Loading...
Wednesday, June 19, 2019

Kehilangan Ibu


Gendhuk Nicole selalu diajak ikut salat Tarawih oleh orangtuanya, Jon Koplo dan Lady Cempluk, ke masjid kampungnya di daerah Weru, Sukoharjo. Meski anak perempuan, bocah berumur 3 tahun itu selalu minta ikut di barisan jemaah laki-laki bersama bapaknya. Seperti pada suatu malam di sepuluh malam terakhir Ramadan, Gendhuk Nicole Tarawih dekat Jon Koplo.


Namanya juga anak-anak, Gendhuk Nicole hanya ikut beberapa gerakan salat sebelum akhirnya keluar barisan saf dan memilih bermain-main bersama anak-anak lainnya yang juga diajak orangtua mereka ke masjid.

Saat rakaat kedua Tarawih, tiba-tiba terdengar suara tangisan Gendhuk Nicole dari barisan jemaah perempuan. Bocah itu menangis sambil memanggil-manggil ibunya. Koplo terganggu juga dengan tangisan sang anak dan merasa khawatir. Tapi salat sudah posisi tasyahud akhir, jadi ia bertahan sampai salam.

Begitu imam mengucap salam, Koplo lekas ikutan salam kanan-kiri, kemudian ia bergegas menuju ke tempat Gendhuk Nicole yang menangis. Agar tidak mengganggu jemaah lain, digendongnya Nicole keluar masjid. "Cup... cup... Sayang, nangisi apa sih, Ndhuk?"

"Huuu... Nyari Ibu enggak ketemu. Ibu di mana? Huu... huuu," begitu tangisnya malah tambah kencang.

"Eh, eh, sudah ah nangisnya. Kamu juga lucu, bukannya tadi kita cuma berangkat berdua? Ibu lagi enggak salat, Ndhuk, jadi enggak ikut ke masjid. Kan tadi sudah pamitan sama Ibu," kata Koplo mengingatkan.

Seketika Gendhuk Nicole diam dari tangisnya. Ia baru ingat ibunya tidak ikut ke masjid. Pantas saja ia cari-cari sampai muter seluruh jemaah perempuan, tidak juga menemui ibunya. "Iya, Ibu enggak ke masjid, ya, Pak? Aku lupa, Pak...."

Koplo geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli melihat kelakuan anaknya. "Makanya, apa-apa jangan terus nangis begitu!"

"Tiwas aku nangis," kata Gendhuk Nicole dengan nada lugu menyadari kekeliruannya.

"Ya sudah, ayo salat lagi," ajak Koplo akhirnya.

Pengirim: Sabtiyaningsih
Sidowayah RT 001/RW 006 Ngreco, Weru, Sukoharjo

Dimuat di harian Solopos edisi 18 Juni 2019



0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP