Loading...
Monday, October 29, 2018

Secuil Cinta untuk Memeluk Masa Lalu


Judul: Memeluk Masa Lalu
Penulis: Dwitasari
Penerbit: Bentang Belia, Yogyakarta
Tebal: 132 halaman
ISBN: 978-602-1383-54-4

Aku ingin jatuh cinta dengan jutaan keajaiban yang aku rasakan saat jatuh cinta, kemudian Tuhan mempertemukanku denganmu.

Kisah tentang mantan mungkin menjadi tema yang tidak akan habis. Seperti novel ini, Dwitasari meramunya menjadi jalinan kisah cinta yang mengalir apa adanya. Perasaan dua tokoh utama yang saling suka, yang berawal dari pertemuan tidak sengaja, hingga menumbuhkan rindu dan cinta.

Kepiawaian penulis menyajikan cerita yang begitu mengalir, membuat pembaca enggan meninggalkan bacaan sebelum benar-benar tuntas. Apalagi novel ini terbilang sangat tipis untuk dibaca dua-tiga kali di lain waktu. Hanya total 132 halaman, rasanya tahu-tahu habis saja. Tapi cukup seru untuk dinikmati.

Mengisahkan Cleo, seorang penulis dengan karya yang sudah banyak terbit dan sering mengisi workshop di mana-mana. Saat Cleo menjadi pembicara di Yogyakarta, takdir menemukannya kembali dengan Raditya, seseorang yang pernah dirindukannya dan menjadi inspirasi pada cerita-cerita yang dituliskannya.

Keduanya saling jatuh cinta terutama pada perjumpaan kedua mereka ini. Tapi hubungan keduanya tidak akan pernah bisa diteruskan karena Raditya sedang menunggu hari H pernikahan dengan Ninda, sahabat dari kecilnya. Sebenarnya, Raditya belum pernah benar-benar jatuh cinta pada Ninda. Pernikahan ini semata karena ia ingin membahagiakan ibundanya yang sangat mengharapkan mantu si Ninda.

Apa yang terjadi akhirnya ketika Cleo secara tidak sengaja menemukan surat undangan pernikahan Raditya-Ninda? Jalinan cerita runut dan enak dinikmati, mengalir begitu saja, meski konflik yang disajikan jauh dari meledak-ledak. Tapi Memeluk Masa Lalu adalah sebuah novel fiksi yang enak dibaca, terutama buat yang ingin belajar menulis novel. Hal sederhana tetap akan jadi inspirasi cerita asal digarap dengan baik, seperti Dwitasari dengan kisahnya kali ini.

2 komentar:

  1. Berapa Pointnya dari 5? Mbak dwita ni penulis best seller cuman belum tuntas satupun nyelesain bukunya. Kadang bosan diawal, padahal Diksinya bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Utk novel ini sangat sederhana kok mbak. Hanya suka cara berceritanya yang mengalir.

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP