Loading...
Thursday, April 12, 2018

Blog Lutfi


Saya masih di perpustakaan Serba Ada ketika sejenak berhenti membaca. Agak lelah juga mata saya melahap lembaran buku. Saya pandangi sekeliling. Pandangan saya tertumbuk ke arah seorang remaja yang tengah memilih bacaan di rak buku-buku agama. Saya lekas berdiri, berjalan mendekatinya. "Mas Lutfi," sapa saya saat sudah berada di sampingnya.

Remaja asal Jombang itu agak terkejut saat saya sapa. Mungkin dia sedang fokus pada aktivitas memilih bukunya. "Eh, Mas Suden," sambutnya dengan nada setengah terkejut.

"Kupikir kamu sudah pulang bareng Sovia tadi?"

"Belum, Mas. Saya lagi cari buku yang menginspirasi buat ditulis di blog," jawab Lutfi sambil masih asyik memilih.

"Blog kamu yang https://caklutfi.blogspot.co.id itu ya?"

Remaja kelahiran 28 Juli 1999 itu mengangguk. "Iya, Mas."

"Blog kamu bagus, lho," komentar saya jujur.

"Biasa saja, Mas. Blog pemula yang masih apa adanya," katanya merendah.

"Aku berkata jujur, lho, Mas Lutfi. Tampilannya sederhana tapi elegan, tidak berat saat dikunjungi, jadi nyaman saja bawaannya kalau baca-baca di situ."

Lutfi berhenti mencari buku dan beralih memandang saya. "Memangnya Mas Suden suka berkunjung ke blog saya?"

"Sekali waktu tentu saja," jawab saya.

"Mungkin ada masukan buat blog saya, Mas?"

Saya terdiam sejenak. "Apa, ya? Blog kamu sudah keren begitu. Tombol navigasi sudah terisi dan tidak ada yang invalid link-nya. Sudah dilengkapi tombol sosial medianya. Ada logo Facebook dan Twitter yang terhubung ke akun sosmedmu, kan?"

"Iya, itu sudah saya atur, Mas."

Saya mengangguk-angguk, sambil mengingat lagi tampilan blog remaja aktivis Rumah Muda itu. "Oh, iya, ada yang kurang."

"Apa, Mas?"

"Yang di bar bawah, rombongan About, Contact, Disclaimer, Privacy Policy, dan Sitemap belum kamu sentuh, ya?"

"Iya, itu belum, Mas. Nantilah, kalau saya sudah agak longgar waktunya. Saya sedang agak sibuk nih."

"Sibuk mengurus RCO?"

Lutfi tertawa khas. Remaja satu ini memang selalu ceria di mana pun berada. "Mas Suden tahu saja."

Aku ikut tertawa kecil.

"Apa lagi masukan Mas untuk blog saya?"

"Hanya itu mungkin. Blog kamu isinya kajian ringkas keagamaan yang cukup ringan membahasnya, kamu masukkan semua kajian itu pada label Indahnya Islam yang bisa diklik langsung di navigasi Islam Kita, bukan?"

"Iya, Mas. Saya juga bikin tutorial kecil-kecilan di label Caraku."

"Tapi itu bagus dan bermanfaat lho," sambut saya tulus. "Yang Inspirasi juga keren. Sangat memotivasi berbuat kebaikan. Semoga Allah membalas kebaikan untukmu, Mas Lutfi."

"Aamiin, Mas Suden."

"Di blog-mu juga kamu tulis hal-ihwal kegiatan Rumah Muda dan Wisata yang cukup informatif. Kamu lanjutkan terus, ya. Yang semangat menulisnya," kata saya mencoba menyemangati.

"Iya, Mas, terima kasih atas review-nya."

"Sama-sama."

"Oh, iya, Mas. Obrolan kita ini Mas tulis saja di blog Mas Suden."

"Buat apa?" tanya saya.

"Saya sama Sovia berencana bikin tantangan bonus buat peserta RCO, yakni me-review blog sesama peserta. Nah, Mas Suden bisa menulis obrolan ini tadi di blog Mas. Selesai deh tugasnya."

"Jadi, blog teman yang di-review bisa kita pilih sesukanya gitu?"

"Nanti saya bagi per kelompok. Pokoknya beres saja sama saya, Mas. Nanti saya atur biar kita satu kelompok yang saling me-review. Tapi saya akan me-review blog teman yang lain biar sama rata."

"Aku sudah pasti dapat jatah review blog Mas Lutfi?"

"Nanti Mas Suden saya tulis di list nomor atas saya. Terus, biar peserta lain tidak curiga, Mas pura-pura usul agar yang di-review adalah blog di urutan bawahnya, jadi deh blog saya yang Mas Suden dapatkan."

Saya mengangguk-angguk. "Baiklah, itu bisa diatur."

"Oke, Mas. Terima kasih lho, ya, atas kerjasamanya."

Saya tertawa. "Suka-suka kamulah, Mas Lutfi."

#TantanganBonusRCO
#ReviewBlog

24 komentar:

  1. Hahaha... endingnya bikin ketawa.
    Keren ih, kereeennn.
    Saya belum BW buat review.
    Ntar buat kayak gini juga ah, #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti tulisan ini menginspirasi dong. Hahaha.

      Delete
  2. Woo ada kong kalikongnya ternyata🤔, eh tapi ini hanya fiksi ya😂

    ReplyDelete
  3. Wiih udh duluan aja om...
    Bisa buat referensi😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan jadikan referensi. Ntar menyesatkan lho...

      Delete
  4. kerennnnn, mas suden selalu deh tulisannya bkin pengen kasih jempol sepuluh (h)

    ReplyDelete
  5. Hahahahahha keren keren. Konspirasi tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  6. Aku mau tau versi aslinya lah kalau om Suden bercakap2 dg Lutfi 😁

    ReplyDelete
  7. Hehe, lucu pada akhirnya. Ketauan dah kongkalikongnya. Seperti biasa tulisan Mas Suden jempole.

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP