Loading...
Thursday, May 7, 2020

MMC


Hubungan kakak-adik tak akan berkesan jika tanpa bertengkar, terutama sejak masih kanak-kanak. Begitu juga Kak Haikal dengan Dik Rara. Berdua saja kalau ribut bikin ayah-bundanya puyeng.

Belakangan ini kedua bocah itu memang sering bertengkar. Biasanya sih Kak Haikal jengkel kalau bermain diikuti sama Dik Rara. Apalagi kalau Dik Rara ikut merusuh saat Kak Haikal main lego. Kak Haikal sempat berkata dengan kesalnya, “Humaira MMC!”

MMC? Apaan tuh, Kak? Saat ditanya apa singkatan dari MMC, Kak Haikal menjawab, “MMC itu marai emosi! Keren, kan? Aku sendiri lho yang bikin singkatannya!”

Ayah senyum saja melihat Kak Haikal membanggakan otak-atik singkatan hasil karyanya sendiri itu.

Begitulah anak-anak, hari demi hari selama menjalani kehidupan di rumah saja, Kak Haikal yang cukup penurut tidak pergi main ke mana-mana. Hanya sesekali main ke rumah sebelah, tempat Dik Arkan. Ke mana saja sang kakak pergi, Dik Rara selalu berusaha ikut. Dan tentu saja sering bikin Kak Haikal merasa terganggu.

Suatu malam menjelang tidur, usai sudah jamaah Tarawih di rumah. Dik Rara yang tumben belum tidur minta dikeloni Bunda, Kak Haikal juga tiduran di sebelahnya. Tapi keduanya belum juga memejamkan mata.

Ayah ikut bergabung. Ayah mengajak keduanya main tebak-tebakan dan tanya jawab.

“Dik Rara siap?” tanya Ayah. Dik Rara segera menjawab mantap, “Siap!”

Ayah melontarkan pertanyaan-pertanyaan sepele kepada si kecil. “Air yang turun dari langit disebut apa?”

“Hujaan!” jawab Rara penuh percaya diri.

“Betul!” nilai Ayah.

Lalu Ayah beralih pada Kak Haikal, “Kakak siap?”

“Siaplah...”

“Pertanyaannya, mengapa banyak yang suka marah sama orang yang malas, padahal kan dia tidak ngapa-ngapain?”

Kak Haikal dibuat bingung mencari jawabannya. Ayah hanya tertawa melihat tingkah si sulung yang berpikir keras. Sampai akhirnya ia menyerah!

“Yakin menyerah?”

“Mmm, iya, menyerah! Susah jawabannya!”

Ayah tersenyum lalu berkata, “Jawabannya adalah ... MMC!”

Kak Haikal melongo. Bunda tertawa. Kakak lalu menepuk jidat, “Padahal itu aku yang menciptakan ya! MMC, marai emosi!”

Tawa kami pecah bersama-sama. Dik Rara yang entah paham atau tidak pun ikut tertawa!

*marai emosi (bahasa Jawa): bikin emosi.

#Ramadan1441H
#RamadanDiTengahCorona

2 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP