Loading...
Tuesday, September 12, 2017

Kayaknya ODOP Ini Nih!


Menjadi seorang penulis. Itu cita-citaku. Atau tetap menulis di saat sedang berprofesi apapun. Intinya, menjadikan aktivitas menulis sebagai ruh kehidupan.

Tapi apa daya saat cita-cita itu berhadapan dengan kenyataan. Kesibukan kerja, mengurusi keluarga, kegiatan kemasyarakatan yang tidak ada habisnya? Wah... kegiatan menulis keok, gugur di tengah jalan.

Rasa Iri Memanggil

Saat mainan internet, buka media sosial, mendadak tertegun menyaksikan kawan maya yang selama ini kukenal juga suka menulis, eh tahu-tahu sudah pamer karya berwujud buku yang diterbitkan major. Wah, aku kemana saja? Iri sekali dengan kawan maya itu.

Belum lagi kalau main ke toko buku atau pun singgah ke perpustakaan. Melihat buku-buku keren bertebaran seperti mengejek kevakumanku dalam menulis. Oh, tidak...! Aku seperti harus berontak. Aku harus bisa menulis seperti mereka! Buku baru tebal ratusan halaman? Waw... kapan namaku tercantum sebagai penulisnya? Kapan?

Di jejaring sosial pun kerap kawan maya yang mengunggah capture karyanya yang dimuat di koran atau majalah. Aku iri dengan mereka. Dan rasa iri itu memanggil lantang. Ayo, kembali berkarya!

Yang Sulit Itu Istiqamah

Beberapa karyaku memang pernah berhasil tembus di majalah atau koran. Tapi itu sebatas 'pernah'. Dan yang kusayangkan, sulitnya menembus lagi. Mentok rasanya. Draft-draft tulisan mengendraft (mengendap maksudku). Ide-ide yang berseliweran kabur terbawa angin malas. Ah... sampai kapan terus begini?

Istiqamah atau konsisten dalam menjalani proses menulis adalah sesuatu yang sangat sulit, sukar, dan benar-benar tidak mudah. Seringnya justru kalah di tengah jalan. Apa yang harus aku lakukan?

Oh, Paksalah Aku!

Aku mulai berpikir, ini semua karena tidak ada yang memaksaku menulis. Padahal menulis butuh 'pemaksaan' agar terasah. Semakin banyak menulis semakin mendidik konsisten. Dan itulah yang mungkin kuperlukan.

Hari-hari berlalu. Lewat begitu saja. Beberapa blog yang kupegang pun terbengkelai. Postingan barunya mana? Aah... ayolah, siapa bisa memaksaku menulis?

Kayaknya ODOP Ini Nih!

ODOP? Ada pendaftaran ODOP? Apaan nih ODOP? One Day One Post? Begitu melihat info ini di Facebook, aku langsung coba googling dan mengunjungi web ODOP. Meski info tentang itu masih sangat minim yang kudapat dari internet, tapi aku berhasil menangkap apa sebenarnya ODOP itu.

Yang kutangkap, itu adalah wadah untuk konsisten menulis. Entah apa dan bagaimana metodenya, tampaknya aku harus ikut! Kayaknya ODOP ini nih yang kubutuhkan. Aku ingin menulis! Aku ingin terus menulis!

Nah, apakah persepsi dan ekspektasiku tentang ODOP ini bakal menjawab segala buntuku? Semoga inilah jalan itu. Welcome, ODOP! Semoga bisa lolos seleksinya. Aamiin...

6 komentar:

  1. Wow keren..karyanya udah nembus media.

    Dor...ditembak jadi mentor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nooo!! Aku blm bisa konsisten, belum bisa bener2 produktif!

      Delete
  2. wahh udah keren ini mah tinggal belajar konsisten ya hahaha

    ReplyDelete
  3. "Gile lu, Ndro!" kata Om Kasino. Alias Keren banget tulisan ini.

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP