Loading...
Thursday, September 20, 2018

Imelda Saputra: Jadi Penulis Itu Bukan Bakat, Tapi Latihan!



Pada hari Rabu, 19 September 2018 dimulai pukul 20.00 WIB, ada tamu spesial pada acara Bincang Penulis #2 di WhatsApp Grup Komunitas One Day One Post, yakni kehadiran Mbak Imelda Saputra. Dia adalah penulis yang sudah menerbitkan belasan buku motivasi, dan tentunya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari perbincangan dengannya.

"Saya mulai menulis dari tahun 2005," katanya memulai. Penulis kelahiran 20 Desember 1984 ini mengakui, memang karyanya lebih banyak berupa buku motivasi atau inspirasi. "Royalti atau honornya cukuplah, bisa bantu orangtua cicil mobil, renovasi rumah, bahkan jalan-jalan ke luar kota bahkan luar negeri."

Mbak Imelda sengaja mengungkapkan benefit menulisnya agar peserta jadi semangat dalam menulis. "Asal bisa bikin buku bagus dan bermutu, pasti dampaknya oke," katanya.

Penulis My Unforgettable Experience,  Sejuta Warna, Inspirasi 5 Menit, dan deretan buku motivasi lainnya ini mengungkapkan bahwa menulis itu tidak perlu bakat, tidak musti punya bakat dulu. "Di keluarga saya cuma saya yang jadi penulis. Tidak ada keturunan penulis. Intinya adalah latihan setiap hari. Percuma kalau punya bakat tapi tidak dilatih. Sebaliknya, tanpa bakat tapi disiplin komitmen mau terus belajar, pada akhirnya pasti bisa."

Mbak Imelda kemudian memberikan contoh saat mau menulis artikel inspirasi. "Mulai dengan ilustrasi, bisa dengan dongeng, kisah sukses, kisah inspirasi, hasil penelitian, dan lain-lain. Memulai dengan ilustrasi akan membuat tulisan jadi lebih kuat."

Setelah ilustrasi, jelasnya, dapat menentukan tema mau dibawa kemana. "Saya banyak nulis juga tentang market place jadi saya giring ke habit, bahas tentang uang, sikap perilaku, dan lain-lain. Paragraf ketiga aplikasi, dan akhiri penutupnya dengan quote yang menarik."

Untuk pemilihan judul juga harus menarik dan bikin penasaran baca sampai akhir. Untuk ilustrasi, hindari yang sudah terlalu sering orang pakai kayak cerita KFC, Michael Jordan, Thomas Alva Edison. "Kecuali kita mau bahas yang berbeda, misal bukan tentang kegagalan, tapi tentang hidup mereka dari sisi yang lain."

Mbak Imelda juga mengingatkan agar penulis memperhatikan ejaan dan jangan sampai salah ketik, penulisan huruf besar mesti sesuai kaidah. "Banyak baca dari koran, buku, atau internet. Dengarkan radio. Perlu juga ikuti seminar biar wawasan bertambah. Semakin banyak input maka semakin banyak pula outputnya," sarannya.

Saat ditanya spesialisasinya menulis motivasi dan inspirasi, Mbak Imelda mengatakan bahwa setiap orang punya titik kuat dan nilai plus yang mungkin orang lain tidak bisa, dan di dunia penulisan motivasi itulah dia merasa harus mendalami dan tidak minat melirik yang lain. "Sukanya apa? Kalau menulis itu bisa mengalir dengan mudah, tekuni saja," katanya.

Banyak sekali pelajaran motivasi dari obrolan bersama Mbak Imelda. Ketekunan, keseriusan, disiplin, semangat yang kuat, sangat diperlukan bagi para calon penulis. Sekali lagi, singkirkan pikiran bahwa bakat menjadi penentu. Latihan dan terus latihan itu kuncinya. Jangan mudah patah semangat!

Terima kasih Mbak Imelda, atas sharing-nya yang sangat bermanfaat. Sukses selalu, ya!



8 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP