Loading...
Friday, December 18, 2020

Telepon Hantu

 

Genduk Nicole sangat penakut dan terkadang membuat Jon Koplo, suaminya, jengkel sendiri. Selain kebiasaan malam-malam membangunkan untuk minta diantar ke kamar kecil, Nicole kerap menggagalkan rencana Koplo keluar malam.

Nicole takut ditinggal di rumah. Apalagi dia sedang mengandung calon anak pertama. Manjanya tambah luar biasa.

Suatu hari, teman sekolah Nicole yang bernama Lady Cempluk meninggal dunia karena menderita sakit cukup lama. Nicole sangat akrab dengan Cempluk karena pernah sekelas dan semeja saat sekolah.

Begitu kabar kepergian Cempluk muncul dari grup alumni sekolah, Nicole langsung minta diantar takziah ke rumah duka.

Malam harinya, Nicole mendadak kumat jiwa penakutnya. Beralasan selalu teringat sama Almarhumah Cempluk, ia tak berani ke mana-mana, bahkan di kamarnya sendiri ketakutan. 


 “Mas Koplo mau ke mana?” tanya Nicole melihat suaminya berdiri.

“Ya Allah, Nic, aku cuma mau ke WC. Kamu mau nungguin orang buang air besar?” sergah Koplo sambil melangkah ke WC di dekat dapur.

“Jangan lama-lama,” pesan Nicole sambil memindah kanal TV.

Koplo baru membuka pintu WC saat mendadak istrinya berteriak dari ruang depan. Nicole sudah menyusul ke ruang belakang. “Mas, ada telepon hantu, Mas! Aku wedi tenan, Mas!”

“Telepon hantu apa?”

“Lihat saja sana, HP-ku di dekat TV!” jawab Nicole sambil menunjuk ke ruang depan.

Terpaksa Koplo menunda buang hajat. Bergegas ia menuju ke depan meraih gawai Nicole dan melihat layar perangkat Android itu.Rupanya ada panggilan Whatsapp masuk dari nomor Almarhumah Cempluk. Istrinya girap-girap ketakutan karena foto profil pemanggil adalah wajah Cempluk tersenyum.

Koplo segera mengangkatnya, dan ternyata Tom Gembus, suami Cempluk. “Halo, Mas, ada apa ya?”


“Mas, mau minta tolong penjenengan kirimi token listrik dulu nggih, ini acara tahlilan di rumah malah meteran listrik bunyi tanda mau habis,” kata Gembus.

“Oh iya, Mas, segera saya kirim, sebentar,” jawab Koplo.

Setelah menutup telepon, Koplo berkata ke istrinya. “Segera kirim token listriknya, kalau kelamaan bisa ditelepon hantu lagi kamu!” kata Koplo.

Pengirim: Wakhid Syamsudin
Weru, Sukoharjo

Dimuat di harian Solopos edisi 16 Desember 2020

2 komentar:

  1. Aku pun pernah begitu. Saat itu ada telp dari alm adikku. Aku takut. Lalu, aku ingat telp adikku itu dipakai bpk..😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga adik Mbak tenang di sana, ditempatkan di tempat terindah.

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP