Loading...
Tuesday, December 17, 2019

Pilar Penopang Keluarga Sakinah


Pernikahan adalah ikatan sakral antara dua insan dalam usahanya membentuk sebuah keluarga sakinah. Sakinah adalah kata kunci bagi pernikahan idaman semua orang, terutama muslim yang senantiasa berharap ridha dari Allah Ta'ala.

DR. Mohammad Natsir dalam salah satu kesempatan memberi nasihat pernikahan berkata, "Sekadar ada rumah dan ada tangga belumlah disebut sebagai rumah tangga. Bahkan andainya rumah dan tangga yang dimaksud bernilai mahal sekalipun. Karena rumah tangga adalah sebuah sistem yang di dalamnya ada nilai-nilai yang mesti berlaku pada keseluruhan anggotanya." (halaman 3)

Makna sakinah dalam Al-Qur'an dipakai untuk menggambarkan sebuah kenyamanan, ketenteraman, dan ketenangan batin. Gambaran ini untuk menyebutkan tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang. Dengan demikian, keluarga menjadi lahan subur bagi tumbuhnya rasa cinta kasih (mawaddah wa rahmah) di antara sesama anggotanya (halaman 8).

Buku ini menerangkan makna keluarga dalam Islam, makna sakinah dalam proses pembentukannya yang dimulai dari pintu gerbang utamanya yakni pernikahan yang sah dan benar. Bahkan merintisnya sejak memilih calon pasangan hidup sesuai anjuran Nabi Muhammad Saw.

Lebih lanjut, penulis menjelaskan perlunya bersandar pada pilar yang kuat, yakni keimanan dan ketakwaan pada Allah Swt, yang indikatornya bisa dilihat dari semangat memahami agama yang meninggi, kebiasaan menghidupkan salat malam, dan segala usaha menjaga keluarga dari azab api neraka.

Pilar yang tak kalah penting untuk dikuatkan adalah komunikasi yang harmonis antara suami sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga. Suami harus bisa menjalin komunikasi yang baik dan lebih ihsan kepada istri agar tercipta suasana harmonis, dinamis, dan penuh simpatik.

Beberapa adab dalam menjalin komunikasi di antaranya adalah membiasakan tersenyum, memberi salam, bersalaman lalu bertanya terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan lebih lanjut. Memilih waktu dan suasana yang tepat saat hendak menyampaikan keinginan tertentu.

Suami dan istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing, kesiapan menerima kekurangan pasangan baik pada sisi ciptaan maupun kelakuan. Dan tak kalah penting, kesanggupan suami untuk bersabar lebih besar dibanding istri.

Pilar keluarga sakinah yang juga sangat krusial, adalah terkait nafkah. Suami harus memberi nafkah dengan usaha yang halal. Istri juga harus memiliki sifat qanaah terhadap setiap rezeki dari Allah.

Secara keseluruhan, buku tipis ini mengandung pelajaran yang besar. Di mana jika pembacanya menerapkan setiap anjuran di dalamnya, maka akan terbentuklah impian keluarga yang sakinah. Harus disadari betul, keluarga sakinah bukanlah keluarga yang sepi dari ujian dan tantangan. Tapi bagaimana menyikapi segala pernak-perniknya dengan cara ihsan.

Judul buku : Membina Keluarga Sakinah
Penulis : Muzayyin Abdul Wahhab, Lc
Penerbit : Pustaka Da'wah, Solo
Cetakan : Kedua, 2016
Tebal : iii+50 halaman

2 komentar:

  1. Islam emang indah. Semua pasti harmonis. Apalagi dg keluarga Nabi yg bisa dijadikan contoh. Anyway, bukunya recommended..ntr kucari di perpus^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Panduan lengkap ada dalam Islam.

      Btw, ini buku tipis tanpa ISBN. Buku yang terbit utk kalangan sendiri, utk donatur infak dakwah.

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP