Loading...
Saturday, May 26, 2018

Muhammad’s Lovers, Mengintip Cinta di Kamar Rasulullah


Judul buku: Muhammad’s Lovers
Penulis: Abdurrahman Wahyudi
Penerbit: Oase Mata Air Makna, Bandung
ISBN: 978-979-1167-40-6
Cetakan: 1, Maret 2010
Tebal: 224 halaman


Buku ini mengungkap pesona cinta kasih Rasulullah Muhammad Saw bersama istri-istri beliau. Sebuah kajian histori yang sangat bagus dibaca generasi muda Islam agar benar-benar tahu bagaimana sesungguhnya sejarah pernikahan Rasulullah dengan istri yang berjumlah total 12 orang.

Hal ini menjadi sangat penting dikaji karena seringkali musuh-musuh kita menggunakan senjata terkait banyaknya istri Rasulullah dengan serangan-serangan tidak berdasar seperti tuduhan bahwa Rasulullah mengawini istri-istri beliau berdasar nafsu belaka. Ketika generasi muslim buta akan sejarah, tentu tidak bisa menjawab setiap tuduhan yang merendahkan Nabi seperti itu.

Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, Rasulullah Saw dihadapkan pada romantika rumah tangga dengan para istri yang berbeda latar belakang keturunan, watak, usia, dan kepribadian pembawaan masing-masing. Warna cinta seperti kecemburuan, saling iri karena merasa dibedakan, bahkan permintaan tambahan nafkah, turut menghiasi romantika kehidupan keluarga Rasulullah tercinta kita ini.

Sebagai teladan terbaik, beliau sudah memberikan contoh bagaimana menyelesaikan tiap masalah dengan para istri. Kadang Rasulullah Saw menyikapi dengan santun, lemah lembut, dan romantis. Tidak jarang juga dengan sikap keras misalnya mencubit hidung, bahkan sampai pisah ranjang, hingga menceraikannya. Ada yang diceraikan juga? Iya. Dan kisah itu tidak lepas dibahas dalam buku ini.

Abdurrahman Wahyudi menyajikan kisah para istri Nabi ini dengan runut. Dimulai dari Khadijah binti Khuwailid, the true love of Rasulullah, bagaimana latar belakang keturunannya, pandangan kaumnya, dan gambaran betapa cantik dan kayanya istri pertama Rasulullah ini. Bagaimana Nabi mencintainya hingga membuat Aisyah cemburu.

Kisah cinta Rasulullah Saw dengan Saudah binti Zum’ah, sang pelipur lara. Nama yang asing mungkin, tapi wanita satu ini memiliki martabat dan kedudukan mulia di sisi Allah dan rasul-Nya. Diperistri Nabi saat tekanan hebat dari musyrikin Quraisy melanda, sekaligus harus mengasuh empat putri Rasulullah sepeninggal Khadijah. Saudah adalah seorang janda yang tinggi semangat berislamnya, cerdas otaknya, dan termasuk golongan orang-orang pertama yang memeluk Islam bersama suaminya terdahulu.

Selanjutnya kisah pernikahan dini dengan Aisyah binti Abu Bakar ra, yang sering jadi cemoohan musuh Islam. Bagaimana Rasulullah meminangnya, perlakuan beliau pada kekanak-kanakannya Aisyah, sampai gosip panas perselingkuhan yang beredar menjadi problematika pernikahan agung ini.

Lanjut kisah dengan Hafshah binti Umar bin Khattab. Inilah satu-satunya istri Nabi yang diceraikan karena tidak mampu menjaga rahasia. Hafshah juga salah satu istri yang mepelopori meminta tambahan nafkah kepada Rasulullah. Lepas dari itu, Hafshah memiliki peran dan keistimewaan tersendiri di mata Nabi.

Istri yang tidak cantik tetapi berhati mulia yang dinikahi Rasulullah adalah Zainab binti Khuzaimah. Tidak seorang pun di kalangan sahabat yang bersedia menikahinya. Sebelumnya, ia menikah dengan Thufail bin Harits bin Abdul Muthalib, yang lantas menceraikannya karena tidak memberi keturunan. Lalu dinikahi saudara Thufail yakni Ubaidah, sebagai tanggung jawab atas perceraian oleh saudaranya. Zainab dan Ubaidah termasuk pertama masuk Islam. Ubaidah syahid saat Perang Badar, dan Zainab diambil istri oleh Rasulullah untuk melindunginya.

Kemudian ada Ummu Salamah binti Suhail ra, janda Abu Salamah yang cantik, cerdas, dan bijaksana. Dinikahi Rasulullah sebagai jawaban doa suaminya yang gugur di medan jihad, yang memohonkan pada Allah agar sepeninggalnya, sang istri dikaruniai pendamping yang lebih baik dari Abu Salamah.

Istri Nabi selanjutnya adalah Zainab binti Jahsy ra. Wanita cantik yang menggemparkan dan menjadi saingan berat Aisyah. Selengkapnya baca di bukunya ya.

Kemudian ada wanita pembawa berkah yang dinikahi Nabi yakni Juwairiyah binti Harits ra. Lalu Ummu Habibah binti Abu Sufyan ra. Ummu Habibah ini adalah putri dari Abu Sufyan, yang rela hidup sederhana bersama Rasulullah daripada ikut ayahnya yang menjadi musuh Islam waktu itu.

Rasulullah juga menikahi seorang budak cantik bernama Mariyah al-Qibtiyah binti Syam’un. Darinyalah Rasulullah memiliki putra yang diberi nama Ibrahim, yang akhirnya meninggal di usia 19 bulan karena sakit.

Shafiyyah binti Huyay, seorang gadis Yahudi yang dinikahi Nabi. Sebelumnya, ia adalah tawanan perang yang akhirnya masuk Islam.

Terakhir, Maimunah binti Harits. Istri Nabi yang satu ini adalah wanita shalihah yang bisa disebut tanpa masalah. Maimunah menjadi pelopor para wanita untuk aktif memberi pertolongan pada para mujahid yang terluka dalam peperangan. Maimunah juga paling gigih dalam menjalin silarturahim antar sesama istri Nabi.

Demikian kajian sejarah cinta Rasulullah yang diulas dalam buku Muhammad’s Lovers ini. Semoga kita sebagai generasi muslim tidak buta dari sejarah seputar kehidupan Nabi sebagai suri teladan. Semoga kita tidak bosan menelisik sirah Nabawiyah sebagai bekal mengenal sosok sempurna bernama Muhammad Saw, yang agung dan kita nantikan syafaatnya kelak.

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP