Loading...
Friday, October 2, 2015

Bluetooth Hantu


Menjelang Maghrib, Lady Cempluk menggantikan suaminya, Jon Koplo, untuk menjaga counter seluler mereka di pinggir jalan Sidowayah-Tawang, Sukoharjo, karena Jon Koplo hendak salat berjamaah di masjid seberang jalan.

Setelah suaminya keluar, Cempluk teringat lagu Tresno Waranggono kesukaannya, ia pun berniat mengirimkan dari handphone (HP) suaminya ke HP kepunyaannya. Maka dinyalakannya bluetooth.

Ketika bluetooth sudah menyala dan proses pencarian bluetooth dari HP milik suaminya, ndilalah Cempluk kaget dan mak jegagik, dia merinding. Di layar HP suaminya tertera perangkat bluetooth yang ia cari. Tapi di bawah nama bluetooth HP-nya ada 1 lagi bluetooth terdeteksi, tercantum nama: Tom Gembus. Tom Gembus adalah nama tetangganya yang meninggal dunia kemarin.

"Eladalah! Gusti...!" pekik Cempluk. Ia segera ngipatke kedua HP yang ia pegang dan berlari keluar counter. "Maaas Koplooo...! Sini cepat!"

Melihat istrinya panik, Koplo mendekat sambil cincing sarung. "Ana apa, Pluk?"

"Ada bluetooth hantu, Mas!"

"Maksudmu?"

"Di hape-mu, Mas, pas aku nyalakan bluetooth, tiba-tiba keluar nama Tom Gembus! HP-mu bisa ndetek hantu, Mas!" Cempluk narik tangan suaminya ke dalam counter dan menunjukkan layar HP suaminya.

Bukannya ikut merinding, Koplo malah tertawa. "Dasar wong jirih! Hantu kok ke-detek bluetooth!" ejek Koplo.

Jon Koplo lekas mengambil sesuatu dari salah sudut etalasenya. Lalu menunjukkan pada Cempluk yang masih terlihat keweden.

"Ini HP Pakde Gembus almarhum. Tadi dititipin anaknya, suruh ngecaske dulu. Jebul bluetooth-nya dalam keadaan on alias menyala...."

"Oalah... Tak kira bluetooth arwahnya Pakde Gembus yang gentayangan!" kata Cempluk kisinan.

Wakhid SyamsudinSidowayah RT 001/RW 006, Ngreco, Weru, Sukoharjo
Dimuat di harian Solopos edisi Selasa, 22 September 2015

2 komentar:

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP