Loading...
Friday, January 5, 2018

Saat Badai Menghantam Sepasang AlBanna



Judul: Dilatasi Memori
Penulis: Ari Nur
Penerbit: Mizania, PT. Mizan Pustaka
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-8236-03-4


Setelah sukses dengan novel perdananya, Diorama Sepasang AlBanna (DAR! Mizan), Ari Nur mempersembahkan sekuelnya berjudul Dilatasi Memori. Yang saya baca cetakan kedua, 2009, tapi baru saya nikmati tahun 2018. Tidak mengapa lah, toh novel tidak basi dibaca kapan pun.

Novel kedua ini tentu saja masih berkisah tentang Ryan dan Rani, pasangan arsitek yang dikenal paling bahagia dan jauh dari kesan tidak harmonis dalam berumah tangga. Keduanya sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Rifki, yang sepanjang novel hadir dengan bahasa cidalnya.

Ryan masih bekerja sebagai arsitek di Kan Petra, sementara Rani dengan dibantu sang suami mendirikan PT AlBanna Associate, sebuah biro arsitektur di pinggiran Jakarta Timur. Kantor AlBanna didirikan dengan nilai idealisme dakwah yang tinggi dan menampung karyawan dari kalangan aktivis.

AlBanna dan rumah tangga Ryan-Rani baik-baik saja, sebelum kemudian diterpa badai klasik berupa isu perselingkuhan. Hadirnya Dea, kekasih Ryan di masa lalu, mengguncangkan badai itu. Aura perselingkuhan membayangi. Benarkah cinta lama bersemi kembali di antara Ryan dan Dea, meski keduanya sama-sama sudah berkeluarga?

Ari Nur mengemas dengan apik problematika rumah tangga ini. Dipadu lagi dengan munculnya sosok bernama Galih, seseorang dari masa lalu Rani yang menawarkan, "Wahai merpati yang sedang terluka. Ada sebuah sarang baru telah menantimu. Terbanglah ke sana."

Ramuan kisah mengalir begitu cantik, karakter tokoh-tokohnya berperan dengan baik. Meski pun ada kesan ketidakdewasaan seorang Rani dalam menyikapi badai rumah tangga. Pikiran yang terkesan labil, keinginan lari dari masalah, dan begitu mudah terkena provokasi dari guncangan pernikahan. Tapi mungkin ini yang memang ingin ditunjukkan penulis, bahwa Rani juga manusia. Para tokoh pendukung pun muncul dengan manisnya, ada Jaka dan Dara, Siva, Jhon suami si Dea, Pak Danu, karyawan-karyawan di Kan Petra maupun AlBanna. Tidak lupa juga ibundanya Rani yang hadir menjadi tempat pelarian putri bungsunya itu saat badai menerpa.

Cerita yang disajikan memang kisah klasik rumah tangga dengan isu perselingkuhan. Mengalir dengan enak dibaca. Meski endingnya terlalu dibuat mudah menurut saya. Dibuat kebetulan begini kebetulan begitu. Kalau di televisi kita bisa menikmati cerita yang lebih kompleks pada sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang pernah tayang di RCTI. Ada kok serialnya utuh di Youtube. Skip, hehe.

Tapi secara keseluruhan, penyajian novel ini bagus dan cukup mengaduk emosi pembaca. Ada senyum, ada jengkel, ada sedih, berpadu satu. Dan ada nilai lebih yang membuat novel ini berbobot adalah muatan ilmu seputar dunia arsitek yang dimasukkan dengan baik, cukup informatif. Juga pola pengasuhan anak yang diselipkan penulis melalui tokoh Rani dengan si kecil Rifki.

5 komentar:

  1. Penisirin... boleh kirim bukunya ke rumah pak? Hehehe 🙈

    ReplyDelete
  2. Boleh tukeran... kayaknya asik bisa saling pinjam buku, ya...

    ReplyDelete
  3. Boleh tukeran, Mas Bas. Kmrn sempat baca review ini Di goodreads, best seller kan ya dua duanya.

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP