Loading...
Wednesday, June 29, 2016

Taruhan Ngaji


Ada-ada saja kejadian yang dialami Jon Koplo, warga Ngreco, Weru, Sukoharjo, di Bulan Puasa ini. Ketika itu, usai Salat Tarawih, Koplo sedang membaca Alquran di masjid dengan mikrofon.

Tengah-tengahnya mengaji, Mbah Cempluk tergopoh-gopoh datang ke masjid dan langsung masuk mendekatinya.

Jon Koplo sejenak berhenti mengaji, apalagi Mbah Cempluk langsung menyalaminya dan memperhatikan wajah Koplo seperti orang bingung.

"Enten napa, Mbah?" tanya Koplo.

"Tidak apa-apa, kok, lanjutkan saja ngaji-nya," jawab Mbah Cempluk masih dengan wajah bingung. Nenek ini lekas keluar masjid meninggalkan Koplo yang sempat bingung juga dengan sikap Mbah Cempluk.

Jon Koplo melanjutkan mengaji lagi.

Besoknya, saat hendak Tarawih ke masjid, Koplo bertemu Gendhuk Nicole, yang juga hendak ke masjid. "Pak Koplo, apa semalam Mbah Cempluk ke masjid manggihi panjenengan?" tanya Gendhuk Nicole.

"Iya, tapi kok simbahmu itu aneh, nyalami aku terus pergi lagi," kata Koplo, "Ada apa ta?"

Gendhuk Nicole malah cengengesan. "Wong sudah dibilangi yang ngaji Pak Koplo, eh Mbah Cempluk malah ngeyel katanya yang ngaji tadi malam itu Pak Tom Gembus. Malah Simbah nantang taruhan lima puluh ribu, saking ngeyel-nya."

Jon Koplo mengerutkan keningnya, Gendhuk Nicole makin semangat bercerita, "Nah, sebagai cucu yang baik saya turuti maunya simbah, akhirnya saya terima taruhan lima puluh ribunya. Mbah Cempluk nekat ke masjid membuktikan siapa yang ngaji."

Jon Koplo mulai ngeh, dia hanya bisa geleng-geleng kepala saat Gendhuk Nicole memamerkan selembar uang lima puluh ribuan. Ada-ada saja, simbah dan cucu itu, orang ngaji kok buat taruhan.

Wakhid Syamsudin
Sidowayah RT 01/06 Ngreco, Weru, Sukoharjo 57562

Dimuat di koran Solopos edisi Selasa Wage, 28 Juni 2016

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP