Loading...
Thursday, May 17, 2018

Iklan Sirup di Bulan Ramadhan


Ketika Ramadhan menjelang tiba, maka bisa dipastikan iklan-iklan bertemakan puasa langsung berebut menyerbu televisi kita. Nyaris semua produk dibuatkan pariwara dengan tema tahunan ini. Bahkan iklan rokok pun tidak mau ketinggalan, kadang justru materinya lebih greget dan memotivasi dibanding iklan produk lain.

Salah satu iklan yang tidak akan pernah ketinggalan, adalah iklan dari produk sirup. Sirup yang segar memang identik dengan suasana buka puasa. Siapa pun sepakat bahwa sirup adalah minuman yang menggoda ketika bedug Magrib sudah ditabuh. Seolah menjadi menu wajib pembuka puasa. Bukankah kata Nabi, berbukalah dengan yang manis?

Iklan sirup biasanya menggambarkan suasana keluarga yang hangat saat menyambut bulan suci Ramadhan. Kenangan indahnya suasana tersebut dikemas apik dalam jalinan iklan yang kadang membuat haru. Kangen keluarga, kangen kampung, dan kangen berbuka puasa bersama. Balutan kreatif para pembuat iklan dalam menyampaikan pesan-pesan penuh makna membuat penonton tidak bosan menyaksikannya.

Iklan yang barangkali dibuat dengan hati, membuat penonton serasa masuk dalam suasana yang tercipta. Penikmat pariwara tidak hanya dari kalangan kaum muslimin saja, banyak pemeluk agama lain juga turut menikmati kehangatan suasana iklan tersebut.

Pernah dengar, bukan, tentang kisah seorang gadis yang memeluk Islam gara-gara tersentuh saat menyaksikan iklan-iklan sirup kala Ramadhan? Peristiwa indah ini terjadi pada tahun 2016 lalu.

Diberitakan pada waktu itu, hari Ahad tanggal 10 April 2016, ada seorang gadis muda berusia 20 tahun datang ke Masjid Daarut Tauhid Bandung. Gadis Bandung bernama Gisella ini mengikuti kajian muslimah bersama Teh Ninih sekaligus menyatakan bahwa dirinya ingin memeluk Islam.



Seusai menyampaikan taushiah, Teh Ninih memanggil Gisella maju ke depan. Beliau lalu bertanya kepada Gisella tentang alasannya ingin memeluk Islam.

Gisella segera berbicara, dikatakannya bahwa selama ini ia memeluk agama Kristen. Lahir dari keluarga Kristen. Tapi sesuai pernyataannya, selama ini, Gisella merasa hambar dengan ritual ibadah yang dilakukannya di gereja. Tidak ada ketenangan yang ia dapatkan. Bahkan baginya, acara natal pun seperti hanya basa-basi formalitas saja. Gisella juga bingung dengan konsep trinitas yang ada di agamanya dulu.

“Jujur saya bingung dengan konsep Tuhan dalam Kristen. Tuhannya ada tiga. Saya sering menanyakan itu kepada orangtua, tapi mereka tidak pernah menjawab. Saya bahkan sering dimarahi bila bertanya hal itu,” kata Gisella.

Cerita Gisella berlanjut. Sesuatu yang mengejutkan adalah pengakuannya bahwa ia tertarik dengan Islam gara-gara iklan sirup menjelang Ramadhan di televisi.

"Menjelang Ramadan, iklan sirup kan sering muncul di televisi. Isi iklannya tentang kehangatan keluarga, berbuka puasa, mudik lebaran, dan itu membuat saya mulai menyukai Islam,” jelasnya.

Gisella merasakan kehangatan suasana berbuka, sahur, dan saat hari raya yang tergambar dalam iklan-iklan sirup tersebut. Didukung lagi keberadaan teman-teman Gisella yang muslim ternyata sikapnya menyenangkan, membuatnya ingin tahu lebih lanjut tentang Islam. Gisella lalu mem-follow akun Aa Gym dan Teh Ninih di sosial media dan menemukan banyak pencerahan di sana. Hingga makin memantapkan hatinya untuk bersyahadat.

Setelah selesai bercerita, Gisella mengucapkan syahadat yang dipimpin oleh Teh Ninih, disaksikan jamaah yang hadir. Teh Ninih mendoakan agar Gisella selalu istiqamah dan memberikan sebuah Alquran sebagai hadiah.

Itulah kisah keislaman Gisella. Siapa sih yang menyangka, iklan sirup bisa menggaet hati si gadis Bandung ini?

Semoga Gisella selalu istiqamah dalam berislam, ya. Dan kita yang sudah muslim dari lahir, yuk manfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Semoga kita jadi hamba Allah yang bertakwa. Aamiin.

#RWCODOP2018
#OneDayOnePost

4 komentar:

  1. Replies
    1. Eh, Sovia, maaf ya postingannya agak gimana. Bukan berniat masuk ke ranah perbedaan keyakinan sih.

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP