Loading...
Tuesday, January 2, 2018

Setianya Awan kepada Hujan


Judul: Jika Hujan Pernah Bertanya
Penulis: Robin BIE Wijaya
Penerbit: Leutika Prio, Yogyakarta
Tebal: 130 halaman
ISBN: 978-602-225-081-4


Setia, adalah alasan kecilku untuk tetap mencintaimu.

Kisah Rahita, biasa dipanggil Rita, gadis asal Indonesia yang akhirnya menikah dengan Philip, pria berkebangsaan Belanda. Pertemuan pertama mereka pada sebuah kesempatan ketika musim dingin di Amsterdam, saat salju turun dan membuat jalanan pekat oleh tumpukan salju. Rahita menjatuhkan kunci rumah saat belanja ke sebuah toko dan seseorang membantu hingga berhasil menemukannya tertimbun salju di depan pelataran sebuah rumah yang dilewatinya. Seseorang itu adalah Philip. Dan Rita jatuh cinta pada tatap pertama.

Pertemuan kedua hampir tiga tahun kemudian saat Rita kembali berkunjung ke Belanda untuk berlibur. Saat hujan turun, Rita berteduh di sebuah gedung sekolah dasar. Datang seseorang menawari menumpang berpayungan. Dialah Philip. Berlanjut pertemuan-pertemuan berikutnya. Suatu kali Philip mengatakan sebuah filosofi, "Awan adalah yang paling setia. Menemani hujan hadir untuk bumi, walau setelahnya hujan berlalu begitu saja, meninggalkan awan di atas sana."

Kisah romantisme tentang kesetiaan menjadi kisah utama dalam buku kumpulan cerpen karya Robin BIE Wijaya ini. Kisah Rahita dan Philip disajikan dalam 3 cerpen yang saling berkaitan satu sama lain. Ceritanya sederhana namun romantis, sebagaimana juga terasa dari keseluruhan cerpen yang dimuat dalam kumcer ini.

Buku ini adalah debut awal penulis, sebelum akhirnya menjadi salah satu penulis kebanggaan Gagas Media. Robin memiliki karakter khas dengan bahasanya yang sederhana namun banyak menampilkan quotes di sana-sini, yang berasa sekali sampai ke hati.

Secara keseluruhan, 14 cerpen di dalam buku ini seru dan asik untuk dinikmati, disajikan dengan bahasa indah dan dialog memikat. Kentara sekali bakat seorang Robin meski ini buku diterbitkan secara indie. Saya paling suka dengan cerita berjudul The Holiday di halaman 98. Karakter Alice yang menggemaskan terasa sekali.

Saya memilih membaca buku ini sebagai bahan bacaan kedua di RCO tahap 1 karena memang suka. Saya mendapatkan buku ini hadiah dari penulisnya langsung, ditandatangani dan di sampul dalam ada sebuah pesan: "Tak ada waktu yang tepat untuk memulai, SEKARANG adalah waktunya. Happy Reading... Senyuman Bidadari-mu, menginspirasi untuk mulai menerbitkan buku pertama saya. Lanjut lagi yuk ..."

Robin BIE Wijaya, semakin sukses bersama Gagas Media, sementara saya masih belajar merangkak. Buku ini saya terima pada tahun 2011 dan baru sekarang saya baca. Dulu hanya saya lihat sepintas sebelum dipinjam teman-teman saya, pindah dari tangan satu ke tangan lain, sampai akhirnya kembali lagi. Tulisan Robin Wijaya memang keren. Lanjutkan, Sobat!

5 komentar:

  1. wow, bonus satu poin untuk Bapak, selamat! (f)

    ReplyDelete
  2. Saya juga punya bukunya mas robi Wijaya ..bagus gaya bahasa nya....suka

    ReplyDelete
  3. Saya juga punya bukunya mas robi Wijaya ..bagus gaya bahasa nya....suka

    ReplyDelete

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP