Loading...
Saturday, February 8, 2020

Misteri Pembunuhan di De Harmonie


Judul: De Harmonie
Penulis: Yanti Soeparmo
Penerbit: Laksana
Cetakan: I, Maret 2011
ISBN: 978-602-978-534-0
Tebal: 384 halaman

Kisah dimulai dengan pergelaran peringatan ulang tahun Ratu Wilhelmina di Societeit De Harmonie, gedung pertemuan termewah di Batavia pada masa kolonial Belanda. Di tempat parkir kereta kuda, ditemukan sesosok mayat pria Belanda dengan pisau menancap di dadanya!

Dokter Rafael van Den Berg mengaku membunuh pria yang ternyata seorang pensiunan perwira militer, Mayor Laurens Vlekke. Tidak hanya Dokter Rafa yang mengaku, ada seorang perempuan pribumi bernama Salma juga mengaku dialah pembunuh sebenarnya. Inspektur Jacques Hasselar, perwira penyidik dari Hoofdburrau yang menangani kasus tersebut lekas menahan keduanya, dan melakukan penyelidikan mendalam.

Ternyata, Dokter Rafa dan Salma adalah sepasang suami istri. Salma dinikahi Dokter Rafa saat bertugas di Garut, tapi belum mendaftarkan pernikahan mereka ke pencatatan sipil. Mereka terpisah saat terjadi penyerangan militer terhadap rakyat Leles pada Juli 1919 terkait perlawanan rakyat Garut atas sistem Agraria yang merugikan rakyat.

Dalam perkembangan penyidikan kematian Mayor Vlekke, tidak hanya dua sejoli itu yang jadi tersangka. Muncul dua tersangka lainnya, seorang pemuda bernama Daniel dan kusir kereta pribadi Mayor Vlekke bernama Midin. Siapa dari keempat tersangka yang benar-benar telah menghabisi nyawa Mayor Vlekke?

Novel berlatar sejarah ini ditulis dengan cantik oleh Yanti Soeparmo, mantan wartawan Mandala. Kisah bergulir mundur ke awal pertemuan Rafa dan Salma hingga menikah dan terpisah. Salma bekerja sebagai pelayan di De Harmonie untuk mencari keberadaan suaminya. Salma membantu Mayor Vlekke menyeterika jasnya yang ketumpahan sup. Pembunuhan Vlekke tepat saat Salma mengantar jas itu ke parkiran kereta kuda Vlekke. Rafa memergoki Salma yang berlari ketakutan saat melihat mayat itu.

Inspektur Hasselaar benar-benar profesional dalam mengungkap kasus ini. Bisa dibilang, kecerdasannya telah membuat ia berhasil menemukan pembunuh sebenarnya. Banyak hal tak terduga bermunculan selama penyidikan, hingga pembaca mau tidak mau ikut berdebar dan penasaran akan akhir dari novel seru ini.

Selain disajikan konflik yang cukup mendebarkan, kita juga disuguhi pemandangan Batavia pada masa kolonial. Banyak nama-nama tempat bersejarah hadir di sini dengan sisipan catatan kaki. Meski banyak fakta sejarah terkait lokasi, namun pengetahuan itu tidak membuat novel ini jadi berat, hanya berbobot tentunya.

Yanti Soeparmo sangat piawai mengolah cerita pembunuhan Mayor Vlekke ini, dengan kejutan-kejutan di sana-sini. Pembaca seakan tak mau berhenti membuka lembar demi lembar novel agar lekas sampai pada ujung cerita. Menarik, dan sangat layak dibaca. Usai baca novel ini, saya jadi penasaran dengan karya-karya Yanti yang lainnya. Semoga berkesempatan membaca novel-novelnya yang lain.

3 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP