Loading...
Tuesday, June 1, 2021

Membaca Ajakan Membaca

Resensi Silih Berganti Bandung Mawardi


Judul : Silih Berganti
Penulis : Bandung Mawardi
Penerbit : Yayasan Basis & Boekoe Tjap Petroek
Isi : xxiii + 279 halaman
ISBN : 978-623-91329-6-5

Menengok jejak kisah para tokoh ternama baik dalam negeri maupun luar negeri kita akan menemukan fakta serupa yang menjadi kebiasaan mereka yakni membaca buku. Sejak muda para tokoh besar banyak menghabiskan waktu menyelami lembaran buku, hingga bertambah usia kebiasaan itu tak bisa lepas dari keseharian.

Bandung Mawardi menulis esai-esai tenger yang cukup ampuh memantik bara api semangat membaca buku. Penulis yang setiap hari bergumul dengan kertas koran ini tak pernah lelah menuliskan kliping penanda baca baik di status media sosialnya maupun di media massa. Ia selalu menuruti rangsang mendokumentasikan lembaran berita dengan menangkap kaitan dari peristiwa satu dan lainnya.

Pada esai pembuka berjudul Pemangku Buku, penulis menampar orang-orang yang mengaku sebagai penerus ideologi hasil pemikiran Presiden Soekarno dengan mengajak mengenangnya sebagai pembaca buku. Bahwa Sang Singa Podium adalah pembaca teliti, serius, dan kritis. Pesan di patung Bung Karno “Kutitipkan bangsa dan negara ini kepadamu”, lebih tenar daripada pesan sejarah “Kutitipkan buku ini kepadamu”.

Sampul Majalah Utusan Mei 2021
Sampul Majalah Utusan Mei 2021

Kumpulan esai ini sungguh menggelitik kita dengan berbagai isu yang disorot. Bandung bebas menyampaikan kritik pada hal-hal yang dianggapnya tak esensial. Ia tunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan pemahaman kehidupan. Penyampaiannya yang santai tapi penuh gizi mengalir begitu saja. Sesekali kita akan tersentil, terharu pada kenangan-kenangan, dan kesal sendiri dengan fenomena kehidupan di sekitar kita.

Secara utuh, kita memang diajak membaca. Membuka mata pada realita dan meningkatkan kualitas pemahaman mendalam terhadap apa saja yang bisa kita jadikan titik tetenger. Buku yang layak kita baca, sebagai pengingat agar kita tak bosan membaca. Seperti kata Rm. Sindhunata dalam kata pengantar. “Untuk menangkal banal yang telanjur dialami kebanyakan kita di sini,” tandasnya.

Peresensi: Wakhid Syamsudin
Dimuat di Majalah Utusan edisi Mei 2021

Next
This is the most recent post.
Older Post

2 komentar:

  1. Bukunya sangat rekomended sekali mas Wakhid. Nice review.
    Selamat juga resensinya sudah dimuat di majalah Utusan. Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kunjungannya, Mas... Alhamdulillah review ringan dari buku berat. Hehe.

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP