Loading...
Thursday, March 28, 2019

Rindu Kampung


Rindu Kampung

dalam damai
terhirup aroma padi disemai
yang dulu lalai
kini selalu terkenang, aduhai

saat kumandang asar di surau
langkah petani antara galau
biji padi sudah semanis dikau
pipit menggoda terbang dihalau
angin berdesau
mengabarkan rindu perantau

Rindu Surau

saat kecil belajar mengaji
alif sampai ya dalam eja
di surau kampung berdinding suram
berlentera dian tak kunjung padam

kapur tulis berdebu
patah kecil satu-satu
papan hitam menjadi putih
berpindah ke tangan pipi

di sana di surau itu
yang kini tak terurus lagi
pernah bertumbuh diri ini
dalam balut ilmu dan budi

Rindu Ibu

jauh
tapi hati ini sedekat saat menyusu
tanpa ada jarak ruang dan waktu

kilatan air mata saat berpamit padamu
saat diri ini hendak pergi dulu
menyayat kalbu

suaramu mendendang bertalu
dalam jiwa rapuhku
memanggil kepadamu

seperti burung terbang
ia akan kembali ke sarang
pada waktunya
pada waktuku

Rindu Kamu

tergugu saat kenangan tak bisa hilang
serasa dikau ada di sisi menemani
dalam kepedihan suka duka
menyanyikan lagu tentang cinta

betapa aku tidak mampu
seperti pungguk saja saat terjauh darimu
dikau serupa bulan di angkasa raya
jauh dan tak tergapai
tapi aku rindu

aku janji kembali
kembali aku berjanji
padamu

Dimuat di Harian Analisa, edisi 27 Maret 2019


Pada edisi 10 April 2019, puisi-puisi tersebut diapresiasi oleh Redaktur. Berikut screenshot-nya:

2 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP