Loading...
Sunday, May 29, 2011

Jamaah Asar

Jeda waktu setelah demo promo pertama dengan demo kedua, sekitar jam setengah tiga siang. Jelang asar, aku rehat sejenak di sebuah masjid kecil di salah satu dusun di kelurahan Karakan, Weru.

Jelang masuk waktu asar, aku berwudhu. Seorang penjual es tong-tong (baca: es krim) keliling, ikut rehat di masjid. Ia shalat sunah. Kulihat jam dinding sudah menunjuk waktu asar. Lekas kukumandangkan azan, "Allaahu akbar, allaahu akbar!"

Selesai azan, aku laksanakan sunah dua rakaat. Ada tiga ibu-ibu (tepatnya simbah-simbah alias nenek-nenek) kulihat berdatangan, mereka mendirikan shalat di barisan shaf putri.

Tak lama kemudian muncul kakek-kakek (satu orang, jangan diartikan jamak yak!) yang juga langsung shalat. Aku menunggu semua menyelesaikan shalatnya untuk iqamat.

Lho? Lho?! Kok ... kulihat para ibu-ibu kok pada melepas mukena dan, meninggalkan masjid?!

Aku lekas iqamat. Selesai iqamat, si kakek yang juga selesai shalat (yang kukira sunah rawatib), ternyata juga beringsut pergi. "Saya sudah shalat, Mas," katanya seraya berlalu meninggalkanku dan si penjual es tong-tong!

"Kurang pemahaman barangkali, Mas," kata si penjual es tong-tong. "Ya sudah, mari jamaah ...."

Aku mengiyakan. Kami pun jamaah berdua. Mungkin beliau-beliau tadi terbiasa shalat munfarid di masjid ini ketika shalat fardhu siang, yakni dhuhur dan asar. Semoga ini tidak terjadi untuk maghrib, isya dan subuhnya.

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP