Coretan Basayev: Juli 2012
Tulisan Pertamaku di Solopos

Tulisan Pertamaku di Solopos

Awalnya, aku melihat link di Facebook dari akunnya Mbak Fitri Elfad Burhani yang memamerkan tulisan ringannya di rubrik Ah Tenane koran Solopos yang berjudul Kaos Kaki Selen. Sebagai warga Solo tentu aku tak asing lagi dengan Solopos maupun rubriknya Ah Tenane. Yaitu rubrik kisah singkat, diangkat dari kisah nyata yang unik, yang nama tokoh ceritanya harus diganti dengan Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk dan Gendhuk Nicole.

Membaca kisah yang diceritakan Mbak Fitri yang cukup sederhana, maka timbullah keinginanku menulis juga untuk Ah Tenane. Idenya sudah ada. Bahkan masih anget di otakku.

Pakai Batu Saja, judul kisah Ah Tenane yang kukirim ke Solopos lewat email. Idenya muncul gara-gara aku mau usilin ponakanku Hanun anak Mas Tri Rahmidi yang kerepotan buka sabun cairnya. Jadilah cerita sederhana ini.

Alhamdulillah, saat aku browsing website Solopos, kulihat judul kisah yang kukirim terpampang di deretan cerita Ah Tenane. Lekas kuklik dan terpampanglah kisah yang kukirim, meski dengan campur tangan editor Solopos.

Senang sekali, meski kisah sederhana yang kukirim dan bukan fiksi berat semacam cerpen. Setidaknya buat menambah semangat menulis. Dan alhamdulillah ada honornya, lumayan bisa buat jajan sama anak-istri. Hmm..., kayaknya aku ketagihan deh pengin nulis lagi. Hehehe.

Yang mau baca Ah Tenane yang kukirim, klik di sini saja.
Pakai Batu Saja!

Pakai Batu Saja!

Di rumah kulon. Sore hari. Setelah memandikan Haikal, aku harus segera mandi juga karena jam 4 harus sudah di Sidowayah, TPA.

Di sumur terlihat dua ponakanku sedang mandi di luar sambil bercanda main air. Hanun dan Dodik. Keduanya masih anak TK.

“Om, Mas Hanun nggak bisa pakai sabunnya nih...,” Dodik mengadu padaku. Kulihat Hanun memang kerepotan hendak mengeluarkan isi sabun cairnya.

“Kalau nggak bisa pakai sabun begituan nggak usah pakai yang kayak gitu,” kataku hendak mencandainya. “Pake batu saja digosok-gosok!”

“Sudah bisa kok, yee...,” sahut Hanun setelah berhasil mengeluarkan isi sabun cairnya. Dodik tertawa mendengar candaku tadi.

Aku lekas menimba air. Setelah itu masuk ke dalam kamar mandi dan melepas pakaian. Setelah lepas semua pakaian, aku tak menjumpai gayung yang biasa tersedia di situ. Oalah, dipakai Dodik sama Hanun di luar buat mandi!

“Mas Hanun, pinjam gayungnya satu dong!” pintaku sambil menongolkan kepala.

Tak kusangka, Hanun menyahut refleks dengan selorohan, “Pake batu saja!”

Waduh! Aku myengir merasa terkerjai! Hanun bisa-bisanya bilang begitu. Menahan tawa sendiri, aku terpaksa mandi dengan wadah sabun buat gayungnya. Meski kecil, lumayan dari pada nggak pakai gayung. Hahaha!

Kapok nih, mencandai Hanun!
Tuhan, Tolong Aku Lagi Terpuruk!

Tuhan, Tolong Aku Lagi Terpuruk!


Judul: Tuhan, Tolong Aku Lagi Terpuruk!
Penulis: Irhayati Harun
Tebal:154 hal
Genre: Non-Fiksi Inspiratif
Penerbit: Skylart publisher


Dalam hidup, akan datang masa di mana engkau merasa sangat terpuruk! Serasa Tuhan tidak adil dengan memberi ujian pada kita. Padahal kita bisa naik ke kelas yang lebih tinggi dengannya. So, ambil hikmah dari buku keren ini! Beli dan bacalah, engkau akan merasakan betapa keterpurukan adalah jembatan yang menuju kepada kebahagiaan!

Dalam hidup ini, tak selamanya semua berjalan dengan mulus dan sesuai harapan. Adakalanya kita harus kecewa karena tak bisa meraih apa yang kita inginkan. Tapi jangan sampai membuat kita terpuruk dan berlarut-larut dalam kesedihan. Sesungguhnya hidup ini tidaklah seberat yang kita bayangkan bila kita tahu rahasianya. Nah, dalam buku ini akan kita temukan rahasia itu. Ini adalah Buku motivasi hidup yang mengupas tentang orang-orang yang terpuruk dalam hidup mereka. Tak hanya itu, dikupas juga kiat-kiat dalam mengatasinya. Insya Allah kita tidak akan bosan membaca buku ini, karena tak melulu berisi teori-teori tapi dibarengi dengan contoh-contoh kisah terpuruk yang orang lain alami. Sehingga kita merasa tak sendiri dalam mengalami keterpurukan. Mudah-mudahan setelah membaca buku ini kita semakin tercerahkan dan bisa keluar dari masalah hidup yang menjepit.

Kita juga perlu tahu bahwa kesabaran merupakan rahasia penting untuk menikmati hidup. Sebagai contoh; bila kita terjebak macet dijalan, kita cenderung kesel dan marah-marah. Padahal bila kita mau menikmati kemacetan itu sendiri dengan mendengarkan musik atau memperhatikan orang-orang di kiri kanan kita misalnya, maka kita akan merasa lebih baik dan tak lagi stress atau marah-marah. Begitu juga bila pesawat yang akan kita tumpangi mengalami delayed atau keterlambatan beberapa jam. Tak ada salahnya kita nikmati dengan membaca buku atau mengobrol dengan calon penumpang yang lainnya. Tentu banyak cara lagi agar kita bisa menikmati hidup dengan cara bersabar.