Loading...
Thursday, February 22, 2018

Dan ... Sertifikat RCO Itu Tertera Nama Saya



Apa, ya? Kebanggaan? Kepuasan? Atau apa saya harus menyebutnya? Yang jelas saya sangat bersyukur akhirnya bisa membaca nama saya pada salah satu lembaran sertifikat kelulusan RCO yang dipost di fanspage One Day One Post. Saya berterima kasih kepada Mbak Sakifah yang sudah mendesain sertifikat itu dan tidak melupakan nama saya. Semoga Allah membalas dengan pahala berlipat.

RCO adalah kependekan dari Reading Challenge One Day One Post. Tantangan membaca setiap hari pasca kelulusan ODOP Batch 4. Dan ini adalah angkatan kedua. Kali ini RCO digawangi oleh dua pije yang masih gadis, belum ada yang punya, yakni Mbak Ciani Limaran dan Mbak Sakifah Ismail.

Ikut program challenge ini, peserta wajib menyetor bacaan harian dengan mancantumkan jumlah serta quote dari halaman yang dibaca. Tantangan juga berbeda tiap tingkatannya. Dari jenis buku yang harus dibaca, fiksi atau non fiksi, dari kumcer ringan, buku tema politik, sampai buku berbahasa selain Indonesia. Juga tantangan mereview bacaan, menulis apa kesan kita, bahkan menulis cerpen yang terinspirasi dari kumcer yang dibaca.

Awalnya saat RCO ditawarkan ke grup besar ODOP Batch 4, saya masih mikir-mikir ikut atau tidaknya. Memang ini bukan program wajib, sih. Hanya saja saya pikir keras, apakah akan bisa mengikuti dengan baik, karena bisa dipastikan ini membutuhkan waktu khusus saban harinya. Harus bisa mengatur waktu, apalagi berbarengan dengan dimulainya kelas fiksi sebagai lanjutan ODOP dan meyongsong kewajiban menjadi pije pada salah satu grup kecil batch 5. Saya putuskan gabung RCO, kalau nanti akhirnya tidak kuat ya sudah akan saya tinggal ngopi. Saya bisa mundur sewaktu-waktu.

Hari demi hari selanjutnya adalah saya kembali bercengkerama dengan buku. Baik fisik maupun ebook. Di sela kesibukan harian, saya berhasil menyelesaikan setiap tantangannya, dan seingat saya, saya sama sekali tidak pernah hutang setoran. Meski kadang hanya setor jumlah minimal halaman.

Sedih juga sih saat melihat satu persatu peserta berguguran setiap kenaikan tingkat. Dari awalnya yang gabung sejumlah 33 orang, gugur di tengah jalan sebagian hingga tersisa 14 peserta yang lolos sampai tingkat akhir. Dan saya salah satunya. Saya bersyukur sekali. Saya nyaris gugur saat tantangan membaca buku bahasa selain Indonesia. Beruntung ada peserta berbaik hati yakni Ibun Irai Mahmud mengirimi saya ebook bahasa Malaysia yang menyelamatkan saya. Bahasa Malaysia yang serumpun dengan bahasa Indonesia masih bisa saya pahami, apalagi dulu saya penggemar lagu-lagu negeri jiran itu.

Dan penuh syukur, setelah mengikuti program ini selama 60 hari (17 Desember 2017 sampai 16 Februari 2018), saya terima sertifikat dari pije RCO. Saya bahagia bisa termasuk peserta lulus. Dan saya baru menyadari ternyata saya satu-satunya peserta laki-laki yang lulus, saat mengisi list nama untuk sertifikat beberapa waktu kemarin.

Harapan saya semoga saya bisa tetap meneruskan dan merawat tradisi membaca ini meski RCO sudah tamat. Kangen melihat format laporan setoran harian dan rekapan pije di grup. Ah ... jadi pengin ikut RCO yang akan datang. Semoga masih ada kesempatan itu.

Sukses ya, buat teman-teman yang lolos. Saya list di bawah deh!

1. Ciani Limaran
2. Sakifah
3. El-lisa
4. Dyah Yuukita
5. Arin Gudesma
6. Nindyah Widyastuti
7. Raihana Mahmud
8. Sovia Triana Anggurela
9. Isnaini Annisa
10. Chairul Nisaa`
11. Rika Widiastuti Altair
12. Lilik Herawati
13. Alif Kiky Listiyati
14. Wakhid Syamsudin

17 komentar:

  1. Selamat mas..
    Aku gugur euh wkwk aku tuh baca tpi masih males setoran ye ;((

    ReplyDelete
  2. Selamat om. Satu2 peserta pria yang lolos RCO 😁👍

    ReplyDelete
  3. Dan ... Sertifikat RCO Itu Tertera tanda tangan aku wkwkwk

    ReplyDelete
  4. keren, dan nama sy termasuk disana yg ... gugur :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang banget padahal. Kalau gak salah kesandung politik praktis ya? Hihi

      Delete
  5. Baca detail challengenya langsung deg-degan euy. Semoga nanti sampai pada masa menantang itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin bisa sampai Mbak Nurul! Semangat dulu ng-ODOP-nya!

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP