Loading...
Sunday, March 15, 2020

Membaca Kisah Garsini


Novel Jejak Cinta Sevilla adalah salah satu karya Pipiet Senja, salah satu penulis produktif Indonesia. Buku ini diberikan cuma-cuma oleh seorang teman facebook saya: Dia Gaara Andromeda. Terima kasih, Mbak, semoga Allah melancarkan segala rezeki dan memudahkan semua urusanmu.

Tokoh utama novel ini adalah Garsini. Seorang dara yang selalu memegang teguh keyakinannya dengan hidup istikamah. Masa kecilnya yang diwarnai kekerasan dalam rumah tangga atas perlakuan sang ayah yang temperamental, suka memukul ibu dan adik-adik Garsini, bahkan juga dirinya.

Ayah Garsini berdarah batak, menikahi istrinya tanpa restu keluarga besar. Kebiasaannya buruk, suka marah-marah, emosional, mudah sekali banting-banting barang.

Ibu Garsini adalah seorang penulis. Ia sering sakit-sakitan. Kerap menerima tindak kekerasan suaminya. Diabaikan meski kondisi sakit. Sosok yang tegar, berusaha menjaga rumah tangga dari kehancuran.

Tokoh lainnya adalah Dokter Haekal yang menyukai Garsini. Apakah ia jodoh Garsini? Baca saja novelnya sendiri. Hehehe.

Adik Haekal yang bernama Selly, aktivis yang membuat Garsini mengenal agamanya lebih dalam, hingga mampu mengubah penampilannya lebih islami. Sosok yang menginspirasi Garsini.

Banyak lagi teman-teman Garsini di luar negeri karena memang novel ini selain bersetting di Depok, juga di Jepang, Prancis, dan Jeddah.
Untuk penceritaan novel ini menurut saya banyak yang dipaksakan seperti sinetron. Banyak adegan yang terlalu mudah terjadi, sehingga kurang menarik.

Sosok Garsini pun digambarkan terlalu sempurna, selalu dipuji di mana tempat. Cara pemujiannya sangat berlebihan dan juga dipaksakan.

Novel 464 halaman ini sangat lamban bagi saya untuk menghabiskannya. Jujur, tidak ada yang memancing rasa penasaran dalam tuturan kisahnya. Barangkali karena saya baca sebagai salah satu jenis buku wajib pada tantangan baca Reading Challenge ODOP, maka saya bisa menyelesaikannya.

Tapi yang membuat salut adalah produktivitas Pipiet Senja dalam berkarya. Seperti kata Joni Ariadinata: "Satu hal yang paling mengharukan dari Pipiet Senja adalah kesetiaan. Di usia yang tidak terbilang muda, ia terus menulis. Ia adalah penulis serba bisa yang patut menjadi contoh bagi para penulis muda."

Judul: Jejak Cinta Sevilla
Penulis: Pipiet Senja
Penerbit: Jendela (Zikrul Hakim)
Cetakan: I, Maret 2020
ISBN: 978-979-063-522-7
Tebal: 464 halaman

2 komentar:

  1. Betul. Luar biasa produktifnya Pipiet Senja. Favorit saya novel Lukisan Rembulan.

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP