Loading...
Sunday, April 17, 2011

Senyuman Bidadari

Awalnya, saya menulis cerpen untuk saya baca sendiri. Lalu saya coba tawarkan teman-teman membacanya. Pertama kali saya membuat 6 judul cerpen, semua bernuansa Islami. Saya ketik, saya jadikan sebuah buku kumcer, di-fotocopy dan dijilid sendiri dengan sedikit sentuhan kreatifitas. Sampul saya buat sendiri dengan bantuan seorang teman, jadilah sebuah buku utuh pertama. Tentu dengan kwalitas seadanya. Sampul hasil print dengan kertas foto, isinya fotocopy HVS.

Kumcer berisi 6 judul cerpen itu saya pinjamkan ke teman-teman. Setiap peminjam wajib mengisi form lembar komentar yang berisi kritik dan saran setelah membaca keenam cerita tersebut, dan memilih satu cerpen favorit. Tak disangka banyak juga yang berkenan membaca. Jadilah buku digilir teman-teman. Bahkan buku beredar lama sekali, yang pulang ke saya adalah lembaran-lembaran komentar para peminjam.

Dari kritik dan saran teman-teman, saya melakukan banyak perbaikan dalam menulis. Sampai saya buat 6 cerpen lagi. Saya perlakukan sama dengan keenam cerpen pertama. Para peminjam pun memenuhi lembaran-lembaran komentar dengan kritik dan saran mereka. Beberapa cerpen jadi favorit mereka.

Begitulah, sampai saya buat kumcer sebanyak 4 kali, jadi total 24 judul cerpen. Beberapa pembaca menyarankan agar saya menerbitkan cerpen saya, sebagian mereka mengatakan, bahwa cerpen saya tak kalah bagus dengan karya anak-anak FLP. Saya tak tahu dunia penerbitan buku. Buta sama sekali. Yang saya tahu cuma membaca karya orang lain, kemudian tergerak untuk ikut berkarya.

Sampai saat mengenal Facebook dan dari jejaring sosial inilah, saya berteman dengan Penerbit Leutika. Saya sempat menawarkan cerpen-cerpen saya ke Leutika, tetapi ditolak karena Leutika tidak menerbitkan kumpulan cerpen. Hingga saat Leutika menghadirkan Leutika Prio sebagai sarana penerbitan indie bagi para penulis pemula. Saya langsung tertarik dengan paket-paket self publishing yang ditawarkan Leutika Prio. Dengan penuh semangat, saya memilah dan memilih cerpen-cerpen saya untuk saya coba terbitkan melalui Leutika Prio. Duapuluh cerpen saya kumpulkan, dan terbitlah kumpulan cerpen pertama saya via Leutika Prio, dengan judul Senyuman Bidadari. Judul yang saya ambil dari salah satu cerpen yang dimuat di dalamnya.

Mungkin saya hanya bernafsu untuk menebitkan karya saya tanpa memikirkan pemasarannya. Namanya saja self publishing, jadi harusnya sayalah yang musti aktif mempromosikan buku saya ini. Tapi saya tidak berpikir sampai sejauh itu. Yang saya pikirkan hanya bagaimana saya bisa menerbitkan buku.

Barulah saya berpikir, buku saya cukup tebal, sekitar 263 halaman 20 judul cerpen. Tentu harganya pun cukup tinggi, Rp. 45.000; Pastinya orang juga mikir untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk membeli buku indie seorang penulis yang belum terkenal, bahkan namanya saja mungkin baru pertama kali dengar.

Baiklah, mungkin dengan sedikit mengintip komentar-komentar teman-teman yang pernah baca kumcer saya, barangkali ada yang berminat membelinya. Sebenarnya, hal yang paling membahagiakan saya adalah apabila karya saya ada yang berkenan membaca, apalagi bisa ada manfaat dari membacanya.

Di bawah ini, saya lampirkan beberapa komentar teman-teman, per-judul cerpen yang dibaca. Semoga ada yang berminat untuk memiliki koleksi cerpen saya tersebut.

Cerpen Senyuman Bidadari. Berkisah tentang cinta Haris kepada Ifani, bagaimana seorang Ifani dengan keunikannya mampu meluluhkan Haris hingga akhirnya melamar si gadis.

"Tokoh Ifani yang menakjubkan!" Desi Eka Wati, Mojosari Alasombo Weru.

"Cerpen yang telah berhasil meninggalkan kesan yang kuat di benakku, begitu aku selesai membacanya." Budiyono Dion, Budirejo Pakisan Cawas.

"Menyentuh." Mbak Peh, Kalimider Tegalsari Weru.

"Gak nyangka aja, penuh kejutan!" Inka Adelina, Candi Ngreco Weru.

"Wah, kalo mbayangin ceritanya bisa jadi beneran, mengharukan banget tuh!" Roni Hermanto, Sidowayah Ngreco Weru.

"Subhanallah... kejutannya di bagian akhir ternyata. Ifani Sang Bidadari dan Haris berhati malaikat. Very like this!" Anosuke Sagara (FB)

"Great!! Litha banyak belajar dari sini." 'Talitha Bio Huriyah' (FB)

Cerpen Andai Pengantin Itu Kita. Berkisah tentang dua insan yang sudah terikat khitbah menuju pernikahan.

"Menyentuh perasaan." Yuni, Candi Ngreco Weru.

"Enak dinikmati, jadi ikut terharu membayangkan perasaan tokohnya." Mas Wib, Sidowayah Ngreco Weru.

Cerpen Tanda Cinta. Tentang Tom, remaja yang hidup penuh kesenangan. Bagaimana ketika Allah menyentilnya dengan sebuah tanda cinta.

"Temanya lain. Realitas kehidupan yang kadang terlupakan." Nurda, Tegalsari Weru.

"Bagus dijadikan perenungan." Desi Eka Wati, Mojosari Alasombo Weru.

"Cerpen ini menyadarkan aku, betapa sekarang aku begitu jauh dariNya." Aris, Sidowayah Ngreco Weru.

Cerpen Gadis yang Menyembunyikan Cintanya. Tentang Firda dan perasaan cintanya pada seorang pemuda.

"Menegangkan, membuat penasaran. Ditambah endingnya sama sekali tak terduga." Winda Yuliana, Ponpes Al Hikmah.

"Sweet banget!" Fitri, Sidowayah Ngreco Weru.

"Sangat menyentuh hati." Nuraini I Elyana, Sidowayah Ngreco Weru.

"Mengharukan." Yuni Susilowati.

"Saya nangis waktu ngebacanya. Harus tanggung jawab nih!" Shifwa, Ponpes Al Hikmah.

"Mungkin emang cinta lebih baik untuk tidak diungkapkan daripada kecewa dan merusak hati." Fikriyah Mujahidah, Ponpes Al Hikmah.

"Endingnya itu lho ... keren bangetz!" Dhiemas, Ponpes Al Hikmah.

"Bagus, mendidik, manambah pengetahuan." Melinda Eka Putri, Sidowayah Ngreco Weru.

"Aku suka pada tokoh utama yang berjiwa kuat, tabah dan sabar." Anita, Candi Ngreco Weru.

"Tidak berbelit-belit." Isna Nur H, Krebet Tawang Weru.

"Cukup menegangkan." Susi M, Ponpes Al Hikmah.

Cerpen Awasi Cintamu!. Tentang sebuah ujian cinta, lebih cinta pada Allah ataukah ciptannya yang fana.

"Entah kenapa saat kubaca cerpen ini, airmataku bisa keluar." Eva HH, Sidowayah Ngreco Weru.

"Bisa buat koreksi diri sendiri." Adzkiya, Kedungkluwih Tegalsari Weru.

"Ceritanya bikin terharu." Roni H, Sidowayah Ngreco Weru.

"Memukau." Evi Ambarwati.

Cerpen Menantu Ibuku. Seorang lelaki yang harus menerima pasangan hidup pilihan ibunya.

"Menarik. Pengorbanan dan keikhlasan. Alur yang membuat penasaran." Mbak Peh, Kalimider Tegalsari Weru.

"Asyik bacanya, kayak cerita di film-film." Iid, Krebet Tawang Weru.

"Aku suka sama alur cerpen ini, seolah bisa membawaku ikut merasa sebagai tokoh 'aku' dalam cerita ini." Irwan, Sidowayah Ngreco Weru.

Cerpen Hati Pualam Intan. Tentang persahabatan Intan dan Yanti dan kehadiran seorang lelaki di antara keduanya.

"Alur ceritanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan penulis." Abu Zahra, Pekalongan.

"Sempat berandai-andai punya istri seperti Intan." Tri Hartono, Kauman Weru.

"Mendalam dan menyentuh hati." Nur Handayani.

"Sebuah persahabatan yang saling pengertian dan rela mengorbankan perasaan demi persahabatan." Nurri F.

"Sepertinya cerpen ini ditulis dari hati sang penulis." Wahyu Hidayat, Sidowayah Ngreco Weru.

"Saya kagum dengan sosok Intan." Yeni Nurmalitasari.

Itu beberapa komentar dalam cerpen saya. Semoga ada yang tertarik untuk memiliki kumcer perdana saya.

Oh, ya, untuk yang ingin mengintip salah satu cerpen yang masuk dalam kumcer Senyuman Bidadari, silakan baca cerpen Cempluk di notes fb saya.

Pemesanan buku kumpulan cerita pendek Islami Senyuman Bidadari bisa langsung inbox fb Leutika Prio, harga Rp. 45.000; ongkos kirim Jawa Rp.10.000; luar Jawa Rp.15.000; atau bisa langsung ke fb saya, Suden Basayev.

Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.

 
TOP