Coretan Basayev: November 2013
Tiwas Eksyen

Tiwas Eksyen


Libur Lebaran yang lalu, Jon Koplo berencana mengajak istrinya, Lady Cempluk bersama anak pertama mereka, Gendhuk Nicole, jalan-jalan ke Taman Balekambang Solo. Untuk keperluan foto-foto, Koplo meminjam kamera saku digital milik temannya, Tom Gembus. “Mangga, dipakai saja, tapi baterenya kalau mau ngecas kudu dicabut, pake charger desktop,” pesan Gembus sambil menyerahkan kamera saku beserta charger kodoknya. Tak mau kehabisan batre, Koplo lekas mengecas batrenya.

Paginya, ketika mau berangkat ke Taman Balekambang, Koplo tak lupa mengingatkan istrinya, “Jangan lupa kameranya dibawa, Bune.”

“Iya, Pakne, sudah tak taruh tasku,” kata Lady Cempluk yang sudah berdandan cantik.

Sampailah mereka di Taman Balekambang. “Kita foto dulu yuk,” ajak Koplo penuh semangat. Dia segera menggendong Gendhuk Nicole dan mencari lokasi yang paling oke.

Cempluk mengeluarkan kamera. “Nguripke kamerane tombol mana, Pakne? Tak pencet-pencet kok nggak nyala?”

Koplo yang sudah eksyen bergaya sama Gendhuk bersungut-sungut, “Ngurupke kamera saja enggak bisa. Tombol yang ini lho!” Koplo langsung mengambil kamera yang dibawa sang istri.

“Blaik. Kok enggak mau nyala?” tanya Koplo sendiri. Tombol power dipencet tidak nyala juga.

“Tadi juga sudah tak pencet situ, Pakne,” protes Cempluk kesal juga.

Koplo jadi curiga, ia lekas membuka tutup batre kamera saku itu. “Owalaaahh… dasar kamu tuh enggak teliti, Bune. Lha gimana mau nyala, ini baterenya enggak ada!”

“Lha baterenya dimana?” tanya Cempluk melongo.

“Tak cas pakai desktop di dekat tivi, apa belum kamu cabut?”

Cempluk bersungut-sungut, “Lha yang tahu kalau dicas siapa? Sampeyan kan enggak bilang, Pakne!”

Koplo muna-muni, tapi mau gimana lagi, ia juga tidak bilang ke Cempluk kalau batere ia cabut untuk dicas. Akhirnya mereka menikmati indahnya Balekambang tanpa bisa foto-foto. Jauh kalau mau ambil batere ke rumah mereka di Weru, Sukoharjo.

Dimuat di harian Solopos, rubrik Ah Tenane Senin, 4 November 2013
Kehilangan Motor

Kehilangan Motor


Penyakit lupa nampaknya juga berjangkit pada Jon Koplo. Suatu siang, seorang anggota TNI yang bertugas di Sukoharjo ini keluar dari markas dengan mengendarai sepeda motornya. Ia berniat jalan-jalan sambil mencari menu makan siang.

Namun begitu melihat teman-temannya pada makan di warung depan markas, Koplo mengurungkan niatnya dan bergabung dengan teman-temannya. Mereka pun makan sambil guyon seperti biasanya.

Selesai makan, para prajurit ini pun berjalan kaki menyeberangi jalan dan kembali ke markas untuk melanjutkan tugas negara.

Ketika hendak pulang kerja, seperti biasanya Koplo menuju ke tempat parkir untuk mengambil motornya. Tapi apa yang ia lihat? Motornya ternyata tidak ada! Koplo curiga, pasti teman-temannyalah yang mengerjai dengan menyembunyikan motornya. Maklum, biasanya mereka memang suka guyon.

“Jangan guyon Bro, ini serius!” Koplo marah-marah kepada teman-teman kantornya.

Tapi teman-temannya yang memang tidak tahu-menahu hanya bingung dengan ulah Koplo.

“Coba, diingat-ingat dulu Plo, tadi kamu ke mana saja,” saran Tom Gembus, salah seorang temannya.

Dengan mimik serius, Koplo mencoba mengingat-ingat apa saja yang ia lakukan tadi. Tiba-tiba saja Koplo ngakak sendiri, lalu berlari meninggalkan teman-temannya yang saling pandang terbengong-bengong.

Melihat Koplo menuju ke warung makan mengambil motornya, mereka baru mudheng dan menertawai kelalaian Koplo. Untung yang tertinggal sepeda motor, coba kalau senjata? Bisa berbahaya.

Dulu, pernah dimuat di harian Solopos, rubrik Ah Tenane Senin, 17 Desember 2012
Tombok HP

Tombok HP

Kisah nyata ini adalah pelajaran bagi bocah ABG yang suka ugal-ugalan seperti Jon Koplo, warga Sukoharjo, belum lama ini. Jon Koplo adalah bocah yang suka menang sendiri, apalagi kalau naik motor blombongan-nya. Ia tak peduli orang lain terganggu suara kendaraannya yang terbuka knalpotnya itu. Akibatnya, ia harus membayar mahal tingkah ugal-ugalannya dengan HP kesayangannya.

Ceritanya, ketika berhenti di jalan raya Tawangsari-Watukelir (Weru), tepatnya di depan sebuah toko kacamata, Koplo nggleyer-nggleyer pamer motornya yang baru diisi bensin. Roeeeng… Roeeeennggg….! Suaranya benar-benar memekakkan telinga.

Hal itulah yang membuat salah satu karyawan toko kacamata bernama Tom Gembus meradang. Terganggu kupingnya dengan ulah Koplo, Tom Gembus baik pitam. Ia pun keluar dari toko getem-getem dengan muka merah. Tapi apa yang terjadi? Mendadak Gembus membatalkan marahnya malah ketawa ngakak sajak ngece melihat ke arah Jon Koplo.

Rupanya, saat Koplo nggleyer-nggleyer motornya tadi ia tidak sadar kalau HP-nya yang ditaruh di saku celana kolornya tiba-tiba saja terjatuh dan tanpa sengaja terlindas ban belakang motornya sendiri mak krepyekkk…!  Koplo kaget setelah tahu HP kesayangannya ambyar di atas aspal.  Ia turun dari motor, dipungutinya HP yang sudah tercerai-berai itu dengan misuh-misuh sendiri.

Tom Gembus yang berada paling dekat dengannya bukannya menolong malah ngguyu ngakak. “Rasakna, Leee… Hahaha…!”

Dimuat di Solopos Senin, 12 Agustus 2013