Loading...
Saturday, May 9, 2020

Perjuangan Revolusi Seorang Larasati


Novel roman racikan Pramoedya Ananta Toer ini berjudul Larasati, berkisah tentang masa sulit yang dialami rakyat Indonesia pasca kemerdekaan dan agresi militer Belanda yang belum rela kehilangan bumi pertiwi ini sebagai jajahannya. Gejolak Revolusi sekitar 1945-1950 ini diceritakan dari kaca mata seorang bintang film bernama Larasati atau lebih dikenal dengan nama Ara. Demi karirnya, Ara harus meninggalkan Yogyakarta menuju Jakarta dengan kereta. Drama kehidupan bergulir di depan matanya, melihat kondisi politik tak menentu dengan kesengsaraan rakyat jelata.

Ara bertemu kenalannya, Mardjohan yang menjadi seorang sutradara. Ia menawari Ara bermain dalam film dokumenter tentang pengungsian dari sudut yang menguntungkan pihak penjajah. Tapi Ara tak sudi harus menjadi anjing Belanda demi menjadi artis dengan bayaran mahal, dengan mengorbankan rasa nasionalismenya. Meski ia bukan manusia suci, bahkan sering berpindah dari pelukan satu pria ke pria lainnya, tapi jiwanya masih setia pada Revolusi. Dibantu Martabat, seorang sopir NICA, Ara kabur dan berhasil bertemu Lasmidjah, ibunya, yang bekerja sebagai babu di rumah orang Arab.

Kisah bergulir, hingga suatu malam Ara terjebak pada situasi menegangkan, di mana ia terlibat penyerangan terhadap pasukan NICA oleh para pemuda Republik. Menyaksikan sendiri pertempuran yang membuat ketakutannya menjadi sebuah keberanian yang nekat.

Keberadaan Ara di rumah ibunya juga diketahui oleh Jusman, majikan sang ibu yang kemudian mencari-carinya, hingga Ara akhirnya jatuh ke pelukan pria Arab tersebut. Saat terjadi peristiwa penembakan pada pria itu, Ara dihadapkan pada pilihan untuk setia pada pasangan tak resminya itu atau masa bodoh, sejatinya seorang Jusman tidak ada gunanya sama sekali untuk Revolusi.

Novel roman ini cukup membantu pembaca bisa turut merasakan bagaimana situasi masa Revolusi, di mana rakyat bersahabat dengan kemiskinan dan ketakutan. Bagaimana perjuangan para pemuda Republik dengan semangat Revolusi. Meski saya pribadi kurang greget dengan tokoh utama yang satu sisi karakternya kuat dalam sikap Revolusi tapi tahu-tahu begitu lemah dan mudah putus asa bahkan membiarkan Revolusi perlahan lenyap.

Tapi apapun itu, novel roman ini cukup apik menjadi bahan bacaan anak bangsa agar tahu bagaimana beratnya masa perjuangan. Rekaman kisah heroik kepahlawanan yang dilengkapi segala kemunafikan kaum revolusioner, keloyoan, omong banyak tapi kosong dari para pemimpin, pengkhianatan dan romantisme percintaan. Potret itu dibingkai oleh seorang artis pelacur bernama Larasati.

Judul: Larasati
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan: ke-9, Desember 2015
ISBN: 978-979-97312-9-6
Tebal: 184 halaman

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP