Loading...
Tuesday, October 8, 2019

Semua Harus Berinovasi agar Tidak Mati


Judul : The Magic of Creativity
Penulis : Peng Kheng Sun dan Rahimah
Penerbit : Elex Media
Cetakan : September 2019
Tebal : ix + 266 halaman
ISBN : 978-623-00-0543-5


Buku ini membahas kreativitas untuk mengaplikasikan kemam­puan berpikir kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Pada pemba­hasan awal diulas tentang kreativitas yang menghasilkan mode baru. Mode tidak mengenal kesempurnaan dan tidak akan pernah tercapai sampai kapan pun. Mode baru akan selalu dihasilkan kreativitas untuk menggan­tikan sebelumnya. Kadang, mode lama bisa lahir kembali dengan modifikasi.

Perkembangan teknologi merupa­kan faktor munculnya mode-mode baru (halaman 5). Selain itu, fungsi suatu produk juga memicu muncul­nya mode baru. Pada mulanya, produk diciptakan untuk fungsi hakiki, seperti sepatu sebagai alas kaki. Fungsi baru sepatu sebagai pendukung penam­pilan agar menarik, melahirkan mode-mode baru sebagai buah kreativitas.

Selain itu, kepraktisan juga menjadi alasan inovasi. Contoh, telepon dan ka­mera, ketika dituntut kepraktisan, muncullah perangkat baru berupa telepon genggam berkamera.

Pemicu mode baru lainnya juga bisa dilihat dari nilai keawetan produk. Arloji diuji daya tahannya terhadap berbagai macam kondisi, seperti gon­cangan, suhu ekstrem, dan tekanan air untuk melahirkan kreativitas produ­sen. Lebih dari itu, faktor kemewahan, kejenuhan, keindahan, eksklusivitas, hingga adanya kebutuhan khusus, mendorong orang berkreasi tak ada habisnya.

Produsen pun dituntut mengem­bangkan inovasi untuk mengganti mode lama, mencapai keunggulan da­lam bersaing, memperbanyak pilihan, membuat terobosan, meningkatkan nilai tambah, ranah ide, dan kesem­patan berkreasi. Maka tak ayal, berlaku sebuah adagium yang menyatakan, “inovasi atau mati”.


Orang-orang yang memiliki kreativitas menyadari bahwa harus selalu perubahan untuk memenang­kan persaingan. Mereka juga per­caya bahwa perubahan cenderung menghasilkan kemungkinan baru yang lebih baik. Selain itu, perubahan juga memacu mereka menghasilkan kreativitas lebih baik. Mereka mampu memanfaatkan perubahan dengan sebaik-baiknya (halaman 47).

Manusia kreatif akan mengubah masalah menjadi peluang dan menun­tut kemampuan lain, di antaranya ke­mampuan memotivasi diri sendiri baik intrinsik maupun ekstrinsik. Motivasi intrinsik bersumber dari diri sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik bersum­ber dari dunia luar. Buku ini mengulas keduanya secara mendalam.

Salah satu rahasia para genius, me­reka mampu melihat melalui pers­pektif yang berbeda. Ibarat fotografer profesional, mereka sering mengganti lensa sesuai dengan kondisi. Mereka mencoba berbagai jenis lensa, ter­masuk mengombinasikan pemakaian beberapa lensa yang berbeda untuk menemukan yang paling tepat (hala­man 172).

Sekali lagi, buku ini bisa menjadi pemantik kreativitas. Perubahan za­man menghasilkan inovasi bersumber dari gagasan kreatif yang unik dan menarik. Rasa ingin tahu yang manu­siawi juga berbanding lurus dengan kreativitas, ditopang imajinasi tanpa batas. Kita harus menyadarinya agar tak tergerus perubahan zaman.

Diresensi Wakhid Syamsudin, alumni SMU Negeri 1 Tawangsari, Surakarta
Dimuat di Koran Jakarta edisi 7 Oktober 2019, link: http://www.koran-jakarta.com/semua-harus-berinovasi-agar-tidak-mati/

24 komentar:

  1. Keren, Salam kenal dari warga konstantinopel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, semoga lulus dan semangat terus.

      Delete
  2. wah mantap nih ulasannya :) jd penasaran sama bukunya

    ReplyDelete
  3. Wah,keren nih buku
    Masukkin daftar tunggu

    ReplyDelete
  4. Baru ke berkunjung ke rumah ketua ODOP 😁

    salam kenal dari warga Nottingham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Wah serasa kedatangan tamu dari luar negeri. :)

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP