Loading...
Sunday, November 24, 2019

Menerapkan Cerpen-Gram untuk Menulis Cernak


Menulis cerita anak (cernak) meski dengan tema sederhana karena pangsa pasar untuk konsumsi anak, sesungguhnya bukan pekerjaan mudah. Memang banyak ide bisa muncul dalam keseharian kita, terutama yang selalu mendampingi anak baik itu sebagai siswa, santri TPQ atau bahkan anak kandung. Tapi eksekusi menjadikannya cernak utuh tidak semudah membayangkannya. Saya juga baru bisa bikin satu cernak yang berhasil lolos dimuat di koran, berjudul Belajar Menulis di Solopos.

Saya baru saja menyelesaikan baca buku berjudul "Menulis Cerita Anak dengan Cerpen-Gram" buah karya Rahimah dan Peng Kheng Sun. Satu dari dua judul buku bertemakan kepenulisan yang dihadiahkan oleh penulisnya, Pak Peng Kheng Sun dari Pati, beberapa hari setelah beliau membaca resensi saya atas buku beliau di Koran Jakarta.

Peng Kheng Sun berinovasi dengan menciptakan metode Cerpen-gram, sebuah metode sederhana dan praktis yang bertujuan memudahkan para penulis pemula menulis cerita secara bertahap. Dan pada buku ini, beliau berduet dengan Rahimah, menerapkan Cerpen-gram untuk menulis cernak, bahkan dari bahasa penyampaian dalam buku ini, diharap anak-anak bisa menulis cernak, tak harus orang dewasa.

Pembahasan dibuka dengan ajakan menulis benih cerita. Ibarat tanaman, kalau sudah ada benih maka kita tinggal menanam, memupuknya, hingga tumbuh dan jadi pohon besar dan berbuah lebat. Dalam contohnya, kita hanya diminta membuat tabel Kata Benda dan Peristiwa sebagai benih awal. Paling tidak 3 kata benda dan peristiwa yang terlintas begitu saja di benak, silakan ditulis. Itulah yang disebut benih, dan siap digarap dengan metode Cerpen-gram.

Cerpen-gram bekerja dengan menggunakan diagram tabel berisi bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menulis cerita, seperti: judul, nama tokoh, profil, dialog, deskripsi, dan sebagainya. Jika sudah memiliki bahan yang cukup, maka diharapkan tidak akan ditemui kesulitan berarti dalam menulis cerita anak.

Cerpen-gram terbagi menjadi beberapa bagian, sebagai berikut:


  • Cerpen-gram Ia untuk menentukan tema dan judul cerpen
  • ‌Cerpen-gram Ib untuk membuat nama tokoh, profil, dan perilaku atau watak tokoh
  • ‌Cerpen-gram IIa untuk menggambarkan penampilan fisik tokoh
  • ‌Cerpen-gram IIb untuk menambahkan aksesori yang dipakai tokoh
  • ‌Cerpen-gram IIIa untuk menulis pembuka, narasi, dan penutup cerita
  • ‌Cerpen-gram IIIb untuk menulis alur cerita
  • ‌Cerpen-gram IV untuk menulis dialog dan deskripsi
  • ‌Cerpen-gram V berisi beranda gambar dan foto untuk membantu proses penulisan cernak
  • ‌Cerpen-gram VI berisi cara menulis cernak dari puisi


Penerapan metode itu dibahas rinci dengan contoh secara langsung yang harapannya pembaca bisa paham dan mau langsung mencobanya.

Buku ini juga dilengkapi dengan ajakan membuat RR (Reading Record), mencatat buku yang sudah kita baca dengan tujuan merangsang minat baca, meningkatkan kemampuan apresiasi terhadap bacaan, sehingga mampu menginspirasi kita dalam memberi judul karya, sekaligus sebagai catatan atas buku yang kita koleksi.

Pada bab akhir, kita juga dikenalkan permainan BG (Book Game) untuk menemukan value (nilai-nilai) yang berhasil kita dapatkan dari buku bacaan, seperti kejujuran, inspirasi, motivasi, kreativitas, ketekunan, kebaikan, pendidikan, imajinasi, hiburan, dan sebagainya.

Setelah membaca buku ini, kita bisa mencoba menerapkannya untuk menghasilkan karya, terutama berupa cerita anak (cernak). Sudah siap menulisnya untuk dikirim ke media massa? Yuk, tidak perlu ragu untuk mencoba. Semoga sukses bersama Cerpen-gram!

Judul: Menulis Cerita Anak dengan Cerpen-gram
Penulis: Rahimah dan Peng Kheng Sun
Penerbit: Fire Publisher
ISBN: 978-623-90077-8-2
Cetakan: 2019
Tebal: xii + 116 halaman

2 komentar:

  1. Mantap nih, cernaknya berhasil lolos masuk media. Mau tipsnya donk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba kirim aja cernak yang sudah jadi, kalau nasib baik pasti dimuat...

      Delete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP