Loading...
Wednesday, November 7, 2018

Pahitnya Biji Mahoni


"Jadi menyapih Rara, Mbak?"
"Insya Allah. Sejak siang kemarin."
"Tadi malam nangis nggak?"
"Tiap kali terbangun, nangis, tapi tidak minta ASI, hanya nangis, digendong sampai tertidur lagi."
"Nggak dikasih susu formula?"
"Sudah dibikinkan sama ayahnya, tidak mau minum. Didekati sama ayahnya saja nggak mau dia!"
"Dih, kasihan Rara."
"Tapi tadi, bangun subuh, Rara minta minum ASI."
"Terus?"
"Ya, aku bilang ASI-nya pahit. Eh, nangis terus. Berhubung sudah kuolesi biji mahoni, kucoba beri ASI, biar tahu kalau beneran pahit."
"Rara mau?"
"Ternyata mau! Dia menyusu sampai puas! Sia-sia perjuangan semalaman!"
"Bukannya pahit?"
"Habis minum kutanya, Rara bilang pahit, tapi nekat saja dia!"
"Dasar, si Rara!"
"Pahitnya biji mahoni dia cuekin. Padahal aku jilat tangan bekas megang saja pahitnya minta ampun."
"Terus, Rara gagal dong disapih?"
"Ya, sejak tadi kubilang, sudah tidak boleh minum ASI lagi."
"Tiap anak beda-beda proses menyapihnya, Mbak."
"Iya, gampangan kakaknya dulu."
"Hahaha. Semoga sukses, Mbak. Dasar, si Rara...."
"Iya nih, doakan ya!"
Next
This is the most recent post.
Older Post

14 komentar:

  1. ;(( Ya Allah ... tega sekali bapakknya

    ReplyDelete
  2. Kunjungan baliknya ya teman teman
    http://kumpulan.agenbet99.com/

    ReplyDelete
  3. aku meninggalkan jejakku di blog ini...

    ReplyDelete
  4. Wakakaka ... Keren si Rara. Anakku dulu pakai gambir. Langsung nggak mau karena lihat warnanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya pakai lipstik, mbak. Sudah gak nanya ASI lagi...

      Delete
    2. Kan merah, dan dibilang sakit, Rara gak jadi minum asinya.

      Delete
  5. Itu si dedek tahan rasa pahit banget yak hmmm

    ReplyDelete
  6. Wahh dek Rara kecil-kecil sudah mampu menanggung pahitnya kehidupan nihh 😂

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP