Loading...
Sunday, September 2, 2018

Yuk, Kirim Tulisan ke Majalah Hadila


Pertama kali mengenal Majalah Hadila, adalah ketika istri pulang liqa dan membawa salah satu edisinya. Saya sempat membaca-bacanya. Bagus sekali, meski majalah bulanan ini tidak dijual bebas, tapi hanya dibagikan untuk para donatur Solo Peduli, ternyata konten di dalamnya tidak asal-asalan yang hanya sebagai pelengkap laporan keuangan saja. Tapi majalah ini sangat total dalam mengupas tema yang berbeda tiap edisinya.

Tidak hanya itu, Hadila memiliki kontributor tetap yang mereka adalah para pakar di berbagai bidang yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebut saja nama-nama itu; Sholihin Abu Izzudin, Maimon Herawati, Cahyadi Takariawan, Miftahul Jinan, Farida Nuraini, Supomo, dan beberapa nama lain. M. Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting, sempat dikontrak juga jadi kontributor Hadila, sayang beberapa edisi belakangan ini sudah tidak tampak lagi di rubriknya. Mungkin habis kontrak dan belum atau tidak diperpanjang.

Majalah Hadila tercatat sudah diterbitkan sejak November 2006, dan sampai September 2018 ini sudah masuk edisi ke-135. Majalah dengan tagline “Sahabat Keluarga Menuju Takwa” ini berupaya menjadi majalah yang terbaik untuk umat. Di samping itu, Hadila memiliki perhatian yang mendalam terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat terutama pendidikan keluarga, keislaman, dan tumbuh kembang anak. Website resminya bisa kunjungi https://hadila.co.id/.

Sebagai manusia yang bercita-cita jadi penulis, saya selalu memperhatikan rubrik-rubrik pada majalah atau koran yang bisa dikirimi naskah. Begitu juga di Hadila ini. Saya melihat beberapa rubrik memang diperuntukkan untuk diisi pembaca.

1. Opini

Rubrik nonfiksi ini berisi opini yang kekinian, tema-tema yang dimuat tentu saja hal yang lagi tren. Artikel untuk rubrik ini dibatasi maksimal 4600 karakter termasuk spasi.

2. Pengalaman Rohani

Sebagaimana nama rubriknya, halaman ini khusus berisi kisah pengalaman spiritual atau kerohanian dari pembaca. Kita bisa mengirimkan kisah kita dengan sudut pandang orang pertama pelaku utama (POV 1). Tidak banyak, maksimal 2500 karakter saja. Contoh tulisan saya di rubrik ini bisa dilihat di sini.

3. Fiksi

Nah, ini untuk penyuka fiksi, bisa mengirim cerpennya ke Hadila. Tema yang diangkat seputar romantika rumah-tangga, dan cukup maksimal 6500 karakter termasuk spasi. Teman-teman bisa mengasah kemampuan dengan mengirim cerpen di sini.

Tiga rubrik di atas adalah rubrik yang bisa diisi oleh pembaca. Semua naskah bisa dikirimkan via email ke majalah_hadila@yahoo.com. Kalau dimuat ada honor yang disiapkan oleh redaksi Hadila.  Tulisan saya baru satu dimuat di sana, Pengalaman Rohani dengan honor 100 ribu dan dikirimi 2 eksemplar majalah bukti terbit. Dulu juga ada rubrik Kolom Muslimah, tapi sekarang tidak ada lagi. Tulisan istri saya pernah dimuat di rubrik itu berjudul Karena Anak Adalah Rezeki Juga, honornya sama, 100 ribu dan juga dikirimi 2 eksemplar majalah bukti terbit. Jadi cantumkan nama, alamat lengkap, dan nomor rekening bank dalam naskah yang dikirimkan.

Selain rubrik di atas, ada juga rubrik kiriman pembaca, tapi tidak berhonor seperti Tausiah (taushiah singkat lewat WhatsApp), Surat Pembaca, Sahabat Hadila (wadah ikut nampang foto kegiatan), Konsultasi Keluarga dan Konsultasi Syariah (pembaca yang mengirim pertanyaan). Untuk rubrik-rubrik ini tidak usah mencantumkan nomor rekening, ya.

Nah, saatnya ambil peluang. Yuk, kirim naskah ke Hadila. Lumayan honornya bisa buat beli novel baru. Sekaligus mengasah kemampuan menulis. Kan puas kalau ada tulisan kita bisa dimuat di media cetak. Semangat!



34 komentar:

  1. Wah masyaallah, syaratnya apa saja?

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Ayo, ayo. Insya Allah persaingan tidak terlalu ketat.

      Delete
  3. Menampung seluruh tulisan masyarakat indonesia kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah tidak terbatas masyarakat Solo, Mbak. Luar Solo Raya pun boleh.

      Delete
  4. Wah, bisa dicoba nih. Kebetulan, profilku pernah muncul di majalah ini. Matur Nuwun Mas Wahid Suden..

    ReplyDelete
  5. Save dulu.
    Makasih mas Wakhid😇🙏

    ReplyDelete
  6. Bagus nih majalah. Sarat nilai islami

    ReplyDelete
  7. Gimana cara dapetin majalah ini tapi tidak jadi donatur?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kirim tulisan, kalau dimuat ntar dikirimi 2 eks. Insya allah.

      Delete
  8. Penasaran nih tulisan mas Wakhid di majalah hadila

    ReplyDelete
  9. Perasaan tadi pagi sudah komen tapi kok ilang ya. Hehehe..mau tanya, apakah ada rubrik cerita anak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu di Hadila ada halaman khusus anak tapi sekarang sdh pisah jadi majalah sendiri, Cilukba namanya. Sejauh yg saya lihat cernaknya masih bikinan redaksi sendiri. Coba kirim cernak ke majalah Ummi, di sana ada kalau tdk salah.

      Delete
  10. ini yang kemarin dipamerkan sama ibu di solo, tentang kopdar ODOP

    ReplyDelete
  11. Wah saya mau coba kirim juga deh... terima kasih mas, sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  12. Saya nanti coba untuk kirim tulisan ke sana ah. Makasi infonya, jadi semangat untuk nulis lagi.

    ReplyDelete
  13. Harus coba kirim jg ni biar bnyk yg baca tulisan kitah

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP