Loading...
Saturday, April 25, 2020

Kebiasaan Berbagi


Kak Haikal sejak kelas satu MI sudah terbiasa berpuasa penuh di bulan Ramadan. Bahkan dua tahun terakhir ini selalu puasa utuh seharian. Meski awalnya suka merengek minta minum atau mengeluh kelaparan, tapi lama-lama juga sudah terbiasa. Salat lima waktu pun tidak ada yang bolong. Bahkan sebelum mewabah corona, sebagian besar salat dilaksanakan di masjid.

Bunda sempat khawatir saat ada imbauan beribadah di rumah seperti sekarang. Bunda takut kebiasaan berjamaah di masjid yang dilakukan Kak Haikal terkena imbas lantaran sekarang musti salat di rumah. Ayah juga bertahan untuk tidak ke masjid meski beberapa jamaah yang tinggal dekat masjid memaksa jamaah di sana. Ayah yang juga sekretaris takmir, ikut membuat keputusan meniadakan jamaah untuk sementara, maka merasa tidak tepat jika melanggar dengan ikut sekelompok kecil itu berjamaah ke masjid.

Puasa hari pertama, Dik Rara tidak puasa, tentu saja. Bocah PAUD ini belum tahu apa itu puasa. Saat ia makan biskuit, ia menangis lantaran Kak Haikal tidak mau menerima biskuit yang hendak ia bagi. Kak Haikal menolak karena ia berpuasa. Akibatnya Dik Rara menangis dan mengadukannya pada Bunda.

Bunda mencoba menjelaskan kalau Kak Haikal berpuasa dan baru boleh makan kalau sudah azan Magrib. Tapi dasar si cantik ini tidak mau tahu, tetap saja menangis dan maunya si kakak harus ikut makan biskuit bersamanya. Ada-ada saja bocah ini.

Dik Rara memang terbiasa berbagi pada kakaknya. Apapun. Kalau ia jajan, pasti beli dua. “Yang satu buat Kakak,” katanya. Bahkan kalau ada yang memberi makanan, ia selalu memintakan juga buat kakaknya. Pokoknya kalau ia dapat sesuatu, Kak Haikal juga harus mendapatkannya.

Yang agak lucu juga di antaranya adalah ketika pagi, saat ia pengin beli bubur kacang ijo jualan seorang tetangga, ia selalu minta dibelikan dua. Satu buat Kakak. Padahal si kakak tidak suka makan bubur kacang ijo. Agar si adik tidak menangis, Kak Haikal dipaksa pura-pura mau kalau dibelikan bubur itu, meski nantinya yang makan bundanya.

Dan kini saat puasa, ternyata Dik Rara memaksa kakaknya untuk turut makan biskuit yang ia bawa. Kak Haikal menolak meski adiknya menangis. Sementara Bunda tetap berusaha menjelaskan tentang puasa pada Dik Rara. Gemas jadinya, kan….

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP