Loading...
Saturday, February 3, 2018

Ingat Waktu


Sepulang sekolah hutan, Uky si kelinci putih segera menuju ke rumah Sovia si kucing belang untuk bermain. Di sana sudah menunggu Yanyan si rusa bulu merah.

"Hai, teman-teman. Kita jadi main apa siang ini?" Uky si kelinci langsung bertanya pada teman-temannya.

Sovia si kucing belang segera mendekati Uky si kelinci. "Kita kan masih anak-anak, jadi mainan yang kekanak-kanakan saja."

Yanyan si rusa bulu merah ikut mendekati Uky si kelinci putih. "Betul kata Sovia. Kita main petak umpet saja."

"Usul yang bagus. Aku setuju." Uky si kelinci putih terlihat senang.

Ketiga sahabat itu segera melakukan hompipah untuk menentukan siapa yang jadi dan harus mencari temannya setelah bersembunyi nanti.

Uky si kelinci putih ternyata yang jadi. Dia segera menuju sebuah pohon turi dan menangkupkan kaki depan ke mata untuk menutupinya. "Aku hitung sampai sepuluh, ya?"

"Iya." Serempak Yanyan si rusa bulu merah dan si Sovia si kucing belang menjawab. Keduanya segera mencari tempat persembunyian sebelum Uky si kelinci putih selesai pada hitungan angka sepuluh.

Setelah hitungan sepuluh, Uky si kelinci putih segera mencari tempat persembunyian teman-temannya. Ternyata dia beruntung, dengan mudah tempat persembunyian Yanyan si rusa bulu merah dan si Sovia si kucing belang ditemukannya,.

Mereka terus bermain dengan serunya. Tidak terasa matahari sudah tergelincir ke langit sebelah barat.

"Teman-teman, maaf, ya, aku harus pulang." Tiba-tiba Uky si kelinci menghentikan permainan.

"Kita sedang seru-serunya, Uky," sahut Yanyan si rusa bulu merah.

"Tanggung, Uky." Sovia ikut menahan.

"Tapi aku sudah janji pada Ibu, kalau matahari sudah tergelincir aku harus pulang."

"Halah ... mundur sebentar kan tidak apa-apa."

"Tidak, Sov. Maaf, aku harus pulang sekarang."

"Kan ibumu juga belum mencari, Uky."

Uky si kelinci putih menggeleng. Dia tetap harus pulang. "Maaf, teman-teman. Aku tidak boleh lupa waktu. Aku harus pulang. Kita main lagi besok, ya ...."

Meski kecewa, Sovia si kucing belang dan Yanyan si rusa bulu merah tidak bisa lagi menahan kepulangan sahabatnya itu. "Ah, Uky nggak asik!" keluh Yanyan.

Melihat kejadian itu, Novnov si induk kucing, ibu Sovia, lekas mendekati keduanya. "Kalian seharusnya mencontoh sikap si Uky. Dia ingat waktu kapan main dan kapan harus pulang."

"Tapi kan permainan belum selesai, Bu."

"Iya, Sov. Tapi kalian sudah cukup lama mainnya. Dan memang ibunya Uky berpesan agar dia pulang tepat waktu. Kalian pun harus ingat waktu. Jangan main sesukanya saja. Waktu untuk main ada, untuk belajar juga ada."

Yanyan si rusa bulu merah dan Sovia si kucing belang diam saja. Keduanya mulai mengerti dengan sikap sahabatnya. Jadi, tetap harus ingat waktu, ya ....

#30DWCday24

Hahaha, susah juga bikin fabel. Kurang nendang kayaknya.

8 komentar:

  1. Sudah lama ga buka blog mas wakhid, eh pas buka ternyata namaku muncul lagi 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk. Mbak Uky mampir. Silakan minumnya... (c)

      Delete
  2. lucu, aneh aneh gimana gitu, haha.. :d

    ReplyDelete
  3. Dipoles dikit lagi, udh nendang kok fabelnya mas. Ini juga dh kereen..

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP