesel

Hari itu aku ke kantor pos untuk menukar uang wesel. Setelah Pak Pos menerima wesel dan KTP-ku, aku disuruh duduk dulu menunggu pencocokan identitasku.

Baru saja duduk, ada seorang ibu datang, mau membayar listrik.

“Ada perlu apa, Bu?” tanya Pak Pos.

“Mau bayar listrik, Pak,” jawab ibu itu. Pak Pos mempersilakan si ibu dilayani duluan.

Setelah selesai ibu itu, Pak Pos duduk lagi di depan komputernya. “Sebentar, ya, Mas, agak sedikit lama ini,” kata Pak Pos padaku.

Sebentar kemudian datanglah seorang gadis muda mau membayar BPJS Kesehatan. Pak Pos segera melayani gadis itu. Aku mulai curiga, kok Pak Pos bisa melayani pajak listrik dan BPJS, sementara weselku belum selesai juga.

“Masih lama, ya, Pak?” tanyaku setelah Pak Pos selesai melayani BPJS.

“Sebentar, Mas,” jawab Pak Pos.

Terdengar Pak Pos kemudian berbicara melalui telepon. “Ini wesel yang pakai kertas. Pencet F1 apa F2, Mas?” suara Pak Pos pada temannya yang ditelepon.

Aku mulai bisa menduga apa yang terjadi sebenarnya. Ternyata Pak Pos tidak tahu cara mencairkan wesel lewat aplikasi pos karena memang lama tak ada orang mengambil uang wesel. Bisa jadi aplikasi pos update baru tak mudah dipahami oleh petugas lama yang sudah berusia sepuh.

Akhirnya Pak Pos menyerah. Uang weselku ditalangi pakai uang pribadi Pak Pos dulu. “Minta nomor ponselnya, Mas, siapa tahu nanti weselnya ada masalah. Saya masih menunggu petugas teknisi kemari,” pinta Pak Pos kemudian menyerahkan uang weselku.


Ide Cerita Ana Ana Bae: Antre Wesel


Cerita ini adalah kisah yang saya alami saat mencairkan wesel di Kantor Pos Weru. Wesel yang dikirim oleh bagian keuangan Majalah Jaya Baya atas naskah Ana Ana Bae pertama saya yang dimuat pada bulan Juni 2020 berjudul Marahi Emosi.

Kurang-lebih cerita aslinya sama persis dengan yang saya tuliskan. Pak Pos lupa cara mencairkan wesel. Entah saya harus merasa ini lucu atau malah miris. Wesel adalah layanan kirim uang yang dimiliki oleh PT Pos sejak zaman dulu kala. Dan kini sudah banyak ditinggalkan karena mudahnya kirim uang lewat rekening bank. Hingga Pak Pos saja sampai lupa caranya.


Sampul Jaya Baya
Majalah Jaya Baya No. 26 Minggu IV Pebruari 2022


Apapun itu, tentu banyak hikmah bisa diambil jika kita jeli. Bahwa zaman selalu berubah. Siapa saja bisa kalah ketika tidak bisa ikut perkembangannya. Nama besar pos seyogianya tetap dipertahankan dengan mengikuti perkembangan yang ada. Bersaing dengan perusahaan swasta yang banyak muncul di bidang serupa.

Mungkin ini juga cara Allah memberikan rezeki buat saya. Kejadian kecil yang bisa saya rekam dalam tulisan cerita lucu bahasa Jawa: Antre Wesel. Semoga menghibur untuk para pembaca yang mampir di blog sederhana ini.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah

Alhamdulillah, sekali lagi tulisan ringan saya berhasil dimuat di koran lokal kebanggaan warga Solo. Cerita lucu Ah Tenane di Harian Umum Solopos berjudul Kartu Nikah ini dimuat pada hari Kamis, 7 April 2022.
 
Ah Tenane Wakhid Syamsudin
Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah

Cerita ini saya kirimkan melalui email pada hari Jumat, 25 Maret 2022. Meski belum sampai sebulan jarak dengan pemuatan, cukup membuat berdebar apakah akan lolos di Solopos. Bersyukur akhirnya pagi-pagi dikirimi foto korannya oleh Bu Noer Ima Kaltsum yang memang berlangganan Solopos. Semoga Bu Noer dan keluarga sehat selalu, ya.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah


Judul cerita: Kartu Nikah
Pengirim: Wakhid S., Weru, Sukoharjo
 
Jon Koplo bahagia akhirnya bisa meminang gadis pujaannya, Lady Cempluk. Koplo yang bekerja di sebuah perusahaan tambang di Sumatra mengambil cuti untuk prosesi pernikahan dan bulan madu.
 
Sementara Cempluk yang bekerja di pabrik garmen di Sukoharjo ini hanya bisa libur beberapa hari. Tempat kerjanya sedang ramai order menjelang Ramadan.
 
Sepekan setelah menikah, Koplo ke Kantor Urusan Agama (KUA) Weru untuk menanyakan buku nikah. Di sana, dia diberi petunjuk mengunduh kartu nikah digital pengganti buku fisik.
 
Begitu mendapatkan file kartu nikah, Koplo mencari tempat yang bisa mencetaknya menjadi kartu seperti KTP. Dia bingung mencari tempat yang bisa melayani cetak kartu dan baru menemukannya di Tawangsari.
 
“Jadinya tiga hari, ya, Mas. Soalnya harus kami cetakkan ke Sukoharjo,” kata Nicole, penjaga kios.
 
“Besok saya berangkat ke Sumatra, Mbak,” kata Koplo.
 
“Ya, harus gimana lagi, Mas, kalau langsung jadi kami enggak bisa.”

Koplo akhirnya menurut. “Biarlah besok kalau sudah jadi kartu bisa dikirimkan istriku via pos,” begitu batinnya. Cempluk memang belum bisa ikut ke Sumatra.

Hari ketiga, Koplo sudah sampai di Sumatra. Cempluk yang sibuk belum bisa mengambil cetakan kartu. Dia meminta tolong kakaknya, Tom Gembus, untuk mengambilnya.
 
“Mas, minta tolong ambilkan kartu nikah bisa?” tanya Cempluk.
 
“Ini dicetak kayak KTP?” tanya Gembus. “Iya,” jawab Cempluk.

Ah Tenane Wakhid Syamsudin
Tampilan di koran Solopos

 
“Jauh-jauh amat, kan aku bisa cetak di sini, Pluk,” kata Gembus.
 
“Hah? Emangnya bisa?” tanya Cempluk.
 
“Iya, bisa. kan aku sudah lama melayani cetak kartu vaksin. Enggak harus nunggu lama bisa langsung jadi,” kata Gembus.
 
Oalah. Tiwas Mas Koplo jauh-jauh ke Tawangsari. Enggak langsung jadi pula,” sesal Cempluk.
 
Kalau di tempat Gembus, cetak kartu bisa gratis dan tak perlu mengirimnya lewat pos. Tetapi semua sudah telanjur.

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah


Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata adik saya, Nur, yang baru menikah 6 Maret 2022. Doakan, ya, semoga sakinah mawadah warahmah.

Suatu kali ia menyodorkan selembar nota pembayaran minta diambilkan cetakan kartu nikah digital di sebuah kios fotokopi di Tawangsari. Sama persis cerita di atas: suaminya, Musa, belum tahu kalau di tempat saya bisa mencetak kartu itu.

Saya mengolahnya sedemikian rupa biar bisa masuk ke Solopos pada rubrik ringan Ah Tenane. Jadilah cerita itu dimuat Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah. Alhamdulillah, semoga rezeki kita semua melimpah dan berkah. Aamiin.
Review Novel Arya-Annisa by Adintha Nafies: Cinta Sejak Kecil

Review Novel Arya-Annisa by Adintha Nafies: Cinta Sejak Kecil



Arya dan Annisa bertetangga sejak kecil. Berteman dan ke mana-mana selalu bersama. Semasa kecil, Arya kerap kali membantu Annisa menalikan sepatunya karena gadis cilik itu belum biasa pakai sepatu bertali. Hingga masa remaja saat Annisa mulai kenal berdandan, Arya mulai merasa ada yang menyusup dalam hatinya. Mereka pun mengikat persahabatan dan cinta.

Ujian hubungan keduanya muncul saat hadir Vannessa dan Nico yang masuk ke kehidupan keduanya. Apakah mereka akhirnya berpisah lantaran kehadiran dua orang baru itu? Apalagi Vanessa jelas menyatakan suka pada Arya, dan Nico pun mengungkap hal sama pada Annisa.

Itulah sepintas isi novel Arya-Annisa karya duet Adintha Nafies dan Putu Deriska ini. Diterbitkan melalui Stiletto Indie Book pada 2018, dengan ketebalan 228 halaman.

Gaya penceritaannya seperti buku diari, di mana Arya dan Annisa bergantian berkisah pada pembaca. Dengan sudut pandang orang pertama pelaku utama, tentu lebih gamblang bagi pembaca untuk mengikuti alur novel ini.

Saya membacanya datar saja. Mengikuti kata demi kata yang ditulis kedua pengarangnya. Jujur tak ada rasa penasaran muncul di tiap bab-nya. Mengalir begitu saja dan tak ada pancingan untuk menebak lanjutannya sama sekali. Benar-benar apa ya… pokoknya saya membuka tiap halamannya tanpa menikmati. Itu yang saya rasakan. Mungkin kesan berbeda akan didapatkan pembaca yang lain.

Seutuhnya, cerita dalam novel ini tidak memberi kesan di hati saya. Namun, untuk sebuah novel utuh dan selesai tentu butuh pengorbanan waktu dan energi kedua penulisnya dalam menyelesaikan hingga ending. Itu perlu dihargai.

Sekiranya itu saja ulasan yang bisa saya tulis untuk novel berjudul Arya-Annisa ini. Saya membacanya sampai selesai dalam 9 hari, untuk memenuhi tantangan membaca dari komunitas ODOP dalam program Reading Challenge ODOP 10. Dan ini baru level pertama season kali ini. Semoga bisa menyelesaikan setiap levelnya dengan baik.

Judul: Arya-Annisa | Penulis: Adintha Nafies & Putu Deriska | Penerbit: Stiletto Indie Book | Cetakan: I, April 2018 | ISBN: 978-602-336-676-7 | Tebal: 228 halaman