Loading...
Saturday, October 27, 2018

Sok Tahu



Lady Cempluk pernah menyapa Gendhuk Nicole yang jadi kader posyandu, saat sedang berjalan kaki lewat depan rumahnya. "Mau kemana, Mbak Nicole?" tanya Cempluk.

"Itu, ke rumah ibu risti, istrinya Mas Jon Koplo, kan lagi hamil dia."

Jon Koplo adalah warga baru di Dukuh Sidowayah, Sukoharjo. Cempluk belum begitu mengenalnya, termasuk nama istrinya juga belum tahu.


Sejak Nicole mengatakan akan ke rumah istri Koplo yang sedang hamil itu, Cempluk menyangka namanya adalah Bu Risti.

Sebagai tetangga yang baik, Cempluk sering menyapa istri Koplo tiap ketemu di jalan atau sedang bersamaan belanja di warung. Ia begitu pede menyebut nama Bu Risti pada tetangga baru itu.

"Bu Risti, mangga pinarak mampir," tawarnya saat bersama pulang dari warung. Istri Jon Koplo itu hanya menolak dengan sikap yang sebenarnya agak tidak nyaman.

Bersamaan ketika itu, lewatlah Gendhuk Nicole yang sempat mendengar obrolan keduanya. Nicole segera mampir menemui Cempluk. "Mbak Cempluk, kok manggil istri Mas Koplo Bu Risti ta, gimana kalau dia tersinggung?"

"Lo, kan waktu itu sampeyan bilang namanya Bu Risti?" protes Cempluk.

"Ya Allah, Mbak. Kemarin itu aku ke rumah ibu risti, maksudnya ibu risiko tinggi, soalnya dia hamil dan punya riwayat dua kali keguguran, makanya dia termasuk risti, risiko tinggi, bukan namanya Bu Risti!"

Mak jegagik, Cempluk kaget saknalika, jebul itu hanya istilah saja dan bukan nama orang.

"Lhadalah, jadi nggak enak, kupikir namanya Bu Risti. Wah, tersinggung nggak ya dia? Lagian Mbak Nicole ada-ada saja pakai singkatan risti segala!"

"Itu sudah istilah umum di posyandu, Mbak. Tak kira sampeyan sudah tahu," tukas Nicole.

"Wah, aku harus minta maaf nih. Jadi malu juga aku," batin Cempluk.

Sabtiyaningsih
Sidowayah RT 001 RW 006 Ngreco, Weru, Sukoharjo

 

Dimuat di harian Solopos edisi Jumat Wage, 26 Oktober 2018. Biasa, pakai nama istri, hehe.

14 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP