Loading...
Tuesday, February 12, 2019

Terjadi Sungguh-Sungguh


Sebuah rubrik mini di Harian Merapi, bernama Terjadi Sungguh-Sungguh, adalah salah satu ciri khas dari koran lokal terbitan Jogja ini. Pada rubrik ini, redaksi menerima kiriman tulisan dari pembaca dengan karakter huruf yang terbatas. Hanya satu paragraf saja. Pendek sekali? Iya. Tapi ada honornya. Nah lho!

Saya pertama kali tahu rubrik ini dari posting-an di akun facebook salah seorang kawan yang kebetulan mengabarkan tulisannya yang sering nongol di Terjadi Sungguh-Sungguh (TSS) yakni Mas Heru Prasetyo. Sangat pendek tapi langsung 'mengena'. To the point saja, dan sangat-sangat sederhana. Saya rasa setiap kita, pasti bisa membuatnya.

Akhirnya, saya kepo dan segera cari info sana-sini. Googling dan menyimpulkan sebuah informasi terkait rubrik tersebut. Ternyata, meski hanya sependek itu, tulisan yang dimuat akan mendapat honorarium. Menurut KBBI, honorarium/ho·no·ra·ri·um/ n adalah upah sebagai imbalan jasa (yang diberikan kepada pengarang, penerjemah, dokter, pengacara, konsultan, tenaga honorer); upah di luar gaji. Hehehe, sudah pada paham sih ya?

Dari sebuah sumber yang saya sendiri lupa dari mana, tapi insya Allah valid, karena saya sudah membuktikannya. Bahwa, untuk bisa dimuat di rubrik TSS kita bisa mengirimkannya melalui email. Menurut KBBI, email/ema·il/ /émail/ n adalah 1 massa berupa kaca tidak bening yang dipakai untuk melapisi benda dari logam, gelas, atau tembikar; 2 barang-barang yang diberi salutan email; 3 bahan padat berwarna putih dan keras yang melapisi dan melindungi bagian dentin mahkota gigi. Astaga! KBBI Online gagal paham rupanya! Itu kan pengertian email lapisan pelindung!

Sudahlah, email yang saya maksud beda jauh dengan apa kata KBBI di atas. Yang saya maksud adalah surat elektronik. Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronik merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet. Nah, ini baru benar. Saya curi dari sini.

Nah, tulisan singkat TSS bisa dikirim via email ke koranmerapi@gmail.com dengan subject: Terjadi Sungguh-Sungguh. Tulis saja langsung di badan email karena sangat pendeknya, jadi tidak usah repot melampirkan di Miscrosoft Word. Microsoft Word atau Microsoft Office Word atau Word adalah perangkat lunak pengolah kata yang ... eh, maaf, tampaknya ini tidak perlu!

Sekali lagi, tulisan TSS langsung saja ketik di badan email. Di bawahnya cantumkan nama dan alamat pengirim. Perlukah dicantumkan juga nomor rekening bank? Cantumkan juga tidak apa-apa. Tapi ternyata eh ternyata, Redaksi Merapi memilih jasa pos untuk mengirimkan honornya. Iya, pakai weselpos. Apa? Nggak tahu apa itu weselpos? Bentar, saya googling dulu.

Nih, ketemu. Langsung dari web resmi PT. Pos. Weselpos merupakan layanan pengiriman dan penerimaan uang yang memberikan solusi terhadap kecepatan, ketepatan dan keamanan kiriman uang Anda, secara domestik (nasional) maupun luar negeri (internasional). Weselpos ini adalah layanan milik PT. Pos, di mana kita bisa saling kirim-terima duit tanpa rekening. Jadul banget sih, apalagi zaman sekarang kan sudah ada rekening bank yang jasa transfernya free.

Kembali ke pembahasan utama. Sebagai contoh, berikut ini saya tampilkan screenshot TSS yang saya kirim ke alamat email Merapi.



Saya kirim tulisan tersebut pada tanggal 18 Januari 2019. Berhubung saya tidak punya akses melihat edisi cetak koran tersebut, maka saya tidak tahu dimuat apa tidaknya TSS saya itu. Apalagi Koran Merapi belum ada versi epaper-nya. Tapi ternyata, pada hari Sabtu yang cerah pada tanggal 9 Februari 2019, saya kedatangan Pak Pos yang mengantarkan sepucuk pemberitahuan wesel.


Satu-satunya tulisan yang pernah saya kirim ke Koran Merapi ya hanya TSS itu. Jadi saya simpulkan bahwa ini adalah honor TSS saya yang dimuat, meski entah dimuat tanggal berapa. Akhirnya saya cairkan wesel tersebut ke kantor pos pada hari Senin-nya. Alhamdulillah, lumayanlah 24 ribu untuk tulisan sesingkat itu.

Penasaran mau coba-coba juga? Silakan, jangan sungkan. TSS sendiri adalah sebuah tulisan singkat satu paragraf yang mengisahkan sebuah kejadian (nyata) yang unik, menarik, lucu, tak terduga, dan sejenisnya. Kayaknya, setiap hari, Koran Merapi butuh satu TSS kiriman pembaca untuk dimuat di sana, Pantas saja peluang dimuatnya besar.

Contoh TSS tulisan Mas Heru Prasetyo bisa dilihat di bawah ini, sebagai bahan analisa kalau mau coba ikutan kirim:




Sudah dulu, ya, saya mau jajan dulu. Mayan. 24 rebu!




4 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP