Loading...
Monday, November 27, 2017

Hujan oh Hujan


Hujan turun saban hari sudah seminggu lebih. Pagi-pagi baru terjaga dari tidur sudah terdengar rintik hujan di luar. Aktivitas seharian pun tak pelak diwarnai guyuran dari langit. Ada yang terganggu dengan turunnya hujan karena aktivitas luar rumahnya terkendala, ada yang menyambut syukur karena lama menanti kehadirannya.

Petani bersuka cita karena hujan menyuburkan tanaman padi di sawah. Pekerja bangunan merasa kesal dengan hujan yang membuat pekerjaannya terganggu. Anak-anak sekolah merasa ribet ketika berangkat-pulang diwarnai hujan.

Apapun, kita harus menyadari sepenuhnya bahwa hujan adalah barakah dari Allah Swt. Ibnu Baththol mengatakan, ”Anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah). Adapun doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika hujan turun adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً


"Allohumma shoyyiban naafian". Yang artinya, Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

Nah, itu ajaran dari Rasulullah kepada kita umat Islam. Maka tidak ada ruang untuk merasa kesal dengan hujan yang membawa berkah. Bahkan ketika hujan turun merupakan waktu yang baik untuk berdoa.

Ada hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

Marilah kita syukuri hujan yang diturunkan Allah Swt dan senantiasa memohon kebaikan pada-Nya dengan dilimpahkan-Nya rintik air dari langit.

Namun ketika hujan turun dengan lebat disertai angin dan membuat kita cemas akan datangnya banjir atau bencana longsor dan sebagainya, Rasulullah juga mengajarkan doa sebagai berikut:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari." Yang artinya, "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari no. 1014)
Dan terakhir, ketika hujan sudah reda, Rasulullah Saw mengajarkan agar mengucapkan:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

"Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih". Yang artinya, "Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah."


Begitu lengkap ya, apa yang sudah diajarkan Rasul tercinta...
Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat

Sumber : https://rumaysho.com/3759-doa-ketika-turun-hujan.html

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Sumber : https://rumaysho.com/3759-doa-ketika-turun-hujan.html

6 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP