Loading...
Saturday, February 1, 2020

Bacaanku Sepanjang Januari 2020


Tak dipungkiri, agar bisa menulis, kita harus 'bisa' membaca. Untuk itulah, pada 2020 ini saya berusaha merutinkan membaca, dan mencatatnya sekaligus pengingat akan apa yang pernah saya baca. Berikut ini apa saja yang saya baca pada Januari 2020:

Cerpen:
  1. Cerpen Koloni Rayap karya Kristin Fourina yang dimuat di Minggu Pagi No 38 Th 72 Minggu IV Desember 2019) tentang seorang anak yang mengenang ibunya melalui laron-laron yang beterbangan di pagi hari pada musim penghujan.
  2. Cerpen Gebyok Lotus karya Widjati Hartiningtyas yang dimuat di Majalah Femina Februari 2018 tentang gebyok berdaun pintu berukir lotus yang menyimpan banyak rahasia, yang kepadanya si tokoh utama mengadukan berbagai hal.
  3. Cerpen Menantu Elektrik karya Yeti Islamawati yang dimuat di Majalah Hadila April 2019 tentang seorang menantu yang hanya bisa masak makanan serba instan dan peralatan serba listrik yang dianggap praktis.
  4. Cerpen Kalung karya Moh. Romadlon di web PojokPIM tanggal pemuatan 2 November 2019, tentang seorang pemulung yang menemukan kalung dan berusaha mengembalikan ke pemiliknya
  5. Cerpen Tulah Kemarau karya Marwita Oktaviana di Koran Solopos edisi 5 Januari 2020, tentang kemarau panjang yang meresahkan semua orang.
  6. Cerpen Detik-Detik Keberuntungan karya Ken Hanggara yang dimuat di Kurung Buka tanggal tayang 15 Desember 2019, tentang seseorang yang menjadi saksi mata sepasang kekasih bunih diri.
  7. Cerpen Ziarah Lumpur karya Kartika Catur Pelita yang dimuat di website maarifnujateng.or.id tanggal pemuatan 14 Desember 2019 tentang seorang yang hendak ziarah ke makam neneknya, tapi kampung tempat kuburnya dilanda musibah tenggelam oleh lumpur.
  8. Cerpen Selembut Angin Siang karya Komala Sutha yang dimuat di koran Tanjungpinang Pos, 5 Januari 2020 tentang persahabatan Nadia dan Elma yang nyaris renggang gara-gara Andre memutuskan Nadia dan Elma disangkakan sebagai penyebabnya.
  9. Cerpen Padang Ilalang dan Kunang-Kunang karya Yeni Purnama Sari yang dimuat di detik.com pada Minggu, 05 Jan 2020 berkisah tentang kenangan dengan seorang bernama Hana di sebuah padang ilalang.
  10. Cerpen Rumpaka karya Syukur Budiarjo yang dimuat di situs maarifnujateng.co.id tanggal pemuatan 4 Januari 2020, yang berkisah tentang seorang anak ustaz yang bunuh diri karena hamil di luar nikah.
  11. Cerpen Perempuan yang Setiap Pagi Memandang Gunung karya Irul S Budianto yang dimuat di Minggu Pagi No 40 Th 72 Minggu II Januari 2020, berkisah perempuan yang mencoba memaknai keberadaan gunung dan kodrat kewanitaannya.
  12. Cerpen Pemanggil Air karya Ahmad Taufik Budi Kusumah SPd yang dimuat di koran Kedaulatan Rakyat, 05 Januari 2020, berkisah tentang peringatan si Pemanggil Air sebelum Gunung Batu dijual oleh para pejabat.
  13. Cerpen Kematian Riskan karya Agus Salim di situs apajake.id tanggal pemuatan 9 Januari 2020, tentang Riskan yang menganggap diri telah mati setelah berpisah dengan istrinya karena kesalahannya sendiri. 
  14. Cerpen Ketika Penulis Pemula Berpikir Tentang Penulis karya Yuditeha di situs apajake.id tanggal pemuatan 9 Januari 2020, tentang seorang penulis bernama Lukaveda yang bukunya banyak terbit tapi dianggap tulisannya tak berbobot oleh para penulis senior.
  15. Cerpen Yang Menelan Istrinya karya Pangerang P. Muda yang dimuat di koran Padang Ekspres, edisi 5 Januari 2020, tentang Bollo yang mencari ikan besar yang ia percaya telah memakan istrinya.
  16. Cerpen Lengkung Langit yang Sama karya Susy Ayu Tearne yang dimuat pada tabloid Minggu Pagi No 41 Th 72 Minggu III Januari 2020, berkisah tentang Grant yang selalu ditolong arwah Isabel, istrinya.
  17. Cerpen Sepasang Tangan di Jendela karya Dody Wardy Manalu yang dimuat di situs detik.com pada Minggu, 12 Jan 2020, berkisah tentang perkenalan Tiur dengan seorang pemuda sebelah rumah yang awalnya hanya kenal lewat tangannya yang terlihat di jendela.
  18. Cerpen Hikayat Pencopet karya Edy Firmansyah yang dimuat di Solopos edisi 19 Januari 2020, tentang bos copet yang sadar
  19. Cerpen Serigala Malam karya Indra Tranggono yang dimuat di Kedaulatan Rakyat edisi Minggu, 19 Januari 2020, tentang anak-anak muda jalanan yang mencari mangsa tindakan klithih mereka. 
  20. Cerpen Fatma dan Lidahnya karya Majenis Panggar Besi yang dimuat di Suara Merdeka 21 Oktober 2018, tentang Fatma yang hendak menghadiri pernikahan saudaranya.
  21. Cerpen Salju-salju yang Berjatuhan di dalam Dadaku karya Majenis Panggar Besi yang dimuat di Media Indonesia 24 Desember 2017, tentang Yolendra yang datang membawa bingkisan dan kabar kematian. 
  22. Cerpen Mimpi Berjumpa Gus Dur karya Aljas Sahni H yang dimuat di Kedaulatan Rakyat edisi 12 Januari 2020, tentang sosok Gus Dur yang mendatangi orang-orang dalam mimpi mereka, termasuk presiden. 
  23. Cerpen Perut karya Herumawan PA yang dimuat di Minggu Pagi No 42 Tahun 72 Minggu IV Januari 2020, tentang perut lapar bagi seorang pemulung. 
  24. Cerpen Perempuan Hybrid karya Pensil Kajoe yang dimuat di Kedaulatan Rakyat 6 Oktober 2019, tentang sosok perempuan hybrid yang berprofesi pemuas nafsu laki hidung belang. 
  25. Cerpen Lelaki Berdasi karya Sutono yang dimuat di Kedaulatan Rakyat 8 September 2019, tentang orangtua yang menginginkan anaknya berprofesi sebagai lelaki berdasi. 
  26. Cerpen Lelucon Para Koruptor karya Ganda Pekasih yang dimuat di Kedaulatan Rakyat 21 Juli 2019, sebuah parodi tentang koruptor di negeri ini. 
  27. Cerpen Selembar Daun yang Jatuh ke Bumi karya Nina Rahayu Nadea yang dimuat di Pikiran Rakyat edisi 19 Januari 2020, tentang seseorang yang selalu mengamati daun yang jatuh ke bumi, akibat sebuah kenangan. 
  28. Cerpen Mencari Kepastian karya Beni Setia yang dimuat di Kedaulatan Rakyat edisi 26 Januari 2020 tentang seorang anak yang tak tahu kapan hari lahirnya yang harus dirayakan.
  29. Cerpen Sebuah Fragmen di Bioskop karya Titik Kartitiani yang dimuat di Femina No.25/XLV/Juli 2017 tentang dua insan yang bertemu terakhir kali sebelum berpisah, di sebuah bioskop dengan film tak bagus.
  30. Cerpen Kakek Pencari Kayu Bakar karya Ratna Ning di Pikiran Rakyat 26 Januari 2020 tentang seorang kakek penjaga masjid yang setiap hari mencari kayu bakar.
  31. Cerpen Sri karya Jassy Ae di Solopos edisi 26 Januari 2020 tentang Sri dan pergolakan batinnya sebagai seorang wanita.
Cerkak:
  1. Cerkak Kangen karya Sugiarto B Darmawan yang dimuat di Solopos, 7 Maret 2013, berkisah haru tentang dua pemuda desa yang merantau dan kangen kampung halaman.
  2. Cerkak Pagupon Kanggo Mbah Pon karya Budi Wahyono yang dimuat di Solopos edisi Kamis, 21 Februari 2013 berkisah tentang Mbah Pon yang hartanya dihabiskan anak tirinya yang terlibat utang.
  3. Cerkak Sor Kemuning karya Djayus Pete yang dimuat di Majalah Jaya Baya edisi No.16 Minggu III Desember 2017, tentang Soma Sadi yang meninggal minta pada anak-anaknya untuk dikubur di bawah pohon kemuning di pekuburan desa, yang ternyata dekat makam mantan kekasihnya.
  4. Cerkak Tangga Sisih Omah karya Fadmi Sustiwi yang dimuat di Kedaulatan Rakyat edisi Minggu, 19 Januari 2020, tentang seorang perempuan cantik tetangga rumah yang mengontrak hanya dua bulan. 
  5. Cerkak Kaos Bolong lan Dhaster Suwek karya Winda Dwi Lestari di Solopos, 23 Januari 2020, tentang pakaian orangtua yang tak diperhatikan demi anak.
  6. Cerkak Mas Darma, Mitraku karya Suryadi Ws yang dimuat di Majalah Jaya Baya edisi No.1 Minggu I September 2017, tentang teman lama yang sakit dan selalu mengharap kehadiran teman sebelum meninggal.
  7. Cerkak Sobrah Julikah karya Bambang Hermanto yang dimuat di Solopos 30 Januari 2020, tentang perempuan bernama Julikah yang berprofesi sebagai penyenag laki-laki.
Cernak:
  1. Cernak Robot untuk Rio karya Riana di koran Solopos edisi 5 Januari 2020, tentang Rio yang kepengin punya mainan robot dan diajari menabung.
  2. Cernak Pelajaran Berharga karya Elisa D.S. yang dimuat di Solopos edisi 19 Januari 2020, berkisah tentang sedekah yang dibalas Tuhan dengan rezeki yang lebih banyak tanpa diduga.
  3. Cernak Angpau Nenek Oi-Yong karya Fery Lorena Yanni di Solopos edisi 26 Januari 2020 tentang imlek dan angpau dari nenek Oi-Yong yang tinggal sendirian.
Resensi buku:
  1. Resensi Mengurai Ketidaksadaran karya Dwi Alfian Bahri atas buku Jagat Digital (Agus Sudibyo, KPG, 2019) yang dimuat di situs ideide.id tanggal pemuatan 8 Januari 2020
  2. Resensi Negara Acap Kali Merecoki Hidup Kita karya Rizka Laily Muallifa dari buku Orang-Orang Oetimu (Felix K. Nesi, Marjin Kiri, 2019) yang dimuat di situs ideide.id tanggal pemuatan 27 November 2019
Buku:
  1. Anakku, Gara karya Edi AH Iyubenu yang berisi catatan sehari-hari tentang anak kedua Pak Edi dengan segala polah lucu kekanakannya, banyak hikmah terselip di dalamnya.
  2. Sejarah Konflik dan Peperangan Kaum Yahudi karya Najamuddin Muhammad yang mengulas sejarah, watak, dan karakter orang Yahudi sejak zaman Nabi hingga kini.
  3. Rahasia Bang Udin karya Sutono Adiwerna, kumpulan cerita anak sederhana penuh hikmah, bacaan bagus buat anak-anak.
  4. Islamku, Islammu, Islam Kita karya Edi AH Iyubenu tentang bagaimana memahami Islam sebagai agama yang penuh kedamaian. 
  5. Laksamana Cheng Ho Sang Penjelajah karya Nurul Asmayani tentang kisah hidup Laksamana Cheng Ho.
Lain-lain:
  1. Artikel Gado-Gado berjudul Mancing karya Mia Cisadan di Majalah Femina edisi Januari 2018, berkisah tentang kebiasaan mancing seorang suami yang sempat membuat istrinya berpikir tidak-tidak, setelah ia ikut memancing ternyata ia mendapat sebuah pengalaman berharga tentang seorang anak yang ditinggal orangtuanya.
  2. Artikel Gado-Gado berjudul Malu karya Agatha Pepy Yerinta di Majalah Femina Februari 2018, berkisah tentang pengalaman penulis yang dibuat malu oleh keadaan tertentu saat di kantor dan juga di rumahnya.
Semoga bacaan-bacaan di atas mampu memberi saya asupan bergizi dan menyehatkan jiwa.

7 komentar:

  1. Mantap, patut dicontoh. Salah satu target saya di tahun 2020 juga bisa tuntas baca banyak buku. Kini Januari sudah berlalu tapi baru beberapa halaman yang terbaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Mari saling memotivasi diri sendiri, Pak Parto.

      Delete
  2. Keren yang dibaca banyak. Jadi inget yang kubaca baru beberapa saja bulan Januari ini.

    ReplyDelete
  3. Saya tahu untuk bisa nulis kudu bisa baca, tapi kenpa mata susah diajak kompromi ya Pakdhe? Bagi tips dong

    ReplyDelete
  4. Wah banyak juga bacaannya pak. Salutt... makanya menulisnya jg bagus

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP