Loading...
Friday, January 26, 2018

Kesempatan Kedua Itu Ada


Sovia membanting iPhone keluaran terbaru yang belum ada sebulan ia beli dari salah satu market place online itu. Smartphone yang dirancang dan dipasarkan oleh Apple Inc itu sejenak berkedip-kedip, mungkin merasakan kesakitan yang amat sangat akibat benturan keras yang menimpanya. Perangkat canggih yang menggunakan sistem operasi telepon genggam iOS Apple yang dikenal dengan nama "iPhone OS" itu mengalami retak parah pada bagian layar liquid crystal display-nya.

Safina yang sedang membaca buku Senyuman Bidadari karya Suden Basayev di atas sofa sempat terkejut dengan kelakuan sahabatnya. Sejenak ditutupnya buku kumpulan cerita pendek terbitan Leutika Prio di gengamannya. Lalu didekatinya Sovia yang menjambak-jambak rambutnya sehingga kentara kusut sekali. Kusut pikiran.

"Sov, tenangkan hatimu. Kamu pasti sedang ada masalah serius sehingga sampai melempar gawai kesayanganmu." Safina menyentuh bahu Sovia dengan hati-hati, takut menyinggungnya.

Sovia menatap Safina. Ia lekas memeluk sahabatnya yang selalu mengerti akan keadaannya itu. Safina membalas pelukan itu dengan hangat. Ia paling tidak tega melihat Sovia yang sering mudah kacau, maka ia ingin menjadi tempatnya mencari tenang.

"Aku gagal, Saf," parau suara Sovia. Ia sudah hendak menangis.

"Ceritakan padaku."

Sovia melepas pelukannya. Lalu mengalirlah cerita itu. "Aku sedang mencoba membuat sebuah cerpen untuk kuikutkan sebuah perlombaan, Safina. Tadi malam pukul 23.45 adalah jam deadline-nya. Tapi aku ketiduran sebelum menyelesaikan dan mengirim naskahku."

"Kesempatan itu terlewat?"

Sovia mengangguk. "Baru saja aku mencoba menghubungi PJ lomba itu minta diberi dispensasi waktu. Tapi ditolak."

"Kamu kesal dan melempar iPhone kamu?" simpul Safina.

Sovia mengangguk. "Iya. Aku gagal."

Safina menepuk bahu Sovia. "Aku yakin masih ada kesempatan di lain waktu untuk kamu. Masih ada kesempatan kedua. Yang penting kamu tetap semangat."

"Bagaimana aku bisa semangat lagi, Saf?"

Safina berdiri. lalu beranjak mendekati tas ranselnya. "Ada sebuah buku yang bisa memberi semangat kamu, Sov."

Sovia melihat sahabatnya itu membuka tas dan mengeluarkan sebuah buku. Lalu diulurkan padanya. "Baca buku ini, kamu bisa meresapi dan mendapatkan semangat baru agar kamu bersemangat lagi. Kamu belum gagal. Masih ada kesempatan kedua untuk ikut lomba menulis."

Sovia menerima buku itu. Sebuah buku berjudul Rahasiaku, ditulis oleh anggota One Day One Post dan diterbitkan oleh Embrio Publisher, Sidoarjo. Sebuah senyum menghias bibir Sovia. "Terima kasih, Saf. Aku pasti menuntaskannya."


"Kamu baca, ya. Aku baru membelinya lewat Mbak Nova."

Kedua sahabat itu berpelukan.

#30DWCday16

10 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP