Loading...
Tuesday, February 6, 2018

Sumpah! Saya Puyeng Baca Buku Puisi!


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 

(Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono)

Dua bait itu adalah puisi yang sudah tenar dan banyak didengar maupun dikutip oleh khalayak. Barangkali dua bait itu juga yang tidak terlalu membuat saya puyeng untuk memahami maknanya. Setidaknya, itu yang bisa saya ingat setelah membaca ebook Manuskrip Puisi Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Darmono terbitan Grasindo. (Semoga sampul di atas itu benar, soalnya ebook yang saya baca tidak ada sampulnya.)

Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Mbak Dita atas kiriman ebook-nya, dan Mbak Sakifah yang telah menjanjikannya. Dan saya terharu atas usaha kalian berdua membuat saya puyeng. Kenapa? Jujur saya tidak terbiasa membaca puisi, dan itu cukup sudah untuk menjadikan saya serasa kelenger setengah mati membaca huruf demi huruf pada ebook ini.

Tantangan Reading Challenge ODOP kali ini ada 3 pilihan buku bacaan. Pertama, sejarah. Oke, saya suka, dan saya pilih melanjutkan buku kedua trilogi Revolusi Islam di Tanah Jawa karya Ustaz Rachmad Abdullah terbitan Al-Wafi Publisher, Solo. Kedua, buku berbahasa selain Indonesia. Apa ini? Ini tantangan berat! Apa lagi kalau bahasa asing. Untung boleh pilih bahasa Jawa, tapi saya sedang tidak berselera, hahaha. Opsi kedua ini adalah bacaan wajib. Ternyata saya harus mengejarnya. Dan opsi ketiga adalah kumpulan puisi. Saya bukan penyuka baca puisi, tapi demi memenuhi tantangan pije RCO, saya pun membacanya. Dan saya benar-benar tidak bisa menikmatinya. Hahaha ....

Saya membaca ebook Manuskrip Puisi Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Darmono dengan tanpa rasa. Maafkan saya, wahai para pecinta puisi. Saya memaksa mata saya menekuri huruf demi huruf, halaman demi halaman. Padahal puisi karya Sapardi Djoko Darmono adalah puisi berkelas, dan saya belum bisa mencicipinya dengan baik.

Saya sih berharap, suatu saat nanti saya bisa menjadi penikmat puisi juga seperti kalian. Aamiin .... 

11 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP