Loading...
Friday, April 8, 2011

Penampakan


Sore saat menjemput istri. Eh, tumben nunggu di luar, biasanya masih duduk manis di dalam. Tumben juga dua temannya masih di situ, Mbak Peh sama Wiyanti.
"Assalamu'alaikum," salamku.

"Wa'alaikumsalam," jawab mereka.

"Nanti kemana-mana harus siap mengantar Mbak Tya lho," kata Mbak Peh ditujukan padaku.

Aku belum menanggapi saat Wiyanti menyahut, "Soalnya habis takut ada penampakan ..."

Aku hanya senyum. Mereka biasa bercanda. Istriku yang terlihat capek cuma memanyunkan bibir sambil berjalan dan duduk di jok motor bututku.

"Emang ada apa?" tanyaku.

"Tadi, anak-anak les yang di lantai atas dilihatin penampakan."

"Masa sih?" aku tidak percaya.

"Kan Bu Ambar yang mengawasi latihan soal lagi turun ke lantai bawah. Eh, deretan anak-anak yang duduk di meja belakang mengaku melihat sekelebat bayangan putih. Mereka pada teriak-teriak, pas Bu Ambar ke atas tuh anak pada sudah nyangklong tas masing-masing geger pengin cepat pulang."

Aku rasanya tidak percaya juga.

"Lantai atas memang serem kok, Yah," kata istriku, "Apalagi kamar mandinya, hi... merinding kalau di dalamnya!"
Aku belum sepenuhnya percaya. Tapi apa gunanya juga mereka bohong. Wallohu a'lam.

"Besok kalau antum terlambat jemput lagi, aku pilih nunggu di luar saja," kata istriku pula.

Hmm, ada-ada saja. Kupandangi gedung bertingkat ini. Teringat kisah-kisah masa lalu pemilik gedung. Tentang isu pesugihan yang mereka pelihara. Entahlah ...

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP