Loading...
Sunday, December 10, 2017

Hati-Hati Salah Bicara di Grup WhatsApp


Saya yakin, siapa pun yang memiliki perangkat komunikasi bersistem operasi android pasti menggunakan layanan aplikasi bernama WhatsApp. Itu menjadi penanda betapa WhatsApp sangat sukses menggaet para pengguna untuk meningkatkan trafik data aplikasi populer ini. Kemudahan registrasi, tidak perlu pakai PIN segala seperti aplikasi BBM, kontak yang otomatis mendeteksi teman yang juga menggunakannya, merupakan keunggulan WhatsApp yang benar-benar menarik minat setiap orang.

Selain itu, keasyikan ber-WA, begitu WhatsApp biasa disingkat, dengan adanya layanan grup yang sangat seru. Adanya layanan grup dengan banyak anggota yang masing-masing bisa saling berinteraksi di dalamnya, adalah daya pikat tersendiri. Maka tak ayal, seorang pengguna WA bisa dipastikan mengikuti grup yang ada. Baik itu grup komunitas, keluarga besar, alumni sekolah, atau grup kantor tempat bekerja. Semua ada lengkap dan menjangkau siapapun. Tidak sedikit yang mengikuti banyak grup di sana.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kadang kita keasyikan berbalas chat di grup, sampai lupa diri sedang chat di grup mana, lalu kita menulis macam-macam bahkan berghibah atau membicarakan orang lain. Dan sering kejadian, pengguna tidak sadar sedang berada di satu grup dengan orang yang dibicarakan keburukannya. Apa yang terjadi saat kita menyadarinya? Bisa sangat fatal bukan?

Untuk menghindari salah kamar saat chating maka sebaiknya kita tetap waspada. Jauh lebih baik lagi, hindari berghibah atau membicarakan keburukan orang pada setiap chat. Itu lebih baik.

Intinya ketika ber-WA ria kita tetap harus menjaga 'mulut'. Jangan sampai deretan huruf yang kita ketik menjadi boomerang bagi kita. Ingatlah, kata-kata lebih tajam dari pedang. Dan luka karenanya sangat sulit disembuhkan. Lebih baik jadi orang yang bisa menahan diri dari pada menyesal di kemudian hari.

Kadang kita juga suka bercanda tanpa membatasi diri. Ingatlah, tidak semua anggota grup seperti kita yang mungkin enjoy dengan canda tawa. Ketika kita tidak berhati-hati, bisa jadi kita akan menyakiti hati mereka yang tidak sependapat dengan canda kita itu. Maka marilah bijak dalam bercanda.

WhatsApp atau layanan grupnya, seperti sebuah pisau. Ia bisa sangat bermanfaat, di sisi lain bisa menjadi penyebab seseorang tergores luka. Tetaplah berhati-hati.

2 komentar:

  1. sampai sekarang saya gatau gimana cara hapus chat, terutama yg typo wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya nggak ada opsi edit chat. Apa yg keluar dari mulut tak bisa ditelan lagi. hihi

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP